Discretion

Nama : Ribala Erniwati Gulo

M.K : Spiritual of Desert Father (Part V)

Dosen : Hendi Wijaya S.S

Discretion/diakrisis adalah memilah-milah atau memimbang, menilai apa yang baik dan yang jahat atau apa benar dan yang buruk. Ini merupakan satu virtue/kebajikan, atau di dalam Alkitab yaitu karunia rohani yang di berikan kepada orang percaya.

@ Pengertian diakrisis oleh desert father dan kata kitab suci

Abba poemen berkata : selalu berperhatian terhadap jiwa kita dan memperhatikan diri kia dan diakrisis ini adalah tiga kebajikan yang merupakan alat kerja jiwa kita. Oleh sebab itu selain nepsis berjaga-jaga mewaspadai segala pikiran kita lalu bagaimana kita mempunya diakrisis mengevaluasi atau membedakan apa yang baik dan yang jahat, mana hikmat dan pikiran jahat.  Didalam batin/jiwa/hati kita sendiri diri kita tertaman dua hukum yang berbeda yaitu

  1. Hukum roh adalah hukum yang berasal dari ajaran roh kudus itu sendiri misalnya : membaca firman Tuhan, merenungkan, melakukannya, menaatinya dan itu semua menjadi satu catatan yang di sebut hukum roh. Dan ini memang di dalam hati. Hati sering di ibaratkan alam bawa sadar, tempat satu wadah di mana seluruh pengalaman manusia baik yang jahat maupun yang baik. Hal-hal yang baik di sebut sebagai hukum roh atau hukum batinia di dalam hati. Orang yang belum percaya namanya yaitu hati nurani di mana hati nurani ini adalah pancara/manisfestasi dari gambar dan rupa Allah di mana manusia di ciptakan. Hati nurani kini telah rusak karena manusia jatuh ke dalam dosa, setelah manusia jatuh dalam dosa muncullah hukum yang ke 2 yaitu
  2. Hukum daging/hukum dosa adalah hukum yang bertentangan dengan Allah. Pada awalnya hukum daging adalah hukum yang netral pada dasarnya tetapi karena ada dosa hal yang netral itu akhirnya disalah gunakan menjadi hal yang bertentangan dengan Allah itulah sebabnya disebut dengan hukum dosa hal ini bisa kita lihat dalam Gal 5 dan Rom 7 di mana di situ menjelaskan tentang hukum roh dan hukum daging. Tetapi di dalam Roma 7 itu ada yang di sebut hukum akal budi sebagain nous atau hukum itu sendiri. Di dalam hukum akal budi ini di sini akan di disceretion memilah mana logismoi yang baik dan yang tidak.

Di dalamm sekology nous itu sering di sebut sebagai ego (bisa memilih), super ego (nilai-nilai moral yang baik) atau It (cenderung memuaskan keinginan daging). Contohnya makan itu hal yang netral tetapi klau berlebihan akan menghasilkan dosa dalam Roma 8. Itulah sebabnya kita memiliki nous untuk mengajarkan yang namanya disceretion sehingga nous ini memilih yang tepat. Cara untuk menghasilkan nous yang baik adalah kita harus memiliki kerendahan hati, pertobatan, dan bagaimana kita menghasilkan sebuah disceretion? cara kita menghasilkan sebuah disceretion adalah ketika kita bisa melatih nous ini di dalam ketenangan jiwa (silence)/hesychia.

Kita terkadang salah untuk memilih atau merugikan diri kita sendiri ketika kita tergesah-gesah mengambil  yang namanya keputusan. Hal ini bisa terjadi karena di dalam hati kita ada yang namanya hati nurani tetapi di sisi lain hati nurani tidak cukup di mana ia harus bertumbuh menjadi sebuah hukum roh di mana nous yang berperang penting di dalamnya. Dalam Ibrani 5:14 “ tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat”.  Membedakan yang baik dan yang jahat itulah disceretion yang harus kita miliki supaya kita membedakan yang baik dan yang jahat.

Orang yang bisa melakukan discretion adalah orang yang spiritualnya sudah bertumbuh dan bisa memilah, memilih sehingga pada akhirnya dia bisa menggunakan panca inderanya dengan benar. Untuk melihat, mendengar, berbicara, merasakan dalam keadaan benar sesuai dengan kehendak Allah. Jika tubuh tumbuh semakin dewasa maka Tuhan sedang memperlengkapi kita misalnya ketika kita kecil kita tidak bisa membedakan apa ini bahaya apa bukan mungkin kita masih memegang benda-benda seperti pisau, atau berdiri dekat sumur dan lain sebagainya hal ini bisa terjadi karena pancaindera kita belum terlatih. Makanan keras adalah kita masih bisa terlatih untuk menolak yang jahat dan melakukan yang baik itulah yang di sebut dengan disceretion.

Dalam Mat 6:22-23 jika matamu baik/nousmu baik, bagaimana cara menghasilkan nous yang baik yaitu melalui proses discretion, nepsis, silence, hesychia, humility, repetance and prayer.

@ Discretion of philokalia :

Discretion adalah satu karunia dari hikmat khusus Allah yang memampukan kita membedakan roh yang baik dan yang jahat, kebenaran dan kepalsuan/dusta, karena roh-roh jahat selalu menyamar diri mereka dengan menampakkan diri sebagai malaikat-malaikat terang 2 Kor 11:14-15. Rasul Yohanes memerintahkan kita untuk menguji setiap roh bagi melihat kalau-kalau itu dari Allah 1 Yoh 4:1-3. Jadi jika kita salah memilih maka hidup lita keliru.  Istatilah membeda-bedakan roh  dapat kita lihat dalam 1 Kor 12:10 di mana Rasul Paulus mendaftar membeda-bedakan roh-roh sebagai salah satu dari karunia Roh kudus di mana disceretion itu adalah kerja dari roh kita dan berkerja di dalam batin/nous dan hanya roh kudus yang bisa mnolong kita untuk memiliki disceretion.

membeda-bedakan mempunyai konotasi”memilah-milah”, mengadakan perbedaan”, “menghakimi/menguji.” Ini sering disebut sebagai telinga ke-3 atau mata ke-3.

 Untuk dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan, kita memerlukan karunia pembeda-bedaan ini yang adalah salah satu dari kharisma Roh Kudus dan yang tinggal dalam Gereja. Hal ini khususnya benar didalam masyarakat sekuler masa kini, yang telah menurunkan kebenaran Allah dari tahtanya dan masing-masing orang dihimbau untuk mengarang/menemukan kebenarannya sendiri.”Diakrisis”, atau pembeda-bedaan disebut sebagai “ratu dari segala kebajikan” oleh Sophoronius dari Yerusalem.

Yohanes Kassianus menyebutnya sebagai “induk, penjaga, dan pembimbing dari pada semua kebajikan”. Tradisi monastik/kehidupan pertapaan dari Gereja telah selalu mengenali perlunya karunia pembeda-bedaan ini, yang untuknya Gereja selalu berdoa. Para Bapa-bapa rohani dipadang gurun semuanya sadar akan kecenderungan kita untuk menipu diri sendiri dan untuk mengikuti keinginan-keinginan kita sendiri sebagai ganti kehendak Allah.

Namun demikian pembeda-bedaan ini harus didasarkan pada kriteria-kriteria atau garis bimbingan-garis bimbingan tertentu. Garis bimbingan semacam itu ada dalam Gereja. Inilah beberapa diantaranya “SUARA HATI NURANI (Roma 2:14-15) adalah salah satu dari garis bimbingan semacam itu. Js. Yohanes krisostomos menulis, “bukalah pintu-pintu dari suara hati nuranimu dan lihatlah hakim itu duduk dipikiranmu.”

ALKITAB, adalah garis bimbingan yang lain yang membentangkan dihadapan kita kehendak dan kebenaran Allah yang diwahyukan secara ilahi. Garis bimbingan yang lain untuk menolong kita membedakan kebenaran adalah Aturan-Aturan ETIKA\MORAL/AHLAK dari Gereja.

Romo Stanley Harakas menulis,”Aturan-aturan etika/moral/ahlak adalah hikmat yang terakumulasi dari Gereja”. Itu berfungsi untuk melayani kita bagi menyelamatkan untuk terus menerus menghabiskan waktu dan tenaga didalam memutuskan secara baru dalam setiap situasi.”

Masih ada sumber yang sangat baik yang lain yang akan menolong kita dari kepalsuan/dusta adalah bapa rohani kita.

Js. Markus Sang Asketis misalnya mendorong anak rohaninya, Nikholas, untuk: “Melakukan usaha bergaul dengan, serta berada dengan, dan dibawah bimbingan dari bapa-bapa rohani yang berpengalaman, karena adalah berbahaya hidup sendiri, pada dirinya sendiri, tanpa bimbingan atau dengan orang-orang yang tidak berpengalaman didalam peperangan rohani…karena tipu muslihat dan kelicikan dari sijahat itu sangat besar”

 Garis bimbingan yang lain untuk menolong kita membedakan kebenaran adalah doa.”Pembedabedaan roh” adalah suatu karunia dari Roh Suci yang dikaruniakan kepada kita oleh doa. Ini mendorong kita untuk hidup didalam sikap berdoa terus menerus agar mempertahankan keterbukaan yang selalu hadir bagi bimbingan Roh Kudus. Allah telah berjanji untuk memberikan kita Roh Kudus untuk membimbing kita kedalam segala kebenaran (Yohanes 16:13).

Dengan demikian karunia membeda-bedakan yang memampukan kita untuk memilah-milah kebenaran dari kepalsuan/dusta, apa yang dari Roh Kudus dan apa yang dari roh-roh najis, menyatakan dirinya sebagai:

1. SUARA HATI NURANI, suara Allah didalam kita yang memuji kita kalau kita melakukan yang benar dan menghardik kita kalau kita melakukan yang salah (Roma 2:14-15).

2. ALKITAB yang adalah”pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”(Mazmur 119:1-5).

3. ATURAN-ATURAN ETIKA/MORAL/AHLAK Gereja yang merupakan hikmat dari Roh Kudus yang terakumulasi yang berdiam didalam Gereja sepanjang segala abad

4. BAPA ROHANI KITA, yang menghadirkan Roh Allah dan yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat

5. DOA yang mengundang Roh Kudus untuk datang dan untuk memasang kemah-Nya didalam kita. dengan demikian karunia pembeda-bedaan dapat disebut secara paling baik sebagai pembedabedaan yang penuh doa.

6. KEMURNIAN HATI, yang membersihkan mata dari jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat Allah dan kehendakNya yang kudus.”Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah”, demikian kata Yesus (Matius 5:8″). Dosa mengaburkan penglihatan kita akan Allah dan akan kebenaran.

Js. Gregorius dari Nyssa mengatakan, “setiap hawa nafsu mengandung didalamnya benih kematian karena itu menumpulkan roh pembeda-bedaan.” Supaya pembeda-bedaan yang berdaya guna terjadi, hati harus dipelihara didalam suatu status yang dimurnikan melalui pertobatan sehari-hari. Para Bapa dari Philokalia menganggap pembeda-bedaan sebagai mata atau lampu dari jiwa yang menunutun pada jalan Theosis (penyatuan atau panunggalan dengan Allah).

@ Perkataan desert farher tentang discretion

  1. Abba Poemen 60 : kemiskinan these are the working tools of the monastic life ada tiga orang yaitu Nuh (tidak terjebah pada kekayaan), Ayub (menderita dengan penuh kesabaran) dan Daniel (penuh dengan hikmat). Jika ketiga ini ada di dalam diri kita maka Allah ada di dalam diri kita.
  2. Seorang Eleder berkata : kehidupn para biarawa adalah berkerja, taat, meditasi, tidak menghakimi, tidak membidik dari belakang, tidak mengerutuk, sebab itu tertulis kamu yang mengasihi Allah akan membenci hal-hal yang jahat. Kehidupan seorang biarawan tidak melakukan hal-hal yang tidak adil, atau melihat hal-hal yang jahat, menjadi orang yang sok sibuk, tidak suka menghakimi/gosip, tidak sombong dan bertindak sembarangan tetapi penuh dengan discretion.
  3. Abba Anthony berkata bahwa : walaupun ia melatih tubuhnya sedemikian rupa tetapi dia masih jauh dari Allah sebab dia tidak memiliki discretion.
  4. Ada beberapa saudara-saudara yang datang kepada Anthony bercerita kepadanya tentang penglihatan-penglihatan yang mereka lihat lalu mereka bertanya kepada Abba Anthony : apakah penglihatan itu dari iblis?, di mana mereka melihat seekor keledai tetapi mati di tengah jalan jawab Anthony saya tau, tanya mereka mengapa kamu bisa tau Abba? jawab Anthony iblis yang menunjukan kepadakku. Jika kita punya discretion yang baik maka kita bisa membedakan apa itu berasal dari si jahat atau dari Allah.
  5. Anthony 13 berkata : ambillah panah itu dan panalah dan tarik dengan keras maka kata Elder itu jika saya menarik dengan keras maka panahku akan patah. Nah, dari situ kita mesti tahu kapan kita menarik orang, menegur orang dan semuannya itu di perlukan yang namanya discretion.
  6. Seorang elder berkata kepada Anthony : Pray for me, lalu Anthony menjawab bukan aku maupun Allah berbelas kasihan kepadamu selain dirimu sendiri.

Discretion adalah sebuah karunia spiritual yang memungkinkan seseorang untuk membedakan antara jenis-jenis pikiran yang masuk ke dalam pikirannya , untuk menilai mereka secara akurat dan untuk memperlakukanm ereka sesuai dengan itu. Melalui karunia ini seseorang dapat membedakan roh yaitu kemampuan untuk membedakan antara pikiran dan penglihatan yang di ilhami oleh Allah dan saran atau fantasi yang datang dari iblis. ini semacam mata atau lenteran jiwa dengan manusia menemukan jalannya di sepanjang jalan spiritual tanpa jatuh ke ekstrim sehingga termasuk kecapaian kebijaksanaan.

@ Propotion and Measure ( posisi atau ukuran )

Begitu penting kita melatih Discretion ini supaya kita bisa membedakan disiplin spiritual yang saleh dari kerajaan dari yang tirani dan iblis. Tanpa kita menyadari kesalahan kita dan mengetaui pontesi kita yang di berikan oleh roh kudus maka kita tidak bisa memposisikan atau mengukur diri kita apakah yang kita lakukan itu benar apa salah. Betapa pentingnya kita menimbang, membedakan, memilah-milah agar kita berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

Discretion di mana kita harus menjadi hakim atas diri kita, kita menimbang mana yang baik yang sesuai dengan kehendak Allah yang mesti kita kerjakan.

Ada seorang Elder berkata kepada desert farher bagaimana aku bisa bertemu/berjumpa dengan Allah? jawabnya dalam puasa, berjaga-jaga, berkerja keras, blaskasihan dan Discretion. Banyak orang berjuang dengan dagingnya tanpa Discretion tapi hasilnya kosong

Kesimpulan :

Sekarang pilihan ada di tangan anda. Terserah anda memilih jalannya Tuhan apa memilih pengertianmu sendiri yang akhirnya membawa kamu dalam suatu penyesalan, masalah yang akhirnya membuat anda terpuruk bahkan mau bunuh diri.

Ingat : Sekalipun kita nepsis, repetance dengan air mata, humility, mercy, prayer dan silence/hesychia jika kita tidak punya Discretion maka semua yang kita kerjakan adalah sia-sia.

Mulai saat ini mari kita memimbah, memilah, membedakan mana yang baik yang sesuai dengan kehendak Allah.

Leave a comment