Alkitab Adalah buku suci yang sakral yang di berikan kepada orang percaya. Didalam Alkitab kita perlu mengeksegesis atau menggali teks dengan memakai empat Lapisan dan 10 langkah. Apa saja Lapisan dan 10 langkah itu? Yakni:
Lapisan pertama: Historia/Sarkic/Literal dan Historical Meaning
- Teks asli: Bahasanya (Ibrani/Yunani)
- Syintac form: Struktur teks asli
- Terjemahan literal: Menerjemahkan kembali kedalam bahasa aslinya
- Syntactic content: isi syntactic berupa klausa-klausa dari terjemahan literal
- Konteks historis: Latar belakang sejarah penulisan
Lapisan kedua: Theoria/Noetik/Spritual/Mystical meaning
- Semantic content: Menguraikan syntactic content di atas dengan mentransformasi menjadi deep stucture kemudin di dukug oleh Christ centered and Ecclesial.
- Konsep teologis: dalam bentuk ide utama dan ide-ide pendukung yng di rumuskan dari semantic content di atas
- Ringkasan: Meringkas kembali
Lapisan ketiga: Moral/Psychic/Good works
- Aplikasi: Obediance atau ketaatan yang di kerjakan dengan sepenuh hati untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik 2 Tim 3:17
Lapisan keempat: Anagogi/Eskatologi
- Anagogi: Makin bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus
Disaat melakukan eksegesis sangat diperlu untuk mengetahui pengetahuan (rohnya) atau noetiknya untuk memahami isi Alkitab tersebut. Alkitab digunakan didalam gereja dan memiliki tujuan yaitu mengenal Kristus Yoh 20:30-31 supaya dengan mengenal Kristus kamu memperoleh hidup oleh Anak-Nya. Anagogi memperoleh hidup adalah kamu mempunyai hidup dalam nama-Nya. Alkitab merupakan Firman Allah yang benar di saksikan dan dinyatakan oleh gereja. Jadi yang menyatakan Alkitab adalah gereja (orang-orang percaya) bukan orang lain atau kekaisaran romawi. Dengan demikian Alkitab dan gereja tidak bisa di pisahkan dalam Rom 3:2 Allah mempercayai orang-orang beriman kepada-Nya untuk mengkanonkan Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu.
Tujuan dari Alkitab adalah menyempurnakan diri menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi saksi bagi dunia. Sehingga PB bukan hanya kitab komunitas milik orang tertentu seperti PL hanya untuk bangsa Israel tetapi menjadi misionaris yang di terjemahkan dengan berbagai bahasa sampai ke roma yang merupakan ujung dunia. Semua isi Alkitab berbicara tentang karya Allah yang besar bagi manusia. Why 22:20, Kej 1:1 Alkitab ada awal dan akhir (Alfa dan Omega). Kita perlu ketahui bahwa Allah yang ada di dalam Alkitab adalah Allah yang menyatakan dirinya kepada para nabi Ibr 1:1 bukan hanya satu kali melainkan berkali-kali. Yesus Kristus adalah puncak dari Alkitab itu dan yang menyatakan tentang Allah kepada manusia ciptaanya Yoh 1:18. Dengan membaca Alkitab, seseorang akan memiliki hubungan intim dengan Allah Gal 4:4 sebab di dalam Alkitablah kita mengenal hatinya Allah. Di dalam Alkitab mengajarkan cara berdoa, bernyanyi, menyembah, berpuasa, mengasihi dan lain-lain yang menuju pada perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah.
Lalu bagaimana cara menafsir Alkitab? Ialah dengan memakai 4 lapisan dan 10 langkah. Kitab suci bukan ditulis dengan bahasa yang tidak di mengerti atau tidak di ketahui oleh semua orang melainkan dengan berbagai bahasa bahkan di terjemahkan sampai ke bahasa daerahnya dengan tujuan supa setip orang yang membacanya mengerti. Yesus sendiri memakai perumpamaan agar setip orang yang mendengar mengerti.
Refleksi
- Dengan membaca Alkitab seseorang akan mengenal Kristus dan karya-Nya juga mengenal hatinya Allah.
- Alkitab mudah untuk di baca karena di terjemahkan dengan berbahgai bahasa.
- Gereja dan alkitab tidak bisa di pisahkan karena yang menyatakan Alkitab adalah gereja (orang-orang percaya).
- Tujuan dari Alkitab adalah menyempurnakan diri menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi saksi bagi dunia.
- Yesus Kristus puncak dari Alkitab yang menyatakan tentang Allah kepada manusia ciptaanya.
- Cara menafsir Alkitab ialah dengan menggunakan 4 lapisan dan 10 langkah