Setiap orang tidak suka yang namanya menanti. Kita belajar tentang kehidupan Rut yang menunggu menantikan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Sebelumnya dulu mari kita buka Alkitab kita sebagai ayat pengantar dalam mazmur 37:7 “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. penantian bukan hanya sekedar medapatkan jawaban apa yang kita inginkan di dalam hidup ini. Tetapi bagaiman kita menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah. Sekarang ini kita dalam keadaan penatian menantikan jawaban doa yang kita panjatkan kepada Tuhan atau menunggu jawaban atas doa-doa kita. Menunggu itu bukan hanya sekedar kata-kata tetapi butuh tindakan perbuatan apa yang akan kita lakukan. Apa lagi orang yang sedang jatuh cinta, menunggu 5 menit saja bagaikan menunggu satu hari, kenapa bisa begitu karena tidak adanya rasa sabar. Ingin pengen bertemu. Saudara, Seberapa lama kita menunggu jawaban atas doa kita. Jika kita melihat Rut dia adalah seorang yang hidup di dalam penantian atau menunggu. Apa yang dia lakukan Rut ketika dia dalam penantian saudara? ia tetap sabar kerena apa yang dia nantikan bukan hal yang sepele. Rut adalah seorang perempuan Moab yang di mana ketika Elimelekh dan keluarganya pergi ke moab dia mengambil perempuan moab menjadi istri bagi kedua anaknya mahlon dan kilyon. Rut adalah menantu Naomi yang tidak mau pisah dengan Naomi di mana menantunya orpa telah pergi meninggalkan Naomi. Banyak orang berkata karena rut dan Naomi tidak satu atap makanya mereka itu tidak pisah, mungkin karena Orpa menantu Naomi yang pertama jadi tidak akan berpisah dengan Naomi dan mereka selalu bertengkar jadi ketika Naomi berkata dalam ayat yang ke 1:11-14 Orpa pergi meninggalkan mertuanya dan Rut.
Apa
inti pemeliharaan Tuhan? Inti pemeliharaan Tuhan dalam hidup Rut adalah di nama
Tuhan memakai Dia untuk mendatangkan Dia di bumi ini. Seberapa lama kita
menatikan atau menunggu jawaban doa kita? Mungkin saat ini ada di antara telah
bosan, malas, merasa capek kerena doa kita tidak terkabulkan.
Menunggu
itu harus di sertai ketaatan dalam Rut 3:5-6 “Lalu kata Rut kepadanya:
“Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan”. Sesudah itu pergilah ia
ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan
mertuanya kepadanya. Nah bapa ibu pagi ini kita belajar tentang ketaatan di
mana dengan menunggu atau menantika apa yang kita inginkan perlu yang namannya
ketaatan. Jadi pertama yaitu: Ketaatan. Di
dalam cerita Rut baru kali ini kita meliha mertua dengan menantu itu akur,
cocok, sesuai, seia-sekata atau satu hati. Sangki akurnya, Rut melakukan apa
yang di perintahkan Naomi kepadanya. Di sini di katakan “ segala yang engkau
katakan itu akan ku lakukan. Segala di sini adalah semua,seluruh, atau segenap.
Berarti daklam hal ini apa yang di perintahkan Naomi kepada Rut akan di lakukan
tanpa berkata ia nanti saya lakukan, atau tunggu sebentar saya akan lakukan
atau ia pasti saya lakukan. Bapa ibu saudara Rut bukan sekedar menuruti apa
yang di katakana oleh Naomi mertuanya tetapi dia juga mempertanggung jawabkan.
Apa yang dia ucapkan serta apa yang dia lakukan.
Jadi ketaatan
berkata bagaimana kita bertanggung jawab. Suatu hari ada seorang anak yang
berumur 19 tahun sedang berkerja di toko Mutiara. Setiap hari di a berangkat
dari rumahnya pukul 06:00 pagi dn pulang 06:00 sore suatu hari di melakukan
perkerjaanny dengan penuh ketaatan tetapi ketiak suatua hari hari yang tidak
terduga dia mencuri uang sebesar 500.000 di dalam laci dan menaiki barang yang
akan di jual. Ketika pemilik tokoh bertanya kepadanya suatu hari dia berkata
tidak semua yang bapak katakan itu tidak benar. Bapak itu juga percaya karena
anak yang berkerja kepada dia itu taat datang dan pergi tepat seperti apa yang
akan di sampaikan. Terkadang kita itu taat dengan apa yang kita lakukan tetapi
tidak bertanggung jawab. Nah di sini kita di tunntu bagaiman kita bertanggung
jawab dalam ketaatan kita supaya pada akhirnya apa yang kita nantikan akan kita
dapatkan. Ilustrasi dia atas menggambarkan bahwa ada banyak orang yang taat
tetapi tidak bertanggung jawab. Jadi sekalli lagi ketaatan menuntut kita
bagaimana kita bertanggung jawab. Setiap orang bapa ibu saudara di beri waktu
yang berbeda-beda dalam penantian atau dalam menunggu. Sama seperti dalam
tokoh-tokoh Alkitab : di mana
- Musa menunggu 40
hari waktu dia di panggil oleh Tuhan
- Ester menunggu 3
hari untuk masuk ke dalam istana
- Yusuf menunggu 3
tahun waktu dia di pakai Tuhan
- Nuh 120 tahun
- Yakub 20 tahun
- Daud 12
- Dan lain-lain
saudara
Dalam setiap
pergumulan yang ada di tempat ini bukannya Tuhan tidak mau tolong tetapi Dia
mau kita taat menatikan atau menunggu apa yang kita inginkan. Jadi seberapa
banyak saudara menunggu atau menantikan jawaban Tuhan dalam kehidupan saudara
setiap hari. Jangan sampai ketidak taatan bapa ibu saudara memperlambat
pertolongan Tuhan dalam kehidupan saudara. Bapa ibu saudara ketidak taatan kita
terantung oleh pikiran kita. Kita tidak taat karena semua yang kita inginkan
semuanya istan “serba cepat”. Dan di balik ke istanan butuh juga proses seperti
mie. Masak mi istan saja butuh waktu 3 menit apalagi doa kita yang kita
panjatkan. Ketidaktaatan di dalam pikiran kita membuat kita tidak bisa
bergerak. Jadi jika kita menunggu menunggulah dengan taat dan setia. Banyak
orang taat bukan kerena cinta tetapi karena takut. Sama seperti waktu saya
kuliah jika ibu feni masuk yang mengambil mata kuliah Hermeneutik saya pertama
masuk kelas itu bukan karena saya suka tetapi karena saya taku pada orangnya.
Karena saya tidak tahu ketika saya melihat dia sekalipun saya belum berbuat
dosa saya sudah gemetar apalagi jika dia ngomong kepada saya. Saya jadi
gemetar. Jika saya masuk kelasnya dia berkata kepada saya Ribala mengapa kamu
bengong apa kamu tahu apa yang ibu sampaikan?
Dia orang nya baik dan mengerti keadaan orang lain tetapi saya tidak
tahu kenapa tiba-tiba saya takut padanya akhirnya semester dua saya
memberanikan diri bicara sama dia hingga kami sekarang menjalin hubungan dengan
baik. Sama juga jika dia sebagai pegawai kantor dia datang kekantor lebih awal
karena dia takut di marahi bukan karena dia cinta pada perkerjaannnya. Tuhan
mau dalam kehidupan kita adalah kita taat karena kita mengasih atau karena
cinta. Memang ketaatan sulit kita lakukan. Namun jika kita cinta Tuhan bukan
karena takut tetapi karena kita cinta kepadanya. Orang yang lagi jatuh cinta
kepada seseorang jika orang yang dia cintai itu marah dia akan berkata lembut
contohnya katanya yang lembut :”ia…., jangan marah dong….., ia aku minta
maaf,…. Dan lain sebagainya yang berupa rayuan. Nah ini yang akan kita nyatakan
kepada Tuhan. Setiap kali kita berkata Aku mengasihi engkau Tuhan dengan
segenpap hidupku tetapi jika kita di tuntut taat maka kita akan mundur. Jadi
apapun yang keluar dari mulut kita mari kita melakukannya karena cinta dan
taat. Menunggu atau menanti bukan hanya dengan ketaatan tetapi juga dengan
sabar dalam Rut 3:7-8 “Setelah
Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan
diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu
dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan
berbaringlah ia di situ. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah
orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan
berbaring di sebelah kakinya. Pertama kita di tuntut untuk menunggu dengan taat
sekarang kita menunggu dengan sabar. Rut menunjukan kualitas dirinya di dalam penatian,
dimana dia menunjuka masa panantannya sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan
kepadanya. Rut menunjukan kesabarannya seuatu hal yang baik. Di mana jika kita
analis janda yang maasih mudah dan belum punya anak pengen atau ingin mencari
pengganti suaminya yang sudah meninggal. Kenapa orpa pulang dan tidak mengikuti
Naomi? Karena dia tidak sabar. Katika Rut ada si bawah kaki Boaz di dalam
penggirikan dia dia bukan seperti perempuan yang genit ada aja dia langsung merangkul
Boaz atau melakukan hal-hal yang aneh tetapi apa bapa ibu dia cuman diam saja dan
menuruti apa yang di katakan mertuanya Naomi kepadanya. Rut tidak mendatangkan
omongan orang di dalam dirinya di mana karena dia tidak punya suami maka dia melihat
laki-laki lain dan membuat sesuatu sehingga orang mengata-ngatai dia, namun apa
yang dia lakukan dia hanya mengumpulkan jelai yang jatuh di ladang Boaz oleh
pengerjanya.Tapi sekarang kenapa kita tidak sabar? kita tidak sabar karena kita
takut. Ketakutan mendatangkan jerat yang akan membuat kita menjadi tidak sabar
dalam menunggu karena di dalam hati kita selalu ada kata jngan-jangan…… nah
kata inilah yang membuat kita tidak bisa sabar menunggu. Sama seperti seorang
lelaki yang sedang jatuh cinta dan janjian di suatu tempat, ketika orang yang
dia cintai tidak muncul datang selama lima menit hatinya kacau di dalam hatinya
berkata :
“jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi padanya” atau
“apakah dia lupa janjinya” atau “ada rasa marah” dan lain sebagainya. Hal itu
bisa terjadi karena dia takut dan kuatir. Ketakutan kita menghancurkan apa yang
kita inginkan. Menunggu membutuhkan kesabaran. Sama seperti waktu saya kuliah
di dalam asrama kami, siswi ada 46 orang sedangkan kamar mandi cuman 7 ketika
kami masuk kuliah pagi benar-benar membutuhkan yang namanya kesabaran karena
ada orang jika mandi, dia itu cepat. Ada pula yang lambat sampai pintu di ketuk
besar-besar. Sangki antrian ada tema-temanku masuk kuliah tanpa mandi termasuk
saya, dari pada saya terlambat, mandinya nanti jika waktu makan siang karena
waktu istrahat satu jam. Di zaman sekarang ini sangat sulit menemukan orang
yang sabar karena semuanya instan. Bukankah sabar itu salah satu buah dari
Roh? Orang pemarah tiba-tiba ketika dia
jatuh cinta akan menjadi orang yang sabar. Karena ketika di marahi dia jawab :
“ia sayang……”. (dengan suara lembut). Waktu
saya SMA saya mempunyai teman dia berkata selesai saya SMA saya akan menikah
dengan pacar saya karena dia sangat mencintai saya tetapi setelah barusan
kemarin saya buka Fecebook dia berkata begini sama saya Rib, harusnya saya
menunggu karena apa yang saya bayangkan dulu tidak sesuai dengan apa yang kini
kurasa. Jangan sampai ketidak sabaran kita membuat jerat dalam hidup kita.
Sehingga pada akhirnya kita berkata : harusnya saya menunggu dengan taat dan
sabar. Jika kita dalam keadaan menunggu sekarang marilah kita menunggu dengan
taat dan sabar. Kita akan menjalin hubungan yang erat (intim) dengan Tuhan
bukan sekedar dekat. Intim itu melekat ada hubungan yang erat (tidak terpisah)
berbeda dengan dekat karena dekat itu tidak jauh atau hampir dalam arti hampir
melekat tetapi belum melekat. Ketaatan dan kesabaran membuat kita semakin
melekat kepada Tuhan.
Jika Tuhan membuat masa
saudara menunggu
Saudara berada dalam
jalir yang benar karena dengan menunggu kita memperoleh pertolongan Tuhan,
mijizat Tuhan dan berkat-berkatnya di dalam kehidupan kita
Karena
Menunggu bukan hukuman
tetapi persiapan.