Proses lahirnya benih Ilahi (buah Roh Gal 5:22-23)

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : 2 (dua)

Dosen              : Dr. Hendy Wijaya S.s

M. K                : Study PB 3 (Rom-Fil)

Tugas               : ke-3

Nilai                : 98

Proses lahirnya benih Ilahi

Buah Roh dalam Galatia 5:22-23 tidak bisa di lihat secara kasat mata (fisik) tetapi hanya di lihat melalui mata rohani melalui iman percaya kepada Yesus kristus. ?? jika kita pikirkan mengapa di pakai buah Roh ada apa dengan buah Roh ? karena buah Roh adalah buahnya Roh kudus yang berasal dari Allah. Ibarat seperti buah. Jika pohon itu apel maka ia menghasilkan buah apel. Jika pohonnya pisang maka akan menghasilkan buah pisang. Jika pohonnya manga akan menghasilkan buah mangga.  Jika kita ketahui dan pahami setiap ada buah selalu ada pohon di mana buah berasal dari pohon. Dan jika pohon sudah pasti ada akar, dan buah. Sekali lagi hal ini tidak dapat dilihat secara jasmani tetapi hanya melalui iman (kerja iman). Nah di bawah akar atau sebelum adanya akar harus adanya dulu benih dan benih itu berasal dari buah (buah Roh). Buah Roh berasal dari Allah dalam 1 Yoh 3:9 “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah” berarti dalam hal ini mewarisi benih Allah (lahir dari Allah). contoh yang lahir dari Allah adalah Yesus kristus.

            Dalam lukas 1:34-35 “Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” berarti Roh kudus akan turun keatasmu  dan Dia menaungi (Bahasa kasarnya menghamili ) engkau berarti dalam hal ini adanya kerja roh kudus. Sama seperti jika kita analisi di dalam kehidupan kita di mana perempuan itu mempunyai ovum dan sel ovum inilah yang di pakai oleh Roh kudus contoh kecilnya seperti kedua orangtua kita jika tidak ada pertemuan dari sperman dan ovum maka kita tidak lahir.  bukan secara tiba-tiba Yesus langsung turun kedunia (plakk). Orang yang lahir dari Allah harus di pertemukan dari dua benih antara lain secara jasmani sperman yang di miliki oleh laki-laki dan ovum yang di miliki oleh wanita tetapi secara rohani yaitu benih Allah ( benih Roh kudus dan benih Maria baru lahirlah Yesus. sama seperti kita adanya benih Roh. Sekali lagi lahir dari Alah harus ada dua benih yang bertemu. Yaitu air dan roh. Coba kita baca dalam Yoh 3:5 “Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. ??? jika kita pikirkan apa itu benih air dan Roh ?. mari kita bahas satu-satu :

  1. Roh

Dalam Rom 5:5 “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. berarti di sini adanya curahan kasih Allah dalam Roh berarti mencurahkan kasih Allah kedalam hatinya kita di mana hati kita ibaratkan Rahim tempat pertemuan benih. ??? jika kita pikirkan lagi apasih isi dari kasih Allah? isi dari kasih Allah adalah anaknya yang tunggal yaitu Yesus kristus dalam Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Di mana Allah mengutus anaknya menjadi pendamai, penebus, mengalahkan dosa dengan jalan memberi nyawanya dalam 1 Yoh 4:9-10 “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. kristus memberikan nyawanya karena jika tidak ada yang di korbankan maka tidak ada pengampunan dan korban itu adalah Yesus sendiri dalam 1 Yoh 3:16. Jadi perlu kita ketahui bahwa inti dari kasih Allah adalah menyerahkan anaknya. Bicara tentang nyawa adalah bicara tentang darah dan daging. Dalam Yoh 6:54-56 di sini di sebut daging dan darah itu adalah nyawa. Daging dan darah ini harus di makan dan di minum dalam arti di masukkan kedalam hati supaya menyatuh dengan darah dan daging kita. daging dan darah kristus tidak akan berkerja di dalam kehidupan kita jika kita hanya melihat tanpa melakukan tindakan. Jika daging dan darah menyatuh maka lahirlah kamu.

  • Air

Air di lambangkan baptisan dalam Rom 6:3-6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.  Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Berarti di dalam hal ini baptisan adalah menyatuh atau ikut ambil Bagian dalam kematian, penyaliban dan kebangkitan kristus. Baptisan berasal dari Bahasa Yunani adalah Baptizo yang artinya menyelam. Kita bisa manunggal dengan Allah dalam bentuk baptisan dan inilah yang di sebut benih air. Jadi jika kamu manunggal dengan kristus kamu harus di baptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh kudus. Dengan tujuan supaya kita berbuah bagi Allah kita, kita harus menjadi milik orang lain yaitu milik Dia yang bangkit dari antara orang mati lalu naik kesorga. Siapakah Dia? Yaitu Yesus. kita jangan salah percaya karena zaman sekarang banyak yang bernama Yesus karena ada yesus yang pemain bola, ada yesus yang seorang tukang kebun dan lain sebagainya tetapi yang kita percaya adalah Dia yang bangkit dari antara orang mati. Dengan baptisan maka kita

lahir baru dari air dan roh. Air itu adalah peristiwa baptisan di mana kita di kawinkan dengan kristus atau di persatukan dengan kristus (di manunggalkan dalam kematian, penyaliban dan kebangkitan kristus. dan ini di kerjakan oleh iman di mana Iman kita dan Anugrah menyatuh. Di mana Roh itu adalah Anugrah Allah (kasih karunia Allah) sedangkan iman adalah benih manusia dalam Ef 2:8. Setiap manusia mempunyai benih tetapi benih yang di miliki oleh manusai telah mati dalam Efesus di katakan kamu dahulu telah mati akan pelanggaran-pelanggaranmu. Tetapi kini benih ini telah hidup kembali ketika bertemu dengan kristus dalam arti percaya kepada kristus. Yesus adalah manusia sehingga Dia bisa merasakan sakit dan Dia juga Anak Allah sehingga Dia bangkit lagi dari kematian (Ia mengalahkan maut). Jadi setelah kita lahir baru dalam Air dan Roh kita harus dituntut untuk berbuah. Dengan cara membaca Firman dengan tujuan supaya hati kita di perbaharui. Sama seperti waktu Yesus menjawab kepada murid-muridNya “Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah dalalm Yoh 23-24. Berarti jika sebuah benih menghasilkan buah dia harus mengalami kematian dan dengan mati ia akan membuat akarnuya supaya ia mengalami sumber kehidupan. benih Ilahi yang di buat itu subur atau tidak tergantung pada tanah yang ia tabur. Sama seperti dalam Matius 13:1-8. Benih ini bagaikan Firman Tuhan yang di taburkan kedalam hati kita, ia bisa memberi buah tergantung bagaiman hati kita untuk menerimanya. Ketika kita sedang baca Firman itu pertanda bahwa kita sedang menyiram atau merawat benih Ilahi di dalam hati kita. orang yang sudah menjadi milik Tuhan harus bisa menyalibkan keinginan daginya baca dalam Gal 5:19-21. Karena dengan mematikan benih itu akan menghasilkan akar di mana pada akhirnya baca dalam Kol 3:4. Untuk mematikan keinginan daging iadalah melalui proses pertobatan,. Ketika pohon itu berbuah serta berakar akan terus bertumbuh dan inilah pertobatan yang terus menerus tiada pernah berhenti (setiap hari). karena Iman + Perbuatan maka menghasilkan kekudusan, pertobatan dan buah Roh.

Aplikasi

setelah saya di baptis mengalami yang namanya lahir baru maka saya akan mengerjakannya supaya aku menghasilkan buah yaitu buah-buah kasih supaya pada akhirnya nanti ketika Kristus menyatakan dirinya maka saya akan itu di nyatakan karena hanya orang yang ada di dalam kristuslah yang kristus nyatakan. untuk menghasilkan buah kasih yaitu saya seorang gadis yang berumur 19 tahun tinggal di dalam asrama yang perlu saya kerjakan dari hal kecil adalah

  1. berbagi bukan karena kelebihan tetapi dalam kekurangan
  2. membaca Firman sebelum tidur untuk menyirami jiwaku paling tidak 2 pasal
  3. memandang sesuatu itu dalam kaca mata kristus bukan secara manusia.

Reading The Bible

Di dalam membaca kitab suci ada 8 hal yang perlu kita lakukan supaya kita kaya dalam membaca serta mengerti Firman Tuhan yang di tulis oleh nabi-nabi Allah kepada kita. kita tahu dulu bahwa membaca kitab suci adalah sebagai jendela bagi kita untuk mengerti mengetahui kehendak Allah kepada kita. ada delapan langkah dalam membaca kitab suci agar kita kaya dalam menggali mengetahui isi hatunya Tuhan yaitu:

  1. Teks/syntax form atau pengetahuan
  2. Terjemahan literal dalam arti terjemahan asli (Yunani/Ibrani/Nkj)
  3. Poin-poin syntax dalam terjemahannya
  4. Poin-poin semantic dengan mengolah data sendiri
  5. Konsep teologisnya di ikuti dengan :
  6. Ide utama
  7. Ide pendukung
  8. Aplikasi
  9. Menganalisis atau berinteraksi dengan teks-teks lain seperti christ centered and ecclesial
  10. Meringkas kembali apa yang telah di analisis

Di samping 6 langkah dalam membaca kitab suci ada 5 level yang perlu kita perhatikan bersama :

  1. Pengetahuan dalam arti fokus pada teks itu sendiri atau menggunakan pikiran penulis
  2. Memahami apa yang di sampaikan oleh teks tersebut
  3. Penerapan/aplikasi dalam arti apa yang kita ambil sebagai obediance kita dengan apa yang kita pahami tersebut (yang merupakan ketaatan)
  4. Menganalisis dalam arti menjabarkan atau menguraikan dengan menggunakan 5W+1H
  5. Baru meringkas isi yang telah kita uraikan

Di samping itu ada 4 langkan yang harus kita perhatikan bersama

  1. Christ centered (fokus pada kristus) karena apapun yang di bicarakan dalam PL atau PB adalah kristus
  2. Obediance, ini merupakan sesuatu yang harus kita kerjakan.
  3. Berinteraksi dengan Christ centered dan bapa-bapa gereja dengan tujuan supaya kita tidak salah dan di penuhi dengan kebenaran. Karerna kenapa pada zaman sekarang banyak orang yang mengituk ayat Aalkitab tetapi salah untuk menafsirkannya karena apa yang dia inginkan adalah yang enaknya saja.
  4. Personal ini sesuatu hal yang harus di turunkan kedalam hati supaya dengan kita melakukan hal diatas ada sesuatu yang berubah di dalam diri kita.

Contoh

Lukas 2:22-23

Now when the days of her purification according to the law of Moses were completed, they brought Him to Jerusalem to present Him to the Lord (Lk. 2:22 NKJ)

(as it is written in the law of the Lord, “Every male who opens the womb shall be called holy to the LORD “), (Lk. 2:23 NKJ)

and to offer a sacrifice according to what is said in the law of the Lord, “A pair of turtledoves or two young pigeons.” (Lk. 2:24 NKJ)

Καὶ ὅτε ἐπλήσθησαν αἱ ἡμέραι τοῦ καθαρισμοῦ αὐτῶν κατὰ τὸν νόμον Μωϋσέως, ἀνήγαγον αὐτὸν εἰς Ἱεροσόλυμα παραστῆσαι τῷ κυρίῳ, (Lk. 2:22 GNT)
καθὼς γέγραπται ἐν νόμῳ κυρίου ὅτι πᾶν ἄρσεν διανοῖγον μήτραν ἅγιον τῷ κυρίῳ κληθήσεται, (Lk. 2:23 GNT)

καὶ τοῦ δοῦναι θυσίαν κατὰ τὸ εἰρημένον ἐν τῷ νόμῳ κυρίου, ζεῦγος τρυγόνων ἢ δύο νοσσοὺς περιστερῶν. (Lk. 2:24 GNT)

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,(Lk. 2:22 ITB)

seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,(Lk. 2:23 ITB)

dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

 (Lk. 2:24 ITB)

Poin-poin syntax

  1. Yesus di bawah di Yerusalem oleh kedua orangtuanya (Maria dan Yusuf)
  2. Yesus di serahkan kepada Tuhan
  3. Pada waktu pentahiran Yesus di serahkan
  4. Yesus di serahkan untuk di sucikan

Poin-poin simantic

  1. Menurut hukum taurat Yesus di bawah ke Yerusalem untuk di persembahkan kepada Tuhan sesuai dengan hukum Musa
  2. Sejak kecil Yesus miliknya Allah
  3. Yesus hidup di bawah Hukum taurat/Yesus tidak melanggar hukum Taurat
  4. Yesus di tahirkan pada 40 hari menurut Imamat 12:2-8
  5. Yesus hidup di keluarga yang sederhana sehingga Maria ibunya hanya mempersembahkan sepasang merpati

Konsep teologis

  • Ide utama : hari pentahiran Yesus
  • Ide pendukung :
  • Sesuai hukum taurat Musa
  • Yesus hidup di bawah hukum taurat
  • Yesus milik Allah

Aplikasi

Orang yang suci adalah miliknya Allah, sebab Allah itu suci dan Dia tidak berbaur dengan dosa atau kegelapan karena ia adalah Terang

Semantic content

Menganalisi semantic content harus berdasarkan pada poin yang telah kita dapatkan dari ide utama dan ide pendukung. Bukan hanya itu saja kita juga harus berinteraksi dengan teks-teks lain seperti christ centered and Ecclesial. Kenapa? Karena christ dan Ecclesiallah yang meluruskan pikiran kita sehingga kita tidak ngawur. Kafrena kebanyakan pada zaman sekarang banyak orang mengutip ayat lalu berkata ini bermanfat untukku tanpa dia belajar dengan sungguh-sungguh apa pesan yang di sampaikan dalam ayat yang dia kutip sehingga ia berkata ini ayat yang terberkati. Pada semantic content ini kita menguraikan dalam arti menjelaskan secara rinci supaya pesan yang kita sampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Membantu kita untuk memahami secara baik.

Personal

Setelah kita menguraikan di atas, kita meringkas kembali secara personal untuk di turunkan ke dalam hati. Tanpa kita turunkan kedalam hati apa gunanya bagi kita karena apa yang kita baca dari Alkitab adalah 2 timotius 3:16 “ segala tulisan yang di ilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajarkan, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kelakuan” dalam hal ini dapat kita simpulkan bahwa setiap kita membaca Alkitab kita apa yang perlu kita turunkan kedalam hati. Personal ini merupakan obediance kita (ketaatan).

Kesimpulan

Kita membaca Alkitab di mulai dari level pengetahuan dengna mengumpulkan data lalu membuat poin-poin syntax (terjemahan literal) dan poin-poin simantic. Baru kita buat outline konsep (konsep teologis) dengan menentukan ide utama dan ide pendukung. Lalu kita menganalisi degnan menguraikan poin-poin simantic serta berinteraksi dengan Christ dan bapa-bapa gereja. Hasilnya itu lah inti sari  (ringkasan, sintesis yang di tunkan kedalam hati) lalu aplikasi sebagai obediance.

Aplikasi

  1. Dengan saya membaca Alkitab saya melakukan hal ini supaya saya tidak menyesatkan orang dengan menafsir sesuai dengan keinginan sendiri
  2. Setiap saya membaca Alkitab,  apa yang merupakan obediance saya yang saya turunkan kedalam hati
  3. Ketika saya membaca Alkitab saya membaca dengan sungguh-sungguh.

pentingnya Belajar Teologi

Mengapa kita perlu belajar tentang teologi?. Apa dampak bagi kita yang belajar tentang teologi?. Tidak semua orang mengerti tentang teologi maka dari itu marilah kita belajar bersama-sama untuk menumbuhkan iman percaya kita kepada Yesus kristus. Jika kita lihat dan perhatikan bersama di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selalu berbicara tentang kristus walaupun di Perjanjian Lama hanya merupakan bayang-bayang kristus tetapi di dalam Perjanjian Baru kita langsung melihat dengan jelas bahwa Dia yang telah di Nantikan telah mengambil rupa seorang manusia sering di sebut sebagai inkarnasi. Di mana kita dapat melihat, merabah dan menyaksikan sendiri. Di dalam Perjanjian Lama dalam Kitab Kejadian 3:15 berbicara tentang janji Allah yang akan di genapi oleh Yesus kristus. Di mana keturunan si perempuan itu adalah keturunan Maria sendiri yang berasal dari keturunan Daud. Di dalam kitab keluaran jika kita lihat dan perhatikan apa hubungan kemah suci dengan kristus? Yaitu Kemah  Suci atau Tabernakel merupakan bayang-banyang kedatang kristus di mana kristuslah yang menggenapi Kemah Suci tersebut. Di dalam kitab Imamat berbicara tentang korban-korban yang di persembahkan kepada Allah tetapi korban tersebut akan di genapi oleh Yesus kristus dimana Dia adalah korban yang sejati yang di pilih Allah. dalam Yesaya juga berbicara tentang pengorbanan kristus di atas kayu salib. Yunus tiga hari di dalam perut ikan mengambarkan bahwa Yesus kristus mati selama tiga hari dan akan bangkit kembali di dalam tiga hari. Bahtera Nuh melambangkan siapa yang di dalam kristus akan memdapatkan keselamatan. Jadi di dalam  Ibrani 1:1-2 Allah berbicara kepada Para nabi tentang Kristus. Di mana puncak yang di bicarakan Allah kepada para nabi Yaitu kristus. Akan tetapi sekarang Firmannya itu sendiri turun menjadi manusia. Jadi apa yang di ceritakan oleh para nabi semua di genapi dengan kedatangan Kristus. Kristus sudah ada jauh sebelum dunia di ciptakan di mana Dia bersama sama dengan bapa (Dia berada di pangkuan Bapa). Bapa yang menjadi sumbernya, Kristus yang menjadi pola ciptaanya dan Roh kudus yang memberi kehidupan. Tujuan Alkitab di tulis supaya kita mengenal kristus dan apa yang di bicarakan dalam PL dan PB selalu berkaitan tentang kristus. Jika kita pikir kita pasti bertanya lho kok bisa? Karena ada kuasa Roh kudus dimana Roh kudus yang mengilhami para nabi yang menulis Alkitab yang menunju pada kristus baik PL maupun PB. Jadi di sini kayak adanya benang merah yang terus menyambung yang tidak bertentangan satu sama lain. Roh kudus mengajari tentang kristus karena hanya Roh kudus yang mengenal dan memahami pikiran Allah. ketika kita belajar Alkitab semuanya bicara tentang kristus. Apabila kita belajar Alkitab kita semakin mendalam maka kita akan mengenal siapakah diri kita yang sebenarnya.

Aplikasi

Semakin kita belajar tentang Alkitab maka semakin kita mengenal tentang kristus. Semakin kita mengenal kristus maka semakin kita mengenal siapa diri kita sehingga pada akhirnya di dalam hidup ini tidak ada yang perlu kita sombongkan.

Kristus adalah Tangga Kehidupan

Kehidupan setiap manusia seperti seseorang yang ada di dalam sebuah sumur yang paling dalam. Kenapa bisa? Karena di samping kiri kanannya di penuhi dengan kegelapan. Kegelapan di lambangkan sebagai dosa. Sedangkan di atas sumur adanya terang di mana terang di lambangkan sebagai kasih Allah. coba kita bayang bagaimana jika kita jatuh kedalam sumur yang paling dalam dan ingin berusaha untuk naik keatas untuk mendapatkan hidup, sekalipun kita berusaha sekuat tenaga bahkan mati-matian paling tidak kita naik sampai satu meter lalu jatuh lagi. Lalu bagaiamana caranya supaya kita bisa naik keatas untuk mendapatkan kehidupan atau terang kemulian (kasih Allah). karena dalam roma 3:2-3 “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dos”à dalam hal ini semua manusia berarti sudah mati karena dosanya akan pelanggaran-pelanggaran. Jadi sehebat apapun usaha kita, kita tidak bisa mendapatkan terang itu karena ada sesuatu yang mengahalangi kita. yaitu dosa. Kita bisa naik keatas itu karena adanya usaha yang berasal dari atas (Allah) untuk menyelamatkan manusia ke dalam dosa yaitu Yesus kristus kristus ini ibarat tangga bagi kita untuk naik keatas. Tanpa tangga seseorang tidak bisa naik keatas. Kristus adalah tangga kehidupan bagi kehidupan manusia (yang bisa menyelamatkan manusia). Yoh 14:6 “jalan Yesus kepadanya : akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepoada bapa tanpa melaui aku”. Berarti hanya kristuslah yang dapat memberi kita jalan, kebenaran dan hidup di mana Dia sendiri yang menyatakan hal demikian. Nah, ketika tangga itu diturunkan kepada kita kebawah, kita yang ada di dalam sumur tersebut harus merespon dengan memegang dan menaiki tangga tersebut. Sama artinya ketika kristus datang kedunia ini kita harus merespon dia dengan iman percaya. Apabila kita diam saja maka kita tidak bisa naik keatas untuk mendapatkan terang yaitu hidup (tidak selamat). Dalam hal ini perlu adanya usaha dan kerja keras. kita itu aktif setelah kita mendapatkan tangga tersebut bukan pasif. Tangga itu adalah kasih Allah. memegang dan memanjat itu adalah iman. Dalam Ef 2:8 “ sebab karena kasih karunia kamu di selamatkan oleh iman itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri”. Berarti dalam hal ini kita di selamatkan karena iman. Tangga adalah Anugrah (Yesus kristus). Keselamatan bersinergi dengan Anugrah Allah + Iman. Menaiki tangga tidak langsung naik keatas tetapi di naiki dengan satu persatu dalam Yak 2:17 “demikian juga halnya dengan iman jika iman itu tidak di sertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. Berarti iaman harus di tambah dengna perbuatan. Di pegang tanpa nenaikit tidak mendapatkan keselamatan, karena tidak mungkin kita pegang saja tetapi tidak menaikinya coba bayangkan kita saudara pegang tangga tanpa menaikinya ?? apakah saudara bisa naik keatas?. Demikian juga iman tanpoa perbuatan 2 Pet 1:5-7 “justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sunggu  berusaha untuk menambah imanmu kepada kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri kepada penguasaan diri ketekunan dan kepada ketekunan kesalehan dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih kepada semua orang”. Juga dalam I Kor 11 iman tanpa kasih bagaikan gong yang nyaring bunyinya. Jadi orang kristen berbuat baik bukan karena selamat tetapi supaya dia untuk merespon kasih Allah (menaiki tangga) semakin kita menaiki tangga maka kita semakin dekat dengan terang. Jika kita sudah mulai menaikinya maka kita mulai lahir baru Yoh 3:6 juga I Yoh 1:1-4 rasul Yohanes telah memegang tangga tersebut dan dia sudah menaiki, bukan hanya menaiki tetapi dia juga bersaksi kepada oranglain. Jikak ita tidak mengalami maka kita tidak bisa bersaksi dengna tujuan supaya kita bersama-sama pararasul sehingga pada akhirnya kita semua bersukacita. Yoh 17:3 hidup kekal adalah mengenal Allah dan Yesus kristus. Tetapi pada akhirnya nanti banyak mesias-mesias palu yang akan memberikan tangga keselamatan, mereka itu menyesatkan orang supaya orang-orang percaya padannya Mat 24:24. Makanya kita perlu belajar lebih banyak lagi supaya kita tidak mudah di sesakkan oleh nabi-nabi yang mengaku dirinya sebagai mesias. Memilih tangga yang akan kita naiki harus di penuhi dengan kehati-hatian karena kenapa banyak orang yang memberi tangga. ??? kenapa Yesus yang satu-satunya jalan keselamatan manusia karena dia adalah jalan kebenaran dan hidup. Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat Mat 5:17-20 tetapi Yesus datang untuk menggenapinya.

Aplikasi

Setelah saya menerima tangga yaitu Yesus saya tidak tinggal diam saja, saya harus menaikinya supaya aku mendapatkan hidup. Saya menaiki tangga itu dengan di penuhi perbuatan setiap hari seperti dalam cara berbicara bagaiamana ucapan saya memberi semangat baru bagi orang yang ada di sekitarku. Dalam hal berkerja saya berkerja sebaik mungkin supaya orang-orang yang melihat dapat merasakannya. Serta mengerjakan tugas yang telah di berikan degan sunggu-sungguh. Serta peduli satu sama lain Amin.

Allah Trinitas/Tritunggal

Dalam 1 Kor 3:11 “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Kristus adalah fondasi atau dasar. Jika kita berbicara tentang :

  • Gereja
  • Keselamatan
  • Dosa
  • Manusia
  • Inkarnasi
  • Akhir zaman
  • Penciptaan dan banyak dokrin lainnya, selalau berkaitan dengan KRISTUS.

Allah yang kita sembah adalah sebuah misteri yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran manusia karena manusia terbatas. Kristus adalah Firman-Nya Allah/ Logos-Nya Allah. Allah tidak bisa di buktikan secara rasional, penelitian, laboratorium atau dengan lainnya karena manusia itu cuman ciptaan. Manusia cuman hanya bisa menjelaskan sebagian dari Allah tetapi tentang bukti melihat Dia manusia tidak bisa karena Dia di luar jangkauan manusia.

Kita manusia tidak bisa membuktikan akan Allah atau di pahami tetapi ketidak pahami akan Allah ada satu pribadi yang dapat kita lihat yaitu logos-Nya Allah, Firman-Nya Allah yaitu Kristus. Dalam Yoh 1:1 “pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Ayat 14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Yesus kristus ada di pangkuan Bapa atau di hadirat-Nya Allah atau di detak jantung-Nya Allah. Logos Allah keluar dari Allah. Kristuslah yang menjelaskan atau mewahyukan siapakah Allah itu. Jadi dalam hal ini hanya kristuslah yang mengerti, melihat, memahami siapa Allah itu. Karena Dia berasal dari Allah itu sendiri. Orang yang tidak pernah kita temukan tidak mungkin kita berbicara tentang dia atau menceritakan orang tersebut. begitu pula tentang Allah yang kita sembah. Belajar tentang tritunggal berarti kita belajar tentang KRISTUS.

Allah itu Roh dan roh itu tidak mempunyi daging atau secara kasat mata tidak dapat kita lihat dalam Yoh 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”. Yang menyatakan Allah itu Roh adalah Yesus kristus yang di tulis oleh Yohanes murid Yesus. Kristus menyatakan tentang Allah karena Dia berasal dari Allah. 1 Sam 11:6 “Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat”. Allah itu memiliki Roh. Roh Allah berkuasa di atas seseorang yaitu saul.

Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat. Yang menyalah-nyalah di sini adalah amarahnya saul.

Kej 1:1-3

Allah mencitakan langit dan bumi dan sumber dari segala sesuatu

Firman Allah yang menjadikan segala sesuatu

Roh Allah melayang-layang untuk mengayomi atau memberi hidup

Di dalam Kej 1:1-3 di situ di jelaskan bahwa ada tritunggal yang di tulis oleh musa yang di tuntut oleh logosNya Allah lewat kitab suci. Dalam 1 Kor 8:6 “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”. Allah itu di sebut Bapa Dia di sebut Bapa karena segala sesuatu berasal dari Dia, dan hanya ada satu Tuhan yaitu Yesus kristus karena melalui Dia segala sesuatu telah di jadikan. Dalam Ibr 1:2 “maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”  Yesus kristus Anak Allah melalui Dia telah di jadikan alam semesta ini. Kol 1:15-16 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. di dalam Dia telah di ciptakan segala sesuatu.

Allah itu satu tetapi tiga pribadi. Sering di sebut sebagai usia dan hipotasis di mana Allah itu satu hakikat dan tiga titik kesadar yaitu Bapa, Anak dan Roh. Tiga bukan dalam hitungan angka, jika di dalam hitungan mengapa bukan empat atau lima? Nah seperti inilah yang kita luruskan. saya katakan tadi bukan dalam bentuk hitungan tetapi dalam bentuk hakikat yaitu Bapa, Anak dan Roh kudus.

Bapa : sumber

Firman :menjadikan                      ke tiga hal ini tidak bisa di pisahkan

Roh kudus : menghidupi         

Manusia :

Siapakah manusia? Atau siapakah saya?. Orang yang mengenal kristus adalah mengenal siapa dirinya dalam Kej 1:26 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Yang menciptakan manusia adalah Firman Allah. Manusia itu adalah gambar dan rupa Allah. Yang menciptakan manusia adalah Allah dalam tiga pribadi di mana Dia berkata marilah KITA menciptakan manusia menurut gambar dan rupa KITA. Berarti dalam hal ini Allah itu jamak bukan tunggal. Kita terdiri dari Allah, Firman dan Roh kudus, ketiga inilah yang menciptakan manusia. Gambar itu di ciptakan atas dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan.

            Di dalam PL kristus sebagai layang-layang dan di dalam PB kristus itu berwujud.

Jika kita gambarnya Allah maka fotonya Allah ada di dalam diri kita. Allah yang kita sembah adalah rupa tetapi di sisi lain Dia itu adalah Roh. Waktu Allah menciptakan kita manusia duluan rupa baru foto atau gambar. Siapakah rupa Allah jika Allah itu Roh?. Rupa Allah yang di katakan di sini adalah logosNya Allah yang menjadi manusia. Gambar dan rupanya Allah ada di logosNya Allah. Logosnya Allah, Firmannya Allah adalah polannya manusia.

            Setelah Allah melukis gambarNya yaitu logosnya yang menjadi manusia lalu di ciptakanNyalah manusia terus menghidupi dengan menghembuakan nafasNya di hidung ciptaanNya tersebut yaitu manusia oleh RohNya. Jadi ada gambar Allah dan rupa Allah lalu di lukis oleh Allah dan di hembuskan nafas oleh RohNya. Gambar dan rupa Allah adalah kristus dalam Kol 1:15; Fil 2:6.

            Siapakah manusia itu? Manusia adalah gambar dan rupaNya kristus yang menjadi pola ciptaan manusia.

Pertanyaan???

            Kenapa kristus lahir dengan jenis kelamin laki-laki? Karena Allah membentuk rupa laki-laki dalam 1 Kor 11:2-11” Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu. Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan”. Jadi kepala laki-laki adalah kristus, kepala perempuan adalah laki-laki dan kepala dari kristus adalah Allah. Itulah sebabnya mengapa kristus berjenis kelamin laki-laki.

            Manusia adalah gambar dan rupa kristus yang kemudian berproses kembali kepada kristus dalam Gal 4:4; Yoh 3:2; Ef 4:15, di mana nanti semua manusia akan di ubah dalam sekejab mata menjadi seperti kristus dan di ubah sesuai dengan kepenuhan kristus. Kepenuhan atau kesempurnaan hanya kita dapatkan di dalam kristus karena kristus adalah gambarnya Allah dan gambarnya Allah itulah yang menjadikan manusia.

Kenapa ketika adam dan hawa jatuh di dalam dosa kristus tidak berinkarnasi? Karena dalam Gal 4:4 ” Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat”. Kata genap waktunya ada di dalam rencanaNya Allah. Allah itu sutradara yang mengatur karena Dialah yang mempunyai naskah itu atau Dia itu scenario. Kristus datang bukan secara tiba-tiba tetapi menunggu waktu rencanaNya Tuhan karena semuanya itu sudah ada di ivennya Allah.

Aplikasi :

Berarti selama ini saya hidup itu semua kasih karunia bukan karena hebat dan kuatku. Aku bisa menghirup udara sampai saat ini itu karena nafas Allah ada di dalam diriku. Ketiga pribadi Allah yang berbeda ada di dalam diriku walaupun secara kasat mata saya tidak bisa melihatnya tetapi karena aku mempunya mata batin sehingga saya bisa merasakan kasihNya makanya saya bisa berkata seperti itu. Selama ini saya masih belum menerima diriku yang sebenarnya hingga aku berkata mengapa Tuhan menciptakan aku begini sehingga aku lupa bersyukur di dalam Dia. tetapi setelah aku belajar tentang Trinitas dan manusia aku sadar bahwa aku adalah ciptaan yang unik dari pada ciptaan yang lain di mana gambar Allah ada di dalam diriku dan itu adalah sesuatu yang sangat teristimewa dalam diriku dan kini saya mengerjakan keselamatan yang telah di kerjakan di atas kayu salib dengan takut dan gentar dengan lebih sungguh-sungguh lagi sehingga saya bisa ikut ambil bagian dalam kodratNya Allah.

Mengerjakan sesuatu itu dengan hati seakan-akan kristuslah yang saya layani. Seperti perkerjaan rutin, tugas dan bakti. Karena dengan perbuatan, perkataan, serta tindakan kita orang lain bisa melihat apakah kita orang yang sudah hidup di dalam kristus atau masih belum. Serta menjaga diri dari dosa karena Tuhan tidak suka orang yang berdosa tetapi mengasihi orang berdosa dan menjadi orang miskin di hadapaNya. Di mulai dari menjaga mulut, mata, pikiran, hidung, telinga, tangan , hati, dan kaki, karena roh memang penurut tetapi daging lemah. Serta meninggalkan jubah yang lama yang di penuh dengan duniawi atau keinginan daging.

Permurnian badani dan jiwani

Di dalam purification yang di murnikan ada dua yaitu jiwani dan badani. Kedua hal ini harus bisa di murnika. Hanya jiwani yang bisa memurnikan tubuh. Kenapa? Karena di dalam jiwa ada dua hukum yaitu hukum Allah dan hukum akal budi sedangkan di dalam tubuh ada satu hukum yaitu dosa. Jika tubuh yang mengendalikan jiwa maka semua yang di lakukan oleh tubuh berupa perbuatan akan melahirkan dosa, dimana di dalam tubuh adanya hukum dosa. Doa, askesis, repentance, nepsis, sinergi, ready bible dan sakramen ini di kerjakan oleh iman yang percaya akan Firman kerajaan sorga serta memahami dan menghasilkan buak yaitu kasih. Di mana buah dari kerajaan sorga adalah kasih dan kristus itu adalah kasih sendiri. Iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih adalah hasil dari ima yang di kerjakan oleh badani.

Paulus di siksa dan di penjara  karena dia berbuat perbuatan baik dimana dia menambah . Iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. Orang yang hidup di dalam kasih-Nya kristus rela memberikan nyawanya kepada sesamanya bahkan Tuhan Yesus sendiri memberikan nyawanya kepada kita. Dalam 1 Yoh 3:16 “ Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

            Supaya iman berakar bertumbuh dan berbuah badani ini dilatih sehingga tubuh kita ini atau badani ini merosot atau menderita karena tanpa adanya penderitaan maka tidak mendapatkan hasil yang menuaskan sama seperti emas semakin di bakar maka semakin muncul kualitasnya. Sama juga jiwani ini harus di perbaharui setiap hari bahkan setiap saat tanpa henti. Manusia jiwani atau manusia batinia selalu di proses setiap hari dengan berdoa, askesis, repentance, nepasis, sinergi, ready bible, dan sakramen. Dengan tujuan untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan walaupun sering jatuh tetapi harus terus menerus berusaha untuk bangkit lagi dan di sini di butuhkan ketekunan. Manusia badani bukan hanya memikirkan daging tetapi harus juga memikirkan yang kekal juga memikirkan orang lain jangan hanya berfokus pada diri sendiri.

???kenapa jiwani yang harus di perbaharui karena jika tubuh yang memperbaharui jiwa maka apapun yang akan di lakukan oleh tubuh akan menghasilkan dosa di mana di dalam tubuh adanya hukum dosa sedangkan di dalam jiwa atau batinia adanya hukum akal budi dan hukum Allah. Mak dalam hal itu Paulus berkata : karena itu saudara-saudaraku demi kemurahan Allah aku menasehati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu serupa dengan dunia ini tetapi berubalah oleh pembaharua budimu sehingga kamu dapat menbedakan mana yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna Rom 12:1-2. Di ayat satu Paulus berkata bahwa kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, sedangka di ayat yang kedua dia menyuruh kita untuk berubah oleh pembaharua akal budinya kita.

Kesimpulan :

            Latihan jiwani menentukan latihan badani, jika latihan jiwani beres sesuai dengan keinginan Tuhan maka maka latihan jiwani juga beres.

Psuchikos Anthropos

            Psuchikos Anthropos adalah manusia yang hidup pada level kemampuna manusia alamiah yang tidak bisa menerima apa yang berasal dari Roh Allah karena hal ini merupakan suatu kebodohan bagi mereka dan mereka tidak tahu tentang hal-hal yang rohani dalam 1 kor 2:14 “ Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani”. Psuchikos Anthropos ini hidup tidak seturut dengan Roh Allah karena Roh Allah tidak ada di dalam diri mereka dalam Yud 1:18-19 “Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus”. Hikmat yang mereka gunakan adalah hikmat dunia, nafsu dan setan-setan. Sedangkan hikmat yang benar itu adalah kristus yang merupakan hikmat-Nya Allah. Ketiga hal ini yaitu dunia,nafsu dan setan-setan merupakan penyebab mengapa mereka tidak menerima kristus. Manusia alamiah ini bertolak belakang dengan manusia rohaniah. Manusia Psuchikos harus dilahirkan kembali dalam Kristus menjadi manusia baru. Para psikolog tidak percaya adanya Allah atau kristus karena mereka membuat teori dan mereka ini tergolong ateis, memang apa yang telah mereka buat itu seperti berupa teori dapat kita pelajari tetapi jangan sampai kita masuk kedalamnya cukuplah kita mengetahuinya saja.

Kesimpulan

            Psuchikos Anthropos tidak mengenal yang nama-Nya Allah dan harus di lahirbarukan supaya mereka bisa menerima yang berasal dari Allah.

Application

            Saya belajar memperbaharui jiwa saya walaupun tidak selancar sebisa orang di samping kiri kananku tetapi aku harus tekun karena bersama Tuhan kita bisa, serta wujud dari itu semua adalah memperhatika orang yang ada disampingku walaupun aku tidak bisa membantu dalam segi materi tetapi bagaiman aku memberi waktu sedikit dari berbagai kesibukan untuk mendengar mereka yang membutuhkan. Serta focus pada tanggung jawab atau tugas yang telah di berikan sekalipun itu kerja rutin dan tugas yang di berikan oleh para dosen.

Pneumnatikos = manusia baru

Manusia pneumatikos adalah manusia batiniah yang hidupnya ada pada level anugerah yakni senantiasa diberi Energi Ilahi dan mengalami proses pengudusan terus menerus sampai mencapai keserupaan seperti Kristus. Manusia rohaniah ini adalah manusia ciptaan baru dalam Kristus. Manusia Pneumatikos adalah mereka yang hidup di bawah kasih karunia Allah. Hidup di bawah kasih karunia Allah (Roma 6:14) artinya roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati. Untuk terus manunggl dengan kristus kita selalu senantiasa berdoa setiap hari di dalam abtinia kita yang di tuntut oleh Roh kudus suya energy Allah itu selalu mengalir di dalam diri kita.

Perbedaan manusia badani dan jiwani

  1. Manusia badani,

Manusia badani adalahh manusia yang bersifat perbuatan dimana sekalipun dia sudah memperoleh iman yang dari kristus tetapi jika tidak ada perbuatan maka semuanya itu akan sia-sia Yak 2:17. Sekalipun ada iman dan perbuatan tetapi jika tidak ada penguasaan diri maka sangat sayanglah iman dan perbuatan (kebijakan) itu karena dia tidak bisa menguasai dirinya tetapi kata Paulus kuasailah dirimu dalam segala hal dalam 2 Tim4:5 dalam hal ini dia menyuruh kita untuk bisa menguasai diri dalam hal apapun situasi waktu atau kondisi. Kenapa kita perlumenguasai diri? Karena di dalam pikiran kita selalu lahir yang namanya disa sekalipun kuta sudah hidup di dalam kristus tetapi dosa yang timbul di dalam pikiran kita tidak bisa berkuasa apabila kita selalu berjaga-jaga. Di dalam berjaga-jaga kita harus tekun dan tetap berdoa Rom 12:12. Tetapi dalam itu semua wujud dari iman adalah kasih. 1 Yoh 4:8, 16 àAllah adalah kasih. Sedangkan

  • Manusia jiwani

Manusia jiwani adalah manusai yan hidup di bawah tuntutan Roh kudus dan menjauhi yang namanya dosa. Dimana dia hidup di bawah kasih karunia atau anugrah yang di berikan oleh Yesus yang di terima melalui iman yang percaya. Lalu iman itu di kerjakan sehingga menghasilkan buah yaitu kasih. Batinia kita selalu berdoa untuk selalu bersinergi dengan kristus. Ketika kita mendekat kepada Tuhan batin kita miskin di hadapannya dan ini bukan pura-pura tetapi dengan membawa hati yang hancur. Hanya batinia kita yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan Allah.

1 Kor 2:14-16

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan: dan ia tidak dapat memahaminya sebab hal itu hanya dapat di nilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak bisa menilai oranglain. Sebab :” siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasehati Dia? Tetapi kami memiliki pikiran kristus”.

Dalam 1 Kor 2:14-16. Paulus menjelaskan bahwa manusia duniawi tidak bisa menerima, mengerti apa yang berasal dari Roh, karena mereka pikir ini suatu kebodohan bagi mereka 1 kor 2:14. Ketika mereka membaca tentang hal krajaan sorga ini bagaikan gong yang terdengar di teling mereka (tidak bisa menangkap makna). Sama seperti daunt alas jika di siram daunnya maka air tidak singga (kayak seperti belum kena air. Memang hal ini bisa di maklumi, itu bisa terjadi karena mereka belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat serta belum di lahirbarukan oleh Roh kudus sehingga hati mereka menebal. Mereka tidak dapat mengerti dan memahami, karena hikmat dari diri Allah tidak ada di dalam diri mereka tetapi yang merupakan hikmat pada diri mereka adalah dunia, nafsu dan setan-setan. Jika kita bercerita kepada mereka tentang Allah mereka mengganggap kita adalah orang yang sakit jiwa. Karena kenapa kata-kata kita tidak bisa mereka terima di akibatkan karena mereka belum di lahirbarukan oleh Roh kudus, mereka tidak mengerti tentang kerajaan Allah. orang yang lahir baru dan menerima Yesus sebagai juruselamatnya akan mengerti dan memikirkan hal-hal di atas Kol 3:2. Perkara yang di atas adalah kristus. manusia rohani bisa memahami apa yang akan di bicarakan tentang hal-hal di atas karena Roh kuduslah yang berkerja di dalam dirinya yang mengajar, yang membimbing serta menjelaskan sehingga benih Firman Tuhan yang akan di tabor menghasilkan buah. Orang tidak bisa berbuah jika mereka blum menerima Roh kudus,  mereka tidak bisa menerima hal-hal rohani Karen roh mereka sudah mati sehingga roh mereka yang sudah mati tidak bisa berinteraksi dengan Tuhan. Kita orang jiwani yang sudah menerima Yesus sebagai juruselamat kita roh kita bisa bersinergy dengan Allah.

Orang yang belum lahir baru, apapun yang mereka perbuat semua mengandung dosa. Karena tubuh yang mereka pakai adalah tubuh dosa, memang dosa tidak bisa di lihat secara kasat mata tetap iyang bisa membedakan kita su dah berdosa atau tidak adalah Nous kita apabila kita sudah lahir baru.

Dampak dari manusai rohani adalah apapun yang di perbuat berasal dari Allah karena ia bisa membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan. Orang yang sudah menerima kristus berbeda dengan orang yang belum menerimanya, karena orang yang sudah meneriman-Nya dapat memancarkan cahaya yang dari Allah (anak-anak terang) 1 Tes 5:5. Manusai rohani bisa melihat hal-hal yang rohani dan mengerti karena ada mata batin (jiwa). Sesuatu yang berasal dari Roh hanya dapat di nilai, di pahami dan di mengerti oleh hal-hal rohani. Manusai psuchikos di penuhi keinginana daging. Orang yang duniawi tidak bisa melakukan latihan rohani, karena hati mereka serta pikiran mereka tidak konek dengan Tuhan.

Kesimpulan

Tanpa kita menerima kristus dan di lahirbarukan oleh Roh kudus maka kita tidak bisa menjelaskan perkara di atas atau mengerti tentang pikiran kristus

Aplikasi

Apa tindakan kita kepada mereka yang belum masih menerima kristus (mendengar tentang kristus)? apakah kita diam begitu saja? Tetapi saya, setelah saya mebahas tentang ini saya berusaha membawa jiwa mereka dekat dengan Tuhan dan inilah pergumulan saya, saya minta doa saudara supaya mereka yang masih berkeras hati Roh tuhan berkerja di dalan hati mereka Amin.

Iman dan perbuatan

Faith + virtues = iman yang hidup Yak 2:17

Kenapa iman harus di sertai dengan perbuatan? Karena iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.

  1.  Dalam Mat 13:18-23 buah dari kerajaan sorga adalah perbuatan. Jika kita kaitkan iman di tambah perbuatan dengan Mat 13:18-23. Iman itu ibarat seperti benih. Benih yang hidup menghasilkan buah dan buah itu adalah perbuatan.
  2. Yak 2:19 iman yang tidak di sertai perbuatan adalah iman yang sama dengan iblis (selevel dengan iblis). Iman iblis adalah percaya pada tritunggal tetapi perbuatannya tidak ada dan sekalipun perbuatan ada tanpa iman maka itu melahirkan dosa dan pada akhirnya akan mati. Ingat di dalam iman yang hidup percaya saja tidak cukup tetapi harus di sertai dengan perbuatan. Dalam Mat 13 iman itu harus berbuah karena sekalipun berakar dan bertumbuh jika tidak berbuah maka sia-sia tidak ada gunanya karena yang di inginkan adalah buah. Jika pohonnya manga buahnya akan jadi mangga karena buah apapun yang akan di hasilkan tidak berbeda dengan pohonnya. Jadi apa buah kerajaan sorga itu? Buah kerajaan sorga adalah kasih. Kenapa dengan kasih? Karena kita kembali kepada foundation yaitu Christ. Christ adalah logosNya Allah yang berasal dari Allah. Di sini kita melihat ke tritunggalan di mana Bapa dan Anak saling mengasihi 1 Yoh 4:16. Yesus adalah kasih, Dia di sebut kasih karena dia dan Bapa Saling mengasihi. Dalam Gal 5:6 iman berkerja dengan kasih. Kenapa harus berakhir dengan kasih? karena Firman kerajaan sorga adalah Christ dan Christ itu adalah kasih. Berarti di dalam hal ini iman berakhir dengan kasih. Kenapa kasih harus dilandasi oleh iman? karena kasih adalah naturNya Allah. Memang iblis mengasihi tetapi tidak mempunyai iman. Dalam Ef 2:10; Kol 3:12-14 perbuatab baik dan semuanya itu harus di kenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Sekali lagi kasih adalah naturnya Allah. Iman yang hidup menghasilkan kasih supaya kita satu sifat dengan Allah.

Apa yang membedakan agama Kristen dengan agama lain?

  1. Agama Kristen berbicara tentang Christ. “ tidak ada Christ tidak ada Kristen “
  2. Agama Kristen bukan agama Yesus tetapi kekristenan di dirikan oleh Yesus untuk berbicara tentang Dia.
  3. Di dalam Christ adanya jamiman keselamatan dalam Kis 4:12
  4. Jika kristus tidak bangkit dari antara orang mati maka sia-sialah kepercayaan kita 1 Kor15:4
  5. Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup Yoh 14:6
  6. Kristus adalah pintu Yoh 10:9
  7. Kristus adalah pokok anggur yang benar Yoh 15:1
  8. Hanya Yesus yang melihat Allah karena Dia berasal dari Allah yoh 12:45
  9. Aku adalah garam dunia Yoh 8:12
  10. Akulah roti hidup Yoh 6:35,51 dan lain sebagainya. Hal ini yang mendorong saya mengapa saya percaya Yesus. Karena tanpa Dia memberi jaminan kenapa kita percaya. sedangkan bedanya dengan agama lain adalah agama lain seperti agama islam belajar tentang alkuran yang mendirikan agama Islam adalah Mohamat tetapi yang di ajarkan bukan Mohamat tetapi ajaranya sedangkan di agama Kristen yang di ajarkan adalah Christ yang merupakan fondasi iman orang percaya. Tetapi yang lebih menarik lagi  Yesus berkata: Ikutilah keteladananku bukan ikutilah pengajaranku mengapa demikian pengetahuan tanpa karakter adalah sia-sia.

Dalam Rom 14:23 perbuatan tanpa iman berasal dari dosa karena semua yang di kerjakan itu berasal dari dosa. Kenapa harus dari iman? Karena tanpa iman orang itu tidak berkenana dengan Allah Ibr 11:6. Yang menentukan berkenan kepada Allah adalah Nous kita (hukum akal budi) dalam Rom 12:2. Kenapa Nous harus di perbaharui karena Nous kitalah yang bisa membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan kehendak Allah bukan orang lain yang menyenangkan hati Allah dan yang sempurna.

            Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya akan mati tetapi perbuatan tanpa iman akan melahirkan dosa dan pada akhirnya mati juga. Tetapi iman yang hidup adalah iman yang di sertai dengan perbuatan. Perbuatan itu adalah : iman+kebajikan+pengetahuan+penguasaan diri+ketekunan+kesalehan+kasih. Wujud dari iman adalah kasih.

aplikasi

??? apakah saudara telah menerima benih, dan benih itu sudah hidup di dalam diri saudara?

Supaya apa yang nanti saudara perbuat tidak menghasilkan dosa,  Renungkanlah.

Kristus logosnya Allah

?? kenapa Yesus wahyuNya Allah?

            Karena Dia adalah logosNya Allah.

Jika kita berbicara tentang keselamatan, Allah, manusia, akhir zaman, geraja, dosa, dan lain sebagainya selalu berkaitan dengan Christ karena Christ adalah foundation (dasar).

Bagan:

Dalam Yoh 1:1” pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, ayat 14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Berarti dalam hal ini Firman/ logosNya Allah itulah yang menjadi manusia (yang berinkarnasi menjadi daging). Dalam 1 Kor 1:24 “ tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”. Di sini timbul yang namanya pertanyaan : kenapa Christ di sebut kekuatan dan hikmatNya Allah?. Karena Christ adalah perkataan Allah yang keluar dari Allah. Dalam Ibr 1:1-4 “setelah pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka”. Christ adalah wahyu yang terahkir atau puncak yang paling akhir. Di dalam kitab PL (perjanjian lama) kristus sebagai bayang-bayang tetapi di dalam PB (perjanjian baru) kristus telah menjadi daging atau menjadi manusia sama seperti kita. Progresif musa, daud, yosua, yeremia, yesaya dan banyak nabi lainnya baik para nabi kecil maupun nabi besar hanya bercerita tentang bayang-bayangNya Christ.

            Jika christ logosNya Allah maka Dia adalah wahyuNnya Allah/kekuatanNya Allah atau hikmatNya Allah. Dalam Ibr 1:2 “maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”. Di mana segala sesuatu di jadikan oleh Dia. logosNya Allah, wahyuNya Allah, hikmatNya Allah, kekuatanNya Allah yang menjadikan alam semesta ini. Nah, sekarang logos inilah sudah menjadi manusia sehinga Dia dapat di lihat , di dengar bahkan di raba.

            Christ di sebut nabi karena Dia di utus oleh Allah (bapa). Di dalam PL Firman itu sudah ada dalam bentuk logos. Apapun yang di bicarakan nabi besar atau nabi kecil itu adalah berbicara tentang logosNya Allah yang belum berinkarnasi menjadi daging. Kristus tidak berinkarnasi menjadi kitab tetapi menjadi manusia. Alkitab adalah Firman Allah yang di tuliskan dalam tradisi gereja. Alkitab merupakan jembatan untuk kita mengenal Allah. Di dalam diriNya Allah, adanya Anak Allah dan di dalam kekekalan anak itu ada dalam bentuk Firman/logos/wahyu. Kristus adalah WahyuNnya Allah, Hikmatnya Allah, LogosNya Allah, KekuatanNya Allah.

Bagan:

??? apakah nama Yesus itu kekal?

                        Nama Yesus itu tidak kekal tetapi Yesus artinnya menyelamatkan. Yang kekal itu adalah pribadiNya bukan namaNya.

            Di dalam Allah yang Esa ada anak makanya di sebut Bapa. Di dalam keberadaannya ada dua titik kesadaran bukan dalam bentuk angka yang bisa di hitung tetapi dalam bentuk hypostasis namun hakikatnya itu satu. Bapa adalah sumber dari segala sesuatu sedangkan anak adalah yang menjadikan segala sesuatu karena oleh Dia yaitu kristus segala sesuatu di jadikan. Yesus berasal dari Bapa dalam Yoh 8:42 “Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku”. Dalam hal ini kristus keluar dari bapa bukan secara paksa tetapi karena kehendak Allah sesuai dengan keinginan Allah. Jika Bapa itu kekal maka anak itu juga kekal. Dalam Kej 1:2 “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”. Roh itu menaungi, mengayomi, Kej 2:7 “ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”. Maklu hidup bisa bergerak karena ada hembusan nafasNnya Allah. Di mana nafas Allah itulah yang memberikan hidup.  Di luar Allah tidak ada hidup karena kenapa Allah itu adalah sumber yang memberi hidup. Kita manusia hanya ciptaan embun nafasnya Allah maka ada di dalam Yesaya jangan berharap pada manusia yang hanya embusan nafasNya Allah. LogosNya Allah yang menjadikan segala sesuatu karena Dia adalah Roh Allah, Roh Allah keluar di hal yang sama dalam Yoh 15:26 “ Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku”. Allah dan RohNya memberi energy Ilahi. Dalam Rom 5:5 “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”. Kasih Allah adalah AnugrahNya Allah dan AnugrahNya Allah adalah energy Ilahi.

            Jika kita mengetahui logosNya Allah maka kita mengetahui, mengerti tentang Allah karena LogosNya Allahlah yang menjelaskan tentang Allah kepada kita. Di dalam Allah yang Esa ada tiga titik kesadasran, ketiga titik kesadaran ini bukan dalam angka yang dapat di hitung tetapi dalam bentuk hypostasis yaitu : Bapa, Anak dan Roh namun hakikatnya satu.

            Manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah, berarti dalam hal ini di dalam diri manusia ada gambarNya Allah dan rupaNya Allah. LogosNya Allah itulah yang berinkarnasi menjadi daging bukan Bapa atau Roh karena logos itu adalah pola ciptaan manusia. Dalam hal ini berarti di dalam diri Christ adanya soul and body (jwa dan tubuh)

Bagan :

Jika kita menyerupai Christ yang logosNya Allah, di dalam kekekalan ada roh jiwa dan tubuh. ??? jika Allah itu Roh, kenapa Dia menciptakan manusia yang berbentuk tubuh (daging)?. Dan malaikat itupun roh tidak mempunyai bentuk. Kenapa Dia menciptakan yang berbentuk tubuh yang mempunyai daging?.

            Manusia di ciptakan punya tubuh karena manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa, berarti dalam hal itu ada yang namanya Allah Tritunggal. Allah dalam RohNya mempunyai Firman dan Firman inilah mempunyai rupa, yang menjadi manusia dalam hal ini adalah FirmanNya Allah bukan Bapa atau Roh. Dalam Fil 2:6 “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan”.

                         Bapa

                                                       Saling berinteraksi/ satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan

       Anak                         Roh

            Di dalam hikmatNya Allah adanya rupaNya Allah yang sudah terlebih dahulu di pikirkan. ??? siapakah yang memikirkan rupaNya Allah? Yang memikirkan rupanya Allah adalah logosNya Allah. Allah punya rupa tetapi di dalam logosNya yang merupakan pola ciptaan manusia. Berarti di dalam hikmat / idenya Allah rupa Allah di wujudkan dalam bentuk ciptaan manusia

            Di dalam tubuh adanya jiwa dan jiwa itu gambar dan rupaNya Allah. Tubuh yang kita kenakan ini adalah kekal karena ada rupaNya Allah.  Kenapa tubuh kita di ubah menjadi tubuhNya Christ? Karena kita adalah rupaNya Christ dalam Fil 3:20-21 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya”.

            Jika Christ tubuh dan jiwa maka tubuh ini akan kita bawah menjadi Ilahi dan rupa Christ itu kekal. Kita kekal karena kita menempel dengan Christ.

bagan :

Berarti dalam hal ini :

Secara natur manusia bukan menjadi Allah tetapi menjadi rupa Allah yaitu Christ. Berarti logos Allah ini sudah ada rupa, begitu manusia di proses di sini akan menjadi rupa Allah.

Konsep                                                                      realita

manusia berbuat dosa ataupun tidak logosnya Allah tetap berinkarnasi karena Dialah yang akan membawa kita. Christ berinkarnasi jadi daging bukan bergantung manusia itu berdosa atau tidak. Kedatangan Christ ke dunia sudah di rencanakan oleh Allah karena katanya tetapi setelah genap waktunya berarti di sini Allah sudah merencanakan kedatangan kristus ke dunia dalam 4:4.

Dalam Kej 3 manusia berbuat dosa karena mereka memberontak, tidak taat kpd Allah, melanggar perintah Allah dengan memakan buah pohon pengetahuan. Orang yang memberontak atasu tidak taat kepada Allah akan mati baik secara jasmani maupun rohani (terputus dngan Allah). Di dalam jiwa manusia timbul segala dosa. Di dalam tubuh manusia punya keinginana daging atau hawa nafsu.

Summary (ringkasan)

Kristus adalah gambar dan rupaNya Allah. Kristus adalah logosNya Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. kristus adalah pola ciptaan manusia. di dalam kristus segala sesuatu di jadikan dan Bapa adalah sumberNya. Jika tidak ada sumber apa yang akan di jadikan, jika ada yang di jadikan siapakah yang memberi hidup, jika ada yang memberi hidup apakah yang di hidupi jika tidak ada ciptaan. Dalam hal seperti ini dapat kita mengerti dan memahami bahwa Allah itu tritunggal satu hakikat tetapi tiga pribadi yang masing-masing mempunyai tugasnya tersendiri. Hanya Kristus yang bisa menjelaskan tentang Allah karena Dia berasal atau keluar dari Allah. Kristus adalah wahyuNya Allah, hikmatNya Allah, kekuatanNya Allah dan juga Dia merupakan nabi yang terakhir. Dia di sebut nabi karena dia di utus oleh Allah. Kedatangan kristus kedunia bukan secara tiba-tiba atau sesuai dengan keinginanNya tetapi karena kehendak Allah. Di mana setelah genap waktunya Gal 4:4 = berarti dalam hal ini, ini bukan di luar rencanaNya Allah.manusia bukan menjadi Allah tetapi menjadi serupa dengan kristus. Kristus berinkarnasi bukan karena tergantung manusia berdosa tetapi karena rencanaNya Allah bahwa rupa Allah harus menjadi daging karena rupa inilah yang akan membawa kita nantinya kepada Allah. Tetapi karena manusia berbuat dosa makanya Christ mengalami penderita, penyaliban, kematian serta kebangkitan.

Application (aplikasi) :

Mengerjakan sesuatu itu dengan hati seakan-akan kristuslah yang saya layani, Seperti perkerjaan rutin, tugas dan kerja bakti. Karena dengan perbuatan, perkataan, serta tindakan kita orang lain bisa melihat apakah kita orang yang sudah hidup di dalam kristus atau masih belum. Serta menjaga diri dari dosa karena Tuhan tidak suka orang yang berdosa tetapi mengasihi orang berdosa dan menjadi orang miskin di hadapaNya. Di mulai dari menjaga mulut, mata, pikiran, hidung, telinga, tangan , hati, dan kaki, karena roh memang penurut tetapi daging lemah. Serta meninggalkan jubah yang lama yang di penuh dengan duniawi atau keinginan daging. Aplikasih inilah yang masih saya gumulkan. Saya tidak jauh-jauh ke dalam hal-hal lain tetapi saya mulai dari diri saya sendiri sehingga kedepan saya melaksanakan tanggung jawab yang telah di berikan kapadaku dengan sebaik mungkin tapi tanpa pernyataan Tuhan saya tidak mampu Amin.

Kristus dasar kehidupan orang percaya

  • Berbicara tentang tritunggal, inkarnasi dan manusia selalu ada di dalamnya Christ
  • Christ adalah foundation dari segala sesuatu
  • Christ gambar dan rupa Allah yang kini merupakan pola ciptaan manusia
  • Sebelum Allah membuat manusia mempunyai tubuh dia sudah merencanakan sebelumnnya bahwa tubuh itu akan merupakan pola dan ciptaan manusia serta akan berinkarnasi menjadi daging
  • Jika Allah adalah Roh siapakah yang akan menjadi daging?
  • Kristus adalah logosNya Allah, FirmanNya Allah, hikmatNya Allah serta wahyuNya Allah
  • Yang bisa berinkarnasi adalah logosnya Allah karena Dia merupakan pola ciptaan manusia
  • Jika tidak ada pola apa yang akan di ciptakan, jika tidak ada yang menciptakan apa hasilnya, dan jika tidak ada yang memberi hidup untu apa ciptaan itu di buat
  • Tubuh dan jiwa manusia di ciptakan untuk kekal
  • Ketidak taatan manusia pada perintah Allah akhirnya manusia jatuh di dalam dosa
  • Berbicara tentang hidup kekal selalu berbicara tentang Christ
  • Jika kita di ubah menjadi sama seperti Christ maka tubuh dan jiwa kita akan kekal karena kristus memiliki tubuh yang kekal dan Logos, Nous serta Pneuma yang ada di dalam tubuh Christ adalah kekal, serta kita memperoleh hidup kekal karena rancangan kita kekal
  • Christ memiliki dua esensi :
  • Sebelum berinkarnasi dan
  • Sesudah inkarnasi
  • Untuk menunju pada rupa Allah adanya ujian. Ujian yang di berikan Allah kepada adam buka ujian yang berat tetapi tergantung dia taat atau tidak.
  • Taat mendatangkan berkat dan tidak taat mendatangkan kebinasan
  • Di dalam diri adam adanya sifat Allah sebelum dia jatuh kedalam dosa makanya Allah menyuruh adam dalam menjaga bumi
  • Jika kita mengasihi Allah kita di tuntut untuk taat
  • Di dalam tritunggal adanya hubungan kasih yang tidak henti dan saling taat yang di kerjakan oleh Roh kudus
  • Bukti dari kasih adalah taat
  • Tubuh serta jiwanya manusia mati karena akibat ketidaktaatan
  • Berbicara tentang purification selalu berbicara tentang Christ
  • Pertama yang di murnikan adalah jiwa karena di dalam jiwa adanya gambar Allah (Christ yang 100 % manusia dan 100% Allah)
  • Di dalam jiwa adanya logos,nous dan pneuma
  • Logos, nous dan pneuma ada di dalam tubuh manusia inilah yang akan mengendalikan tubuh
  • Jika melakukan pemurnian tubuh dan jiwa tidak boleh di pisah karena jika Cuma salah satu di murnikan contuhnya jiwa atau tubuh maka pemurnian yang kita lakukan cuman sebagian (melakukan pemurnian itu dua-duanya tubuh dan jiwa)
  • Memurnikan tubuh dan jiwa bukan hal yang mudah karena kita di hadapi oleh berbagai tantangan yang sering sekali menyerang pikiran kita
  • Yang bisa mengendalikan tubuh adalah jiwa
  • Di dalam jiwa ada hukum Allah dan hukum akal budi
  • Purification yang pertama adalah batin
  • Inti dari purification adalah Nous kita harus di perbaharui karena di dalam nous timbul segala pikiran jahat (akal budi yang bisa menguasai tubuh) yang ada di dala jiwanya kita
  • Cara memperbaharuinya di mulai dari iman. Iman berasal dari pendengaran. Karena dengan iman kristus ada di dalamnya
  • Iman merupakan benih yang sudah di tabur ke dalam tanah (hati)
  • Iman tidak hanya mendengar tetapi juga mengerti
  • Tanah (hati) yang baik menghasilkan buah yang baik
  • Tanah (hati) yang tidak baik tidak akan menghasilkan buah
  • Cara memebaharui nous : secara perbuatan
  • Mendengar dan mengerti Firman Tuhan
  • Prayer
  • Repentance
  • Nepsis
  • Askesis
  • Synergy
  • Sakramen
  • Cara ke 7 ini merupakan siklus yang di lakukan secara rutinitas (terus menerus)
  • Hati yang ada di dalam Christ : spritual
  • Iman
  • Kebajikan
  • Pengetahuan
  • Penguasaan diri
  • Ketekunan
  • Kesalehan
  • Kasih

The power of small things

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Ada seorang  pemudah sedang berdiri di stasuin untuk menunggu bus yang di tumpangin. Di sekitarnya ada juga beberapa orang yang sedang menunggu bus sama seperti dia. Ketika ia melihat dan memandang ke arah matahari serta mengeleng-geleng kepala. orang-orang yang ada di sampingnya ikut melihat. Saudara yang terkasih Tanpa pemuda itu sadari dia sudah memberi pengaruh bagi oranglain.  Tuhan kita, adalah Tuhan yang luar biasa dimana dengan hal kecil yang Dia berikan didalam kehidupan kita dapat memberi dampak bagi orang lain. Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kamar mandi dan merapikan tempat tidur selesai bangun merupakan hal kecil yang dianggap sepele tetapi dapat memberi pengaruh di dalam kehidupan oranglain. Saudara yang terkasih apa gunanya melakukan perkerjaan-perkerjaan besar tetapi hal kecil sangat sulit untuk di lakukan. Di dalam Yesaya ini ada dua hal yang perlu kita pelajari yaitu pertama : Senjata tubuh yang berbisa (ayat 4a-4b), tanpa kita sadari di dalam tubuh kita ada salah satu bagian tubuh kita yang sangat  mamatikan apabila kita salah gunakan yaitu lidah kita. Lidah kita salah satu bagian yang terkecil tetapi dapat membunuh jiwa. Lidah berguna untuk menjilat, mengecap dan berkata-kata. Dengan lidah kita, kita bisa mengutuki orang atau memberkati. Di dalam ayat yang ke 4a,dan b Allah yang memberi lidah seorang murid kepada Yesaya. Lidah yang bagaimana yaitu lidah seorang murid. dalam kamus KBBI Murid : seorang anak yang sedang belajar. Berarti dalam hal ini kita sedang belajar untuk memuridkan ucapan kita sehingga menjadi berkat bagi oranglain. karena Lidah seorang murid berfungsi memberi semangat baru bagi orang-orang yang letih lesu. Orang yang letih lesu artinya bagi orang-orang yang tidak mempunyai kemampuan, bertenaga,berdaya. Bagaimana ucapan kita bisa menyemangati orang yang lagi letih lesu? Yaitu dengan memberi kata-kata yang positif yang membangun contohnya  jangan putus asa karena masih ada lagi harapan/peluang/kesempatan. Dengan ucapan kita, juga memberi pengaruh bagi oranglain. Baik secara negative (melemahkan) maupun secara positive (menguatkan). Hal ini tergantung sesuai dengan kata-kata yang keluarkan dari mulut kita. Ada orang memberi motivasi dengan kata-kata kasar contohnya seperti kamu tidak bisa, mana mungkin kamu bisa, kamu saja seperti begini terus. Ucapannya itu menjengkelkan bagi kita yang hanya berpikiran negative saja tetapi apa bila kita pikirkan secara baik-baik maka kita bisa ambil sisi baiknya. Oh, iya ya Dimana dengan saya seperti begini terus tidak mau maju, mana mungkin kita bisa. Jadi merespon ungkapan oranglain yang mereka lemparkan kepada kita membangun semangat kita tergantung bagaiman kita merespon uangkapan tersebut. Waktu saya SMA kelas X, semester satu. Saya peringkat ke 35 dari 37 siswa, ketika sampai di rumah kakak saya meminta rapor saya untuk melihat nilai. Ketika ia melihat rapor saya ia berkata : eh…. bodoh, Apasih yang kamu pikirkan.  Kok nilai kamu makin parah. dasar anak bodoh, kamu memang benar-benar bodoh habisin uang kamu setiap hari beli jajan (sambil mendorong kepala saya). seminggu lebih kakakku terus memanggil saya anak bodoh. bila bapaku bertanya kepada kakakku kenapa engkau panggil dia anak bodoh kakakku jawab memang nyatanya dia itu bodoh. Waktu itu saya benar-benar di kuncilkan oleh kakakku. Dan mukannya tidak pernah keenakan jika ia melihatku. Dalam hal itu saya hampir stres karena baik ada orang maupun tidak ada orang dia selalu panggil saya anak bodoh. Pada waktu saya lagi duduk dan merenung kenapa bisa nilai saya begini, tiba-tiba mama saya datang dan menepuk pundak saya katanya : sekarang kamu nampak bahwa kamu tidak bisa tetapi mama percaya jika kamu lebih giat belajar lagi maka nilai kamu pada bagus-bagus semua. Kamu jangan ambil hati jika kakakmu ngomong begitu tetapi buktikanlah bahwa kamu bisa di semester ini nantinya. Mendengar pernyataan itu hatiku terangkat dan tidak memikirkan kata-kata kakakku jika dia panggil aku anak bodohpun aku menjawab akan ku buktikan bahwa aku bukan anak bodoh. Di semester dua waktu penerimaan lapor saya jadi peringkat ke empat di dalam kelas. Jadi, Janganlah semangatmu menjadi menurun jika engkau di rendahkan dalam ungkapan perkataan yang melemahkan oleh ucapan oranglain  tetapi bagainama caranya kamu bangkit dari hal itu. Sekalipun begitu kita membutuhkan oranglain untuk menguatkan kita. Selain kita mempunyai senjata tubuh yang berbisa yaitu lidah kita, kita juga perlu belajar mendengarkan orang lain. Karena mendengarkan oranglain merupakan hal ampuh sesudah lidah. Jadi kedua adalah : Mendengarkan orang lain (ayat 4c-5b), di dunia yang modern ini sangat sulit menemukan orang yang bisa mendengarkan oranglain karena kenapa semuanya mempunyai kesibukan tersendiri. Di ingris ada seorang anak kaya bunuh diri karena tidak ada orang yang mendengarkannya ditambah teman-temannya di sekolah yang membulinya setiap hari. Ketika dia pengen didengarkan oleh kedua orang tuanya malahan orangtuanya menyuruh dia tidur. Karena kesibukannya mereka lupa bahwa anaknya butuh penghiburan untuk mengobati hatinya yang luka. Kita yang sedang membaca tulisan saya saat ini setiap hari kita ceria tertawa dan oranglai yang ada di sekitar kita merasa kita tidak mempunyai beban padahal di dalam hati ini ada sesuatu hal yang pahit. Jadi kita ceria, tertawa bukan karena keiklasan tetapi hanya untuk menutupi kepahitan itu. Sama seperti anak tadi sekalipun mereka sangat kaya dan kebutuhan tercukupi tetapi dia butuh di dengarkan. Ada dua hal macam pendengaran : mendengar dalam sisi negative seperti gosip dan mendengar dalam sisi positif yaitu membuat orang masih di perhatiakan.  Saudara yang terkasih sejauh mana kita telah mendengarkan oranglain yang membutuhkan? dalam ayat 4c sampai 5b di katakan : Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.  Mengapa Allah menyuruh kita mendengarkan seperti seorang murid karena seorang murid masih belajar dan seorang murid menyamai gurunya tetapi tidak bisa sama seperti gurunya. Bagaimana pendengaran seorang murid? Yaitu mendengar sesuatu dengan sungguh-sungguh/ lebih dari mendengar biasa. Bisa juga memahami/menyimak apa yang di sampaikan oleh oranglain, adanya keseriusan sehingga membuat orang yang di dengar merasa senang bahwa masih ada orang yang memperhatikan dia. Saudara yang terkasih, mari kita pikirkan sejauh mana kita telah mendengarkan oranglain yang membutuhkan? Waktu saya SD sampai kuliah semester II saya orangnya ingin didengarkan dan tidak mau mendengarkan oranglain terkecuali jika apa yang di ceritakan itu terkait dengan saya maka saya dengarkan tetapi jika oranglain yang kamu ceritakan lebih baik saya lakukan aktifitas lainnya karena kenapa mendengar oranglain merupakan beban terbesar dalam hidupku. Sehingga aku kekurangan informasi. Bahkan ketika guru atau dosen mengajar kedepan saya tidak menyimak, memang saya dengar apa yang disampaikan karena jika saya tidak dengar maka saya di sebut tuli padahal saya tidak tuli tetapi saya tidak menyimpannya di dalam hati sehingga masuk kiri keluar kanan. Ketika saya membaca yesaya  50 : 4-5 ini benar-benar menegur saya bahkan menampar pipi saya dua-dua karena kenapa Allah telah memberikan kepadaku lidah yang baik dan telinga yang berfungsi untuk mendengarkan orang lain yang membutuhkan untuk di dengarkan, malahan saya tidak mau melakukannya. Dalam hal ini saya belajar untuk mendengarkan oranglain. Sekalipun hal ini sesuatu yang sulit bagiku tapi aku percaya bahwa aku bisa karena Tuhan yang memberi aku kemampun untuk menjalaninya. Jadi Maukah saudara menjadi berkat dari hal kecil yang di inginkan Tuhan di dalam diri kita yaitu lidah dan telinga kita?

Yesaya 50:4-5