Nous dalam Philokaliah

Mata Kuliah                  : Spritual Philokalia

Dosen                             : Dr. Hendi Wijaya, S.S

Nous dalam Philokaliah

Nous merupakan mata atau otak atau pengendali dari roh kita (spirit). Bapa Philokaliah sering kali mengatakan bahwa nous itu adalah mata batin atau mata dari roh kita. Nous ini menghasilkan satu prodak yang seperti manipulasi (pikiran, perasaan, emosi bahkan ada nafsu-nafsu) dan itu semua timbul dari yang namanya Nous. Dan Bapa Philokaliah sering makai Logismoi Mat 7:21 dari dalam hati muncul pikiran-pikiran jahat. Hati menjadi wadah (tempat) di mana spirit kita ada di dalamnya. Didalam hati kita ada Nous/pikiran-pikiran logismio dan Nous inilah yang bisa mengendalikan batin kita. Logismoi ini ada yang baik seperti yang di katakan maximus “ pikiran yang berasal dari roh” dan ada juga logismoi yang jahat. Bapa Philokaliah biasanya memakai bahasa logismoi lebih cenderung pada pikiran negatif Markus 7:21. Jika pikiran-pikiran jahat ini akan di biarkan maka akan menjadi satu benih sehingga muncul banyak hawa nafsu. Hawa nafsu ini banyak sekali salah satunya adalah epitumi (nafsu daging).  Dalam Gal 5 di situ ada hawa nafsu daging jika ini di biarkan maka akan menghasilkan perbuatan daging.

Ketika kita memperbaharui hati kita maka kita harus menjaga nous kita kita dari perbuatan yang baik sehingga menghasilkan buah roh yaitu kasih.

Froneo : pola pikir atau karaktek yang sudah terbentuk. Firman Tuhan mengajarkan agar kita memperoleh froneo kristus Fil 2:5. Froneo prokduk dari nous sebelum ke logismoi jika  froneo kita kepada Kristus akan menghasilkan logismoi yang baik.

Nous : dalam bapa-bapa philokalia

Amsal berkata : seperti apa nousmu/seperti apa hatimu itulah yang mencerminkan hatimu. Jadi ketika kita ingin tau siapa diri kita cukup lihat bagaimana kondisi hati kita (nous). Nocodemus dari gunung athos menyeburkan philokalia itu merupakan satu perbendaharaan waspada, seperti pemeliharaan nous/sekolah doa atau hati, satu tulisan yang sangat dalam ( menyelami tentang hati kita).

kalithoswer penerjemah teks philokalia dalam bahasa aslinya yunani di terjemahkan ke dalam bahasa ingris. Dia seorang uskup di ingris, seorang orthodox lalu ia menerterjemahkan buku ini dalam 5 folum namun Dia menawarkan sebuah defenisi tentang nous. Nous ini adalah kata yang sangat sulit di terjemahkan. Jika anda mengatakan Nous itu pikiran maka itu adalah terjemahan yang sagat kabur. Dalam terjemahan yang di gunakan oleh wer dia ini ragu bagaimana menggunakan kata nous ini yang dia terjemahkan. Sehingga ia memilih kata intelek. Nous di praktekan melalui berdoa, ibadah dan lain sebagainya dan ini merupakan satu latihan untuk memupuk nous. Nous satu spritual yang memungkinkan kita mengenali kebenaran. Nous ini di kembangkan melalui doa, puasa, ibadah dan melalui praktis lainnya karena nous ini sesuatu yang lebih tinggi dari otak yang berpikir dan lebih dalam dari emosi begitu kata Kalistower.

Nous sesuatu peristiwa yang memungkinkan kita mengenal suatu kebenaran. Karena nous dari manusai telah jatuh ke dalam dosa seperti adam dan hawa nous itu cenderung berubah menjadi menyembah berhala melakukan kejahatan yang tak terkendali dengan begitu secara fisik nous manusia jauh dari kemuliaan Tuhan. Sehingga nous itu menjadi seperti iblis atus jahat seperti yang katakan Rasul Paulus ada hukum daging dan hukum roh. Jika nous kita di kuasai oleh nafsu maka kita picik dan egoisme seperti yg di katakan Yesus kita menjadi manusia gelap. Nous sebagai egemonikon (penguasa/pemimpin/raja) dalam hidup kita. Melalui Anugrah dan spritual rohani kita memunyai satu kesempatan untuk melawan epitumua(nafsu).

Bapa Phiikalia Hesekios mengatakan nous sama seperti kepemimpinan musa, musa di anggan sebagai sang pemberi hukum dalam PL dan musa itu di ikonkan seperti nous. Dalam kel 3:2 :14-17 di katakan ketika musa melihat Allah dari semak yang terbakar wajahnya bersinar dengan kemuliaan. Musa memiliki kekuatan ilahi untuk melawan firaun, yang mengguliti seorang mesir dengan pisaunya, yang memimpin Israel keluar dari perbudakan dan memberikan hukum taurat. Egemonikon beberapa bapa gereja mengangap seperti nousnya Kristus yang kita terima ketika kita mengenakan Kristus dalam baptisan.

Nous fakulti tertinggi dalam jiwa/roh manusia yang melaluinya jika nous kita di sucikan akan mengenal Tuhan tidak seperti pikiran manusia, tetapi nous ini yang konek dengan sang Ilahi. Nous ini aspek terdalam dari hati, nous adalah organ konteplasi dari mata hati begitu kata Makarius.

Bapa-bapa gereja yang lain berkata : St. Antonius Agung dia adalah bapa seorang pendiri biara di abad yang ke 3 dan 4. Antonius Agung memberitahukan kepada kita bahwa tidak semua orang mempuyai nous Tuhan telah menetapkan bahwa jiwa harus di penuhi dengan nous pada saat tubuh tumbuh sehingga manusia dapat membedakan/memilih mana yang baik/jahat sesuai  kehendak Tuhan.  Jiwa yang memilih tidak baik tidak memiliki nous karenanya semua tubuh memiliki jiwa tetapi tidak setiap jiwa memiliki nous. nous yang menikmati cinta Tuhan akan hadir dalam diri yang di kontrol yang suci, yang murni, yang baik dan berbelah kasih juga saleh. Kehadiran nous membantu manusia menunju kepada Tuhan. Antonius Agung membedakan nous dan jiwa. Nous bukanlah jiwa tetapi Anugrah Allah yang menyelamatkan jiwa, nous yang sesuai dengan kehendak Allah akan menasehati jiwa supaya jiwa itu membenci apa yang fanah, meterial yang dapat rusak dan mengubah semua keinginan jiwa itu menunju pada hal-hal yang kekal.

Menurut bapa gereja lain :St.  Gregorius dari sinai menyebut nous itu adalah mata spritual sama seperti yang di ajarkan Yesus dalam Mat 6:22-23. Nous itu kata Gregorius lidahku seperti pena dalam mazmur 45:1. Bukannya tintah tetapi cahaya, begitu menceberuhkan nous kedalam cahaya sehingga menjadi terang, nous akan di bimbing oleh Roh kudus menuliskan hal-hal Ilahi dalam hati yang murni kemudian nous itu akan menangkap kita di hadapan Allah. Gregorius melanjutkan nous harus bersinergy dengan Allah karena nous dengan Roh Allah yang bisa konek bukan otak kita, pengetahuan dan lain sebagainya. Gregorius melanjutkan ketika nous itu di sucikan maka jiwa kita akan memandang Allah dan menerima hal-hal yang Ilahi dari Allah

Menurut bapa gereja St. Maximus mengatakan nous sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan untuk memilih. Nous kita terletak di antara malaikat dan iblis mereka masing-masing berkerja untuk tujuannya sendiri. Nous memiliki kekuatan untuk menolak/menerima apa yang di inginkannya. menurut Maximus nous suatu organ kebijaksanaan dan pengetahuan dari roh kita. Jika nous kita bisa membedakan pikiran-pikiran dan dalam kemurnian memberikan persekutuan hanya kepada hal-hal Ilahi. Jadi klau nousnya memandang Allah maka terangnya Allah akan terpancar melalui nous kedalam hati kita. Lalu hati kita akan menjadi terang dan kita bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang terang.

Bapa gereja lain bernama St. Talasius berkata : nous dapat mentundukkan nafsu, nous yang bijak menahan jiwa menjaga tubuh agar tunduk dan menjadikan hawa nafsu sebagai pelayannya. Nous yang bijaksana akan di kendalikan oleh Tuhan dan juga di penuhi oleh Roh kudus.

St. Petrus dari Damascos Nous seperti gambar Allah yang ada di dalam diri kita. Kita harus memandang manusia  dengan kebenaran dan sadar bahwa nous adalah gambar Allah

St. Basil memuji nous sebagai rumah harta, pikiran seperti rumah harta yang telah menyimpan semua pikiran dan pikiran ini apakah baru dan lama dalam nous dan akan mengexpresikan dalam bahasa kata-kata meskipun kata-kata selalu berasal dari nous tidak pernah habis. Nous selalu berkerja untuk menghasilkan banyak pikiran-pikiran dan akan menyimpang banyak kenangan.

Intisari :

  1. Nous adalah Mata dari jiwa kita seperti kata Tuhan Yesus
  2. Tidak semua orang punya Nous. Nous yang hidup adalah orang yang percaya kepada Yesus di mana nous kita yang mati akan hidup kembali dengan membuka hati dan di pupuk melalui doa, puasa, pembacaan Alkitab, sakramen dan lain-lain. St. Theofan mengajarkan kita bahwa doa bukan sekedar kata-kata (bibir) tetapi doa itu adalah doa nous/batin. Doa dari nous harus benar-benar menyentuh hati kita.
  3. Doa ada tiga level
  4. doa bibir
  5. doa pikiran
  6. doa batin
  7. Nous penolong dan penyelamat/pelita jiwa
  8. Nous fakulti tertinggi dalam diri manusia
  9. Nous menikmati kasih Allah dan hadir dalam diri yang di kendalikan yang suci, yang murni, yang adil, yang saleh.
  10. Nous adalah gambar Allah, organ konteplasi, mata hati, rumah harta karun yang tanpa lelah menyimpan semua pikiran kita.
  11. Nous memperloleh karunia tentangTuhan dan kebijaksanaan dengan rahmat Tuhan di bantu oleh latihan spritual.
  12. Godaan selelu ada melalui indra kita (mata) ia selalu menggoda nous kita dan jika nous kita kalah maka akan menghasilkan pikiran-pikiran jahat dan pikiran jahat inilah yang akan menghasilkan nafsu dan nafsu inilah yang akan membuahkan dosa. 

Pemahaman

  • Nous merupakan mata atau otak atau pengendali dari roh kita (spirit). Bapa Philokaliah sering kali mengatakan bahwa nous itu adalah mata batin atau mata dari roh kita. Nous ini menghasilkan satu prodak yang seperti manipulasi (pikiran, perasaan, emosi bahkan ada nafsu-nafsu) dan itu semua timbul dari yang namanya Nous
  • Bapa Philokaliah biasanya memakai bahasa logismoi lebih cenderung pada pikiran negatif Markus 7:21. Jika pikiran-pikiran jahat ini akan di biarkan maka akan menjadi satu benih sehingga muncul banyak hawa nafsu. Hawa nafsu ini banyak sekali salah satunya adalah epitumi (nafsu daging).  Dalam Gal 5 di situ ada hawa nafsu daging jika ini di biarkan maka akan menghasilkan perbuatan daging.
  • Ketika kita memperbaharui hati kita maka kita harus menjaga nous kita kita dari perbuatan yang baik sehingga menghasilkan buah roh yaitu kasih.
  • Melalui Anugrah dan spritual rohani kita memunyai satu kesempatan untuk melawan epitumua(nafsu).

Aplikasi

Nous saya hidup ketika saya di sentuh oleh Anugrah Allah. Tidak semua orang memiliki nous karena tidak semua orang percaya kepada Dia yang menghidupi nous yang sudah mati. Di dalam nous saya ini banyak sekali godaan/gulma yang mengganggu pola pikir sehat saya. Itulah sebabnya nous saya ini saya jaga setiap hari setiap jam dan mengisi dengan pikiran-pikiran yang di atas. Memang tidak selama 24 jam saya menjaga nous kadang pikiran jahat akan muncul jika mengalami kecapean karena orang yang ada di sekitar kita kadang membuat kita tidak nyama, dan ketika pikiran itu muncul saya menghirup nafas dalam-dalam dan berkata : Jesus Christ son of god heve mercy on me.

Pembaharuan Manusia baru

Nama                             : Ribala Erniwati Gulo

Mata Kuliah                  : Spritual Philokalia

Semester                        : Tujuh ( VII )

Dosen                             : Dr. Hendi Wijaya, S.S

Pembaharuan Manusia baru

Dalam Gal 3:27 setelah orang percaya kepada Kristus dia memakai pakaian Kristus. Apa itu pakaian Kristus yaitu mengenakan manusia baru Efesus 4:24. Ketika kita mengenakan pakaian Kristus/menjadi manusia baru kita terus di perbaharui segambaar dan serupa dengan Kristus (dalam Bahasa Yunaninya : Ikon Kristus dalam Kol 3:10 dan Rom 8:29 dan inilah tujuan utama manusia dalam 1 Yoh 2 kita tidak hanya menjadi segambar dengan Kristus tetapi pada akhirnya kita di ubah untuk menjadi segambar dengan Kristus. Kristus yang adalah Anak Allah mengenakan daging supaya kita manusia daging ini bisa menjadi seperti Dia/ ilahi seperti Dia 1 Yoh 3:2 dilanjutkan dalam ayatnya yang ke 3 untuk menjadi seperti Kristus tidak hanya percaya saja tetapi kita harus menaruh kepercayaan itu dan menyucikan diri.

Bagaimana kita menyucikan diri? 1 Kor 11:13 ketika kita percaya kita tidak langsung dewasa tetapi rasul paulus mengajar kita itu untuk berpikir dari kanak-kanak menjadi dewasa pertumbuhan inilah yang di katakan proses penyucian. Ini bukan berbicara tentang fisik tetapi tentang spritual di mana spritual kita mengalami pertumbuhan. Ef 4:13 ketika kita ingin menjadi segambar dengan Kristus kita mengalami proses pertumbuhan dan pertumbuhan inilah terjadi yang namanya penyucian diri (penyucian dosa supaya kita semakin lama menjadi seperti Kristus).

Fil 3:21 pada akhirnya menjadi segambar dan serupa dengan Kristus bukan spritual kita yang hanya bertumbuh (di sucikan) tetapi tubuh jasmani yang fanah ini akan di ubahkan juga oleh Tuhan menurut kuasanya.

Dalam Kol 3:10 pembaharuan di sini berbentuk pasif di mana Alllah yang melakukan/mengerjakan  pembaharuan tersebut dalam Fil 2:13 tetapi kita harus bersinergy dengannya seperti yang di tulis rasul Paulus dalam 1 Kor 3:6; 1 Kor 3:9 kata penting di sini dalam pertumbuhan adalah kata sinergy. Proses pembaharuan ini di mulai dari dalam hati, mengapa? Mar 7:20-21; Mat 12:35. Ada apa dengan hati? Rom 12:2 pembaharuan dari dalam adalah pembaharuan budi, kata budi dalam bahasa Yunani adalah Nous. Dalam Philokalia Nous itu lebih tepat di terjemahkan sebagai mata hati/jiwa atau roh kita. Dalam Mat 6:22-23 ini berbicara mata rohani/mata batin, mata ini yang menentukan terang gelapnya kehidupan kita. Jadi mata ini berbicara apa yang ada di dalam hati kita akan terpancar keluar.

Bagaimana pembaharuan Nous? Fil 2:5  di sini ada froneo ( yunani : flonite) froneo ini dalam bahasa NKJ adalah mindset ini bukan bicara pikiran-pikiran biasa tetapi ini berbicara tentang pola pikir. froneo inilah merupakan produk dari Nous, seperti bisa di katakan seperti otak rohani kita. Seperti apa froneo Kristus? Roma 8:5 froneo di arahakan dari hal-hal yang dari roh, di sini di katakan daging bertentangan dengan roh. di lanjutkan di ayat 13 memikirkan hal-hal dari daging akan binasa dan memikirkan hal-hal dari roh maka kamu hidup. di sini ada dua pola pikir pertama froneoma neumatos atau pola pikir rohani dan kedua froneoman salkos atau pola pikir daging.

Dalam Kol 3:1-2 froneoman neumatos atau pola pikir rohani itu seperti apa? gune memikirkan hal-hal yang di atas di mana Kristus berada. froneoman neumatos ini ada di dalam batin/hati kita atau dalam pola kerja dari nous kita yang melihat Kristus. Kalau kita punya froneoman neumatos maka kita memikirkan hal-hal yang berasal dari Kristus. froneoman Neumatikos adalah sinergy kita bersama dengan Kristus dan inilah yang mematikan perbuatan-perbuatan daging kita dalam Roma 8:13. Dan jika nous yang muncul dari dalam batin kita maka yang muncul adalah froneoman salkos (daging) dan akan mendatangkan perbuatan-perbuatan dosa.

Nous yang jahat sama artinya hidup menurut daging dan mendatangkan pola pikir daging atau froneoman salkos sedangkan nous yang baik yang sama dngna nous Kristus sama artinya froneoman neumatikos yang hidup di dalam Roh kudus dan mendatangkan pola pikir rohani.

Pemahaman

  • Dalam Gal 3:27 setelah orang percaya kepada Kristus dia memakai pakaian Kristus. Apa itu pakaian Kristus yaitu mengenakan manusia baru Efesus 4:24.
  • Ketika kita mengenakan pakaian Kristus/menjadi manusia baru kita terus di perbaharui segambaar dan serupa dengan Kristus (dalam Bahasa Yunaninya : Ikon Kristus dalam Kol 3:10 dan Rom 8:29 dan inilah tujuan utama manusia dalam 1 Yoh 2 kita tidak hanya menjadi segambar dengan Kristus tetapi pada akhirnya kita di ubah untuk menjadi segambar dengan Kristus.
  • ketika kita percaya kita tidak langsung dewasa tetapi rasul paulus mengajar kita itu untuk berpikir dari kanak-kanak menjadi dewasa pertumbuhan inilah yang di katakan proses penyucian.
  • Proses pembaharuan ini di mulai dari dalam hati, mengapa? Mar 7:20-21; Mat 12:35. Ada apa dengan hati? Rom 12:2 pembaharuan dari dalam adalah pembaharuan budi, kata budi dalam bahasa Yunani adalah Nous. Dalam Philokalia Nous itu lebih tepat di terjemahkan sebagai mata hati/jiwa atau roh kita.
  • Bagaimana pembaharuan Nous? Fil 2:5  di sini ada froneo ( yunani : flonite) froneo ini dalam bahasa NKJ adalah mindset ini bukan bicara pikiran-pikiran biasa tetapi ini berbicara tentang pola pikir. froneo inilah merupakan produk dari Nous, seperti bisa di katakan seperti otak rohani kita. Seperti apa froneo Kristus? Roma 8:5 froneo di arahakan dari hal-hal yang dari roh, di sini di katakan daging bertentangan dengan roh. di lanjutkan di ayat 13 memikirkan hal-hal dari daging akan binasa dan memikirkan hal-hal dari roh maka kamu hidup.

Aplikasi :

Setelah saya percaya Kepada Yesus dibaptis ( ikut dalam penyaliban, kematian dan kebangkitan) maka saya telah mengenakan pakaian Kristus menjadi manusia baru yang terus di perbaharui segambaar dan serupa dengan Kristus. Yang saya di perbaharui di sini adalah hati mengapa? karena di dalam hati saya banyak sekali alasan timbulnya kemasalan. Dan ini di sebut pennyucian. Dari situ saya belajar turus untuk memperbaharui kehidupan saya dan sering mendengaar lagu rohani untuk mengisi pikiran saya yang tidak tenang (kacau).

Kepada siapa kita berlindung?

Kalau kita berbicara tentang perlindungan, tidak ada satupun manusia yang tidak membutuhkannya.  Pertanyaannya bagi kita semua : Bagaimana kita sebagai orang percaya yang mengharapkan pelindungan Tuhan atau kepada siapakah kita berlindung?

Apalagi kita sekarang ini berada di satu kondisi yang membuat kita terhimpit karena covid-19 bahkan kita takut dan gemetar. Ketika Kita mendengar di sekitar kita ada yang meninggal, ada yang sudah mengalami gejalah bahkan ada yang di karantina hal itu membuat kita takut dan lupa bahwa kita mempunya Tuhan yang luar biasa yang sanggup memagari dan menutup bungkus setiap kehidupan kita.

Pada saat ini, lewat perenungan kita hal ini menyadarkan kita bahwa kita adalah manusia yang lemah yang hanya bergantung penuh kepada Tuhan bukan setengah-setengah. Kita adalah manusia yang terbatas yang tidak mampu mengontrol atau mempredisi hari esok karana kenapa hari esok adalah hari yang ada di luar kendali kita. Jangankan kita mencoba menghitung  tahun atau bulan bahkan minggu, menghitungan detik saja kita tidak mampu mengontrol atau mempredisikannya. Seperti dikatakan Firman Tuhan ; “sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap ! dalam Surat Yakobus 4:14. Tidak ada satu pun manusia yang tahu apa yang akan terjadi satu jam dari hidupnya apalagi dengan hari kematiannya.

Hidup manusia seperti uap yang artinya waktu hidup manusia sangatlah singkat! 
Setelah manusia menghembuskan nafas harus menghadapi kekekalan.
Kalau kita renungkan, merenungankan dengan serius, betapa rentangnya hidup kita. Inilah kenyataan hidup yang tidak disadari oleh hampir semua manusia. Orang lain yang menjalankan kehidupannya sebagai orang yang ceroboh terus di satu sisi ada orang lain yang mengingatkannya maka ia sedang menganggap orang yang mengingatkannya itu tidak berpikir logis atau banyak mengkhayal dan lain sebagainya.

Manusia yang tidak berakal budi sehat tidak mempedulikan hari esoknya setelah kematian, mereka sibuk dengan segala rancangan dan cita-cita tanpa mempedulikan perasaan Tuhan yang sudah meletakkan rancangan-rancangan indah kepada setiap pribadi.
Rancangan Tuhan bagi setiap kita, agar hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan dapat melakukan tugas khusus yang dipercayakan kepada masing-masing pribadi, karena kita diciptakan hanya untuk Tuhan Sang Penciptanya.

            Lewat perenungan kita saat ini. kiranya kita bergantung penuh kepada Tuhan dan percaya bahwa hal-hal yang ada di sekitar kita yang membuat kita tak berdaya menghadapinya kita serahkan kepada Tuhan karena bagi Tuhan tidak ada yang mmustahil. Jika saudara-saudari semua pernah merasakan mujizat Tuhan atau pernah di tolong Tuhan. Maka, percayalah bahwa tangan Tuhan selalu siap menolong saya dan saudara semua. Kita terus bersandar dan meminta perlindungan yang dari padaNya .

Pertanyaan :

Ditengan kesibukan kita, apakah kita sudah meluangkan waktu untuk berhadapan dengan Tuhan mengucap syukur karena hari ini kita masih bernafas?

Jangan berkata “kita tidak bisa”

Maka berseruh-seruhlah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan di selamatkannya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan di sembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur (Mazmur 107:19-20)

Di tahun 2020 yang belum lama berjalan, di bulan maret kemarin kita di kejutkan bahkan seluruh dunia tentang kemunculan virus yang mematikan yaitu covid -19. Virus ini pertama kali merebak di kota Wuhan, Tiongkok dan keseluruh negara.

Keadaan ini membuat kita cemas, takut dan kuatir karena ini sudah menjadi ancama serius bagi kita sekarang. Negeri kita yang jauh dari Wuhan saja telah ada yang meninggal, ada yang masih di rawat di rumah sakit, bahkan ada juga yang di karantina. Apalagi yang dekat dengan kota Wuhan. Dan  kita semua sudah mengetahui gejala-gejala serta cara mencegahnya.

Ditengah situasi kelam, mungkin kita terdorong untuk bertanya “ Dimanakah Tuhan yang kita sembah?” kita bahkan berteriak seperti Daud dalam Maz 38, ketika ia merasa sangat menderita karena penyakit yang ia alami. Apakah Allah diam saja dalam keadaan seperti ini? atau inikah hukuman dari Allah agar semua orang berbalik kepadanya?

Pertanyaan ini wajar dan sangat mungkin di pertanyakan oleh orang-orang yang sedang beerjuang antara hidup dan mati. Sebagian saudara sesama kita terjebak di dalam rumah mereka sendiri karena di karantina atau lockdown dan mulai kekurangan makanan dan minuman sedangkan untuk keluar rumah saja mereka tidak berani. Namun sebenarnya ini bukan kelalaian Allah, melainkan keniscayaan yang bisa terjadi dalam kehidupan yang fanah. Tapi perlu kita ketahui bahwa semua orang tidak mati dengan covid-19 karna kenapa masih ada yang bisa tertolong. Situasi seperti ini mendorong kita sebagai manusia untuk mengakui bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolong Tuhan dalam segala hal.

Dalam Ibr 13:5b di katakan dengan tegas bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umatnya. Dia mengendalikan segala sesuatu dalam segala hal baik masa lalu, masa sekarang maupun masa yang akan datang. Segala sesuatu yang terjadi, semuanya ada di dalam kedaulatan-Nya. Di dalam keadaan seperti sekarang ini, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita mungkin bukan seorang ilmuawan yang mampu mengembangkan vaksin atau anti virus, bahkan kita pun tidak punya sumber daya yang banyak untuk menolong mereka yang membutuhkan. Tapi kita bisa datang kepada Tuhan untuk menaikkan doa-doa kita kepada-Nya. karena dalam surat Yakobus 5:16 di katakan : “Doa orang benar bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya”.

jadi apa yang kita kita lakukan saat ini sebagai proyek ketaatan kita satu minggu kedepan

  1. Mari kita berdoa kepada para korban  yang berada di rumah sakit agar mereka memperoleh Anugrah Allah yaitu kesembuhan
  2. mari kita berdoa bagi mereka yang di karantina ssupaya mereka tetap tenang dan mendapat bahan makanan.
  3. kita berdoa juga bagi para medis yang menanganin pasien agar mereka bisa mengobati para korban dengan efektif dan tubuh mereka kebal dengan paparan virus.
  4. juga kita berdoa buat para peneliti agar mampu menciptakan vaksin yang berguna bagi pengobatan dan pencegahan di masa depan. Dan yang terakhir
  5. mari kita menerapkan pola hidup sehat yang relah di katakan oleh mentri kesehatan untuk menolong kita terinfeksi virus corona. 

Pertanyaan:

  1. Maukah saya meluangkan waktu berdoa bagi mereka yang membutuhkan?

Doa dan Puasa

Apa itu Doa dan Puasa?

                                            Matius 6:16-18

Setiap orang memiliki konsep dimana berpuasa memiliki kuasa yang lebih besar dari sekedar berdoa. Perlu kita ketahui bahwa orang Israel mengalami kekeringan yang sangat parah. Pada waktu itu orang Israel datang dan berseru memohon pertolongan Tuhan. Namun Tuhan berkata sekalipun mereka berpuasa, Tuhan Tidak akan menolong mereka, malah akan menghukum mereka (Yer 14:1-12).

Berpuasa bukan usaha terakhir yang pasti akan membuahkan hasil. Yang paling penting dalam doa dan puasa adalah hidup yang takut dan menghormati Tuhan. Doa dan puasa adalah sarana yang bisa dipakai untuk masuk dalam relasi yang intim dengan Tuhan. Ketika kita berdoa dan berpuasa kita sedang bersekutu atau berelasi dengan Allah.

Doa bukanlah makanan tubuh tapi makanan roh dan jiwa. Jika tubuh memerlukan nasi maka jiwa membutuhkan doa agar tetap bertahan di hadirat Allah. Karena itu, doa dalam arti terdalam adalah “sebuah kekuatan tersembunyi yang akan membuat kita terkagum-kagum ketika memunculkan daya kuasanya.” sedangkan Puasa adalah tindakan memperlemah tubuh tapi memperkuat jiwa.

Bukankah dengan tidak makan dan minum, ragamu menjadi lemah dan tak berdaya? Karena itu, jika kita cuma berpuasa tanpa berdoa, maka puasa kita tidak akan berhasil. Ketika kita merasa lapar dan haus, kita akan mencari makanan dan minuman karena sesungguhnya kita hanya memperhatikan kepentingan tubuh bukan jiwa.

 Karena itu, kita bisa berdoa tanpa puasa, tapi kita tidak akan dapat melakukan sebaliknya yakni bisa berpuasa tanpa doa. Puasa menjadi kesempatan di mana kita merasakan kelemahan fisik/tubuh kita, namun inilah kesempatan untuk mengalami kekuatan jiwa karena penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan yang memberi hidup.

Aplikasi :

Memang puasa tidak diwajibkan dalam kehidupan orang percaya. Tetapi sesungguhnya puasa itu baik untuk dilakukan dengan tujuan melatih penguasaan diri, membuat kita menjadi lebih fokus dalam berdoa dan juga melatih kepekaan rohani. Saat kita berdoa disertai puasa berarti kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, menunjukkan kesungguhan hati dan menarik kuasa Tuhan turun dalam hidup kita.

Pertanyaan untuk diskusi :

  1. Mengapa doa dan puasa harus sejalan?
  2. Apa kekuatan dari doa dan berpuasa?
  3. Apa tujuan kita melakukan doa dan puasa?

Tuhan bergaul karib dengan orang yang taat

“…ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;”  Ayub 29:4

Kisah tentang perjalanan hidup Ayub, tentunya tak asing lagi di telinga orang percaya.  Ayub harus mengalami proses hidup yang luar biasa, dimana Tuhan mengijinkan masalah dan penderitaan terjadi di kehidupannya, sekalipun ia adalah orang yang  “…saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”  (Ayub 1:1).  Pernyataan  ‘…saleh dan jujur; takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.’  menunjukkan bahwa kehidupan Ayub tidak bercacat cela, baik dalam hubungannya dengan sesama, maupun dengan Tuhan.

     Ayub selalu mengutamakan Tuhan dalam hidupnya.  Salah satu bukti adalah ia selalu mempersembahkan korban bakaran bagi anak-anaknya, sebab ia berpikir mungkin anak-anaknya telah berbuat dosa tanpa sepengetahuannya  (Ayub 1:5).  Karena kesalehannya ini Tuhan sangat dekat dengan Ayub, bahkan Tuhan bergaul karib dengannya.  Tidak semua orang bisa bergaul karib dengan Tuhan Sang Pencipta.  Kata  ‘bergaul karib’  berasal dari kata cowd yang berarti keintiman atau berbicara rahasia.  Bila dikatakan Tuhan bergaul karib dengan Ayub, berarti Tuhan bergaul secara intim dan berbicara rahasia kepada Ayub.  Pemazmur menulis:  “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.”  (Mazmur 25:14).  Dengan siapa Tuhan mau bergaul karib?  Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang takut kepada-Nya, artinya orang yang menghormati-Nya, yang melakukan firman-Nya dan mengasihi Dia dengan segenap hati dan jiwa.

     Bagi orang yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh  (kasih diwujudkan melalui ketaatan), Tuhan akan memberitahukan rahasia-rahasia-Nya dan juga perjanjian-Nya.  Bagaimana dengan Saudara?   Sudahkah kita memiliki integritas kepada Tuhan seperti Ayub?  Mari kita terus berjuang supaya kehidupan kita menyenangkan hati Tuhan.  Penulis  Amsal menyatakan:  “…dengan orang jujur Ia bergaul erat.”  (Amsal 3:32b).  Jujur berarti apa adanya, tidak ada kemunafikan di dalamnya.  Menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun bukanlah suatu jaminan bahwa Tuhan mau bergaul karib dengan kita, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

Hidup di dalam Baptisan

Kehidupan di dalam Baptisan

1 Kor 10:2

Surat 1 Korintus di tulis oleh Rasul Paulus untuk jemaat di Korintus. Dalam 1 Kor 10:2 disini dikatakan “ Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah di baptis dalam awan dan dalam laut”. Baptisan semacam ini membuat bangsa Israel terpisah antara Mesir dan diri mereka sendiri. Lalu setelah mereka menyeberangi laut merah, sekarang mereka ada di padang pasir menunju tanah perjanjian yang di janjikan Allah (tanah kanaan)  kepada nenek moyang (Abraham). Inilah Tipelogi yang di genapkan di dalam Kristus. Rasul Petrus juga menambahkan dalam 1 Petrus 3:21 “ juga kamu sekarang di selamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan “.

Baptisan berfungsi sebagai tembok pemisah antara dunia penuh dosa gelap dengan kecerahan hidup di dalam Kristus. Seorang yang dibaptis memotong dirinya atau memisahkan diri dari semua harapan dan keinginan duniawi dan hidup di padang pasir dalam arti tidak terikat oleh apapun. Dimana hatinya tidak terikat pada materi duniawi walaupun ia menggunakannya karena dia masih hidup di dunia ini, sama seperti yang di katakan Rasul Paulus dalam 1 Kor 7:30 juga kata hikmat salomo dalam Amsal 11:19-20.

Orang yang sudah di baptis memperoleh keselamatan yang dari Allah. Setelah kita memperoleh keselamatan itu kita berusaha untuk hidup berkenan di hadapan Allah di mana kita jangan seperti bangsa Israel di mana Allah tidak berkenan kepada mereka setelah mereka memperoleh keselamatan sebab mereka selalu bersungut-sungut dan itulah sebabnya Allah menewaskan mereka di padang gurun dalam 1 Kor 10:5. kita telah di baptis dan masuk ke padang gurun dan bangsa Israel menjadi contoh peringatan bagi kita supaya kita mengejar kebenaran yang adalah Allah kristus dalam 1 kor 10:6; Yoh 14:6.

Dalam 1 Pet 3:21 baptisan menurut rasul Petrus adalah jawaban dari hati nurani yang baik terhadap  Allah. dimana? Dia yang telah di baptis bersumpah untuk menjalani sisa hidupnya menurut hati nurani yang murni, sesuai dengan seluruh perintah Tuhan dan di terima dalam hati nuraninya. Kemurnian moral (perilaku) adalah karakteristik dari seseorang yang telah di baptis. Dalam baptisan manusia lama yang mencintai dosa telah mati dan manusia baru yanng muncul bersemangat untuk melakukan perkerjaan baik.

Dalam Roma 6:11-14 di katakan : hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Baptisan membuat diri kita di persatukan atau menjadi satu di dalam Kristus dan menyucikan hati nurani kita yang jahat sehingga di dalam hati nurani kita kita bisa menyembah dan melayani Allah selamanya Ibr 9:14. St. Gregory of Nazianzus mengatakan : Seperti ikan tidak bisa berenang tanpa air, dan seperti burung tidak bisa terbang tanpa udara, maka orang Kristen tidak dapat maju selangkah pun tanpa Kristus.

Baptisan (kreshenie) dalam bahasa Rusia terdengar seperti salib (krest). Ini adalah bunyi bahasa yang hampir sama dan sepertinya tindakan pembaptisan yang kelihatan adalah merendamkan diri di dalam air dan esensinya adalah penyaliban bersama dengan Kristus secara batin, rohani. Rasul Paulus berkata: manusia lama kita disalibkan bersamanya dalam baptisan (Rom 6: 6). Ini bukan semacam tindakan mekanis, tetapi perubahan moral, atau revolusi pikiran, tujuan, keinginan, dan simpati. Sebelumnya, semua ini diwarnai dengan kesenangan diri; sekarang semua tanpa pamrih didedikasikan untuk Allah, dalam Kristus Yesus, oleh kasih karunia Roh Kudus.

Dan sekarang yang mau saya lakukan dan tanpa henti adalah mengulangi Doa Puja Yesus, yang lebih berharga dan manis bagi saya daripada apa pun di dunia.  apa doa puja Yesus itu? “ Tuhan Yesus Anak Allah blaskasihanilah aku orang yang berdosa ini “. Dalam sehari saya tidak bisa menghitung berapa kali saya katakan doa puja Yesus karna saya mengatakannya dalam keadaan tidak sadar di mana hati dan pikiran terus mengulang kata demikian sampai ada orang yang berkata : kenapa kamu melamun atau apa yang kamu pikirkan padahal saya sedang melakukan doa puja Yesus dalam 1 Tes 5:17 di katakan tetaplah berdoa, ini mengajarkan kita tentang doa tanpa henti. Waktu saya praktek hal yang paling saya senangi adalah ketika bangun pagi, waktu istrahat  siang dan malam sebelum tidur serta ketika saya sendiri kenapa demikian? karena tidak ada seorangpun yang mengganggu.

Waktu praktek adalah waktu di mana kita diasa, di bentuk, di didik, di ajar dan itu semua tidak berjalan sesuai yang kita harapkan/inginkan kadang ada yang membuat kita menangis, sedih, marah, jengkel, emosian dan lain sebagainya dan perlu kita tahu bahwa doa puja Yesus bisa mengobati semuanya itu.

Yang terpenting sekarang ini kita harus menjaga kedagingan kita dalam disiplin atau askesis yang ketat. Saat kita menekan daging, kita membutuhkan kerendahan hati memohon belas kasihan dari Allah. Daging ini adalah hal-hal yang bertentangan dengan Roh Kudus. Yohanes dari Damaskus menyatakan bahwa daging ini adalah nafsu yang harus dihancurkan dengan cara sebagai berikut:

  1. kerakusan dengan kontrol diri,
  2. ketidaksucian dengan keinginan akan Allah dan kerinduan akan berkat yang tersimpan di dalam perbendaharaan jiwa kitaketamakan oleh belas kasihan bagi orang miskin
  3. kemarahan oleh kehendak baik dan cinta untuk semua orang; kesedihan oleh sukacita spiritual
  4. kelesuan oleh kesabaran, ketekunan dan persembahan syukur kepada Allah
  5. rendah diri dengan melakukan yang baik secara rahasia dan berdoa terus menerus dengan hati yang menyesal
  6. kesombongan dengan menghakimi atau membenci siapa pun seperti cara orang Farisi yang sombong (lihat Luk 18:11-12),
  7. dan tidak menganggap diri sendiri sebagai yang paling penting.

Ketika intelek atau nous telah dibebaskan dari nafsu dengan cara-cara diatas dan dibangkitkan kepada Allah, maka selanjutnya akan menjalani kehidupan yang diberkati, menerima janji Roh Kudus (lihat 2 Kor 1: 22). Dan ketika ia meninggalkan kehidupan ini, tanpa nafsu dan penuh dengan pengetahuan sejati, ia akan berdiri di hadapan terang Allah Tritunggal Mahakudus dan dengan para malaikat ilahi akan bersinar dalam kemuliaan sepanjang kekekalan. (St. John Damascene, “On the Virtues and the Vices” from The Philokalia: The Complete Text (Vol. 2))

Apa yang perlu kita pelajari dalam hal ini?

kita telah meperoleh keselamatan itu melalui Baptisan, sekarang kita terus memurnikan diri kita agar kita semakin hari semakin berkenan di hadapan Allah serta melakukan doa puja Yesus ” Tuhan Yesus Anak Allah blaskasihanilah aku orang yang berdosa ini” dan ini kita lakukan tanpa henti.

Pentingnya Cari pasangan yang Sepadan

Menikah itu gampang-gampang susah tetapi mempertahankan komitmen itulah yang teramat susah jika dua hati tidak sejalan. Memiliki pasangan yang mempunyai satu komitmen sama dengan kita tidak lepas dari pimpinan Tuhan dan orang yang satu kepercayan dengan kita (seiman).

Dasar memiliki pasangan yang satu visi dengan kita adalah dengan takut akan Tuhan. kenapa? karena Dialah yang menuntun kita untuk memilih pasangan yang seimbang dengan kita. Seimbang di sini bukan laki-laki sama laki-laki dan perempuan sama perempuan melainkan lawan jenis. Seimbang di sini adalah kerohanian dan visi yang akan dia jalani kedepan. keluarga yang baik di bangun dengan menjadikan Kristus sebagai kepalanya, dan memberikan segala yang kita miliki untuk Kerajaan Allah. Contonya seperti Akwila dan Priskilla. kita tahu bahwa meskipun pasangan ini tidak seterkenal pasangan-pasangan lain dalam Alkitab seperti Ishak dan Ribka, Yusuf dan Maria, Zahkaria dan Elizabet, Boas dan Rut dan lain sebagainya. Tetapi saya mengagumi komitmen dan visi mereka ( Akwila dan Priskila) kepada Allah.

Meskipun mereka sibuk bekerja, mereka selalu dengan hangat menyambut pelayan-pelayan Allah seperti Paulus dan Apolos jika kita lihat dalam Kisah Para Rasul 18. Mereka membuka pintu rumah mereka untuk dipakai menjadi tempat pertemuan dalam 1 Korintus 16 dan secara aktif mengejar segala kesempatan untuk memperluas Kerajaan Allah. Membuka pintu rumah di sini adalah membuka hati untuk dipakai oleh Allah.

Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak hanya ingin keluarga-keluarga orang percaya hanya percaya kepadaNya saja tetapi Dia mau kita melayaniNya. Dengan apa? dengan cara memberi rumah kita untuk di jadikan tempat pertemuan serta memberi waktu dan tenaga untuk melayaniNya. Dalam Matius 22:37 di katakan : “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” di tambah lagi dalam Yosua 24:15 : “ Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” di lanjutkan dalam Pengkhotbah 4:9a “ berdua lebih baik dari pada seorang diri”

Didalam keluarga selain dapat saling berbagi suka-duka kehidupan, sebuah pasangan dapat saling mendoakan, melayani Allah, dan melayani sesama bersama-sama. Sebab hal ini merupakan sebuah gambaran yang sangat indah. Tetapi bangaimana dengan mereka yang memiliki pasangan yang tidak sepadan (seiman) di mana seorang antusias melayani Allah namun yang seorang tidak. Apa yang kita lakukan sebagai orang percaya? kita hanya bisa mendoakan mereka. Betapa pentinggya doa dalam proses mencari seorang pasangan yang sepadan dengan kita bahkan juga dalam keluarga yang sedang kita jalani. Ingat bahwa hanya pasangan yang sepadan saja yang dapat membangun sebuah keluarga dengan Kristus sebagai kepalanya.

Bahan sering

Yang sudah berkeluarga :

  1. Siapa dasar di atas segala dasar dari rumah tanggamu?
  2. Seberapa hebat kamu mendoakan pasanganmu?
  3. Komitmen/visi apa yang sedang engkau rancang bersama pasanganmu?

Yang belum berkeluarga :

  1. Siapa yang pertama kamu libatkan untuk memilih pasanganmu?
  2. Pasangan seperti apa yang kamu inginkan untuk masa depanmu?

Ingat :

“JANGAN MALU BERTANYA KEPADA TUHAN”

Cari Pasangan yang Sepadan 1 Petrus 3:8

Menikah itu gampang-gampang susah tetapi mempertahankan komitmen itulah yang teramat susah jika dua hati tidak sejalan. Memiliki pasangan yang mempunyai satu komitmen sama dengan kita tidak lepas dari pimpinan Tuhan dan orang yang satu kepercayan dengan kita (seiman).

Dasar memiliki pasangan yang satu visi dengan kita adalah dengan takut akan Tuhan. kenapa? karena Dialah yang menuntun kita untuk memilih pasangan yang seimbang dengan kita. Seimbang di sini bukan laki-laki sama laki-laki dan perempuan sama perempuan melainkan lawan jenis. Seimbang di sini adalah kerohanian dan visi yang akan dia jalani kedepan. keluarga yang baik di bangun dengan menjadikan Kristus sebagai kepalanya, dan memberikan segala yang kita miliki untuk Kerajaan Allah. Contonya seperti Akwila dan Priskilla. kita tahu bahwa meskipun pasangan ini tidak seterkenal pasangan-pasangan lain dalam Alkitab seperti Ishak dan Ribka, Yusuf dan Maria, Zahkaria dan Elizabet, Boas dan Rut dan lain sebagainya. Tetapi saya mengagumi komitmen dan visi mereka ( Akwila dan Priskila) kepada Allah.

Meskipun mereka sibuk bekerja, mereka selalu dengan hangat menyambut pelayan-pelayan Allah seperti Paulus dan Apolos jika kita lihat dalam Kisah Para Rasul 18. Mereka membuka pintu rumah mereka untuk dipakai menjadi tempat pertemuan dalam 1 Korintus 16 dan secara aktif mengejar segala kesempatan untuk memperluas Kerajaan Allah. Membuka pintu rumah di sini adalah membuka hati untuk dipakai oleh Allah.

Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak hanya ingin keluarga-keluarga orang percaya hanya percaya kepadaNya saja tetapi Dia mau kita melayaniNya. Dengan apa? dengan cara memberi rumah kita untuk di jadikan tempat pertemuan serta memberi waktu dan tenaga untuk melayaniNya. Dalam Matius 22:37 di katakan : “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” di tambah lagi dalam Yosua 24:15 : “ Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” di lanjutkan dalam Pengkhotbah 4:9a “ berdua lebih baik dari pada seorang diri”

Didalam keluarga selain dapat saling berbagi suka-duka kehidupan, sebuah pasangan dapat saling mendoakan, melayani Allah, dan melayani sesama bersama-sama. Sebab hal ini merupakan sebuah gambaran yang sangat indah. Tetapi bangaimana dengan mereka yang memiliki pasangan yang tidak sepadan (seiman) di mana seorang antusias melayani Allah namun yang seorang tidak. Apa yang kita lakukan sebagaai orang percaya? kita hanya bisa mendoakan mereka. Betapa pentinggya doa dalam proses mencari seorang pasangan yang sepadan dengan kita bahkan juga dalam keluarga yang sedang kita jalani. Ingat bahwa hanya pasangan yang sepadan saja yang dapat membangun sebuah keluarga dengan Kristus sebagai kepalanya.

Bahan sering

Yang sudah berkeluarga :

  1. Siapa dasar di atas segala dasar dari rumah tanggamu?
  2. Seberapa hebat kamu mendoakan pasanganmu?
  3. Komitmen/visi apa yang sedang engkau rancang bersama pasanganmu?

Yang belum berkeluarga :

  1. Siapa yang pertama kamu libatkan untuk memilih pasanganmu?
  2. Pasangan seperti apa yang kamu inginkan untuk masa depanmu?

Ingat :

“JANGAN MALU BERTANYA KEPADA TUHAN”

Hagios: Chariton copy dari pak Hendi Wijaya

Hagios: Chariton

28 September: Peringatan Chariton Yang Kudus Dan Terhormat Pengaku-Iman Dari Palestina [350]

Chariton, seorang Pengaku-Iman, menanggung derita di Ikonium pada masabpenganiayaan terhadap orang- orang Kristen oleh Kaisar Aurelian. Dikuatkan oleh teladan dari Martir- Pertama Thekla, Chariton dengan berani mengecam ilah-ilah pagan dan dengan tegas mengakui Iman dalam Sang Allah Tunggal Yang Benar, Kristus Sang Juruselamat. Ia disiksa dengan ganas dan dipenjarakan. Setelah penganiayaan telah mereda, Chariton dibebaskan dan mengkhususkan hidupnya bagi Pelayanan Tuhan. Saat berperjalanan untuk berziarah ke Yerusalem, ia jatuh ke tangan para perampok. Mereka mengikatnya dan melemparkannya kedalam gua, dengan niat untuk membunuhnya kemudian.

Chariton mengucap syukur kepada Allah dan menyerahkan diri kepada KehendakNya. Seekor ular berbisa merayap memasuki gua itu dan mulai meminum anggur dari bejana yang ada disana, sehingga meracuninya dengan bisanya yang mematikan. Saat kembali ke gua, para perampok itu minum anggur yang telah diracuni itu dan mereka semuanya binasa.

Chariton memulai perjuangan Petapaannya di gua itu. Ia membagi- bagikan emas jarahan para perampok itu kepada orang-orang miskin, dan di gua perampok itu ia membangun Gereja, yang kemudian di sekelilingnya akan dibangun Monasteri, yaitu Lavra Pharan di Palestina yang termahsyur.

Chariton menyusun Peraturan yang ketat bagi Monasterinya. Ia mengundurkan diri ke gurun untuk mencari kesendirian tanpa menolak orang-orang yang mencari tuntunan rohani darinya. Ia mendirikan Monasteri Jerikho dan Souka, yang dinamai Lavra Tua. Pada akhir hidupnya, Chariton berjuang dalam gua di bukit dekat Monasteri Souka.

Menurut Tradisi Kudus, Chariton menyusun Ibadah Pengambilan Sumpah Kerahiban. Chariton wafat dalam usia sangat lanjut dan dikuburkan, sesuai kehendak terakhirnya, di Gereja Monasteri Pharan di tempat gua para perampok itu.

Troparion Irama VIII
‘Dengan aliran air matamu engkau telah mengairi gurun yang kering, dan dengan kesah dari lubuk jiwamu engkau telah membuat pekerjaan-pekerjaanmu berbuah seratus kali lipat, dan menjadi Terang bagi seluruh dunia, yang Cemerlang dengan Mukjizat- Mukjizat. Ya Chariton Bapa kami, mohonkanlah Kristus Allah, agar jiwa kami diselamatkan.’

Kontakion Irama II
‘Setelah bersuka dalam Kesucian dan mengekang hasrat kedaginganmu, ya Yang Berhikmat-Ilahi, engkau telah nyata bertambah-tambah dalam Iman dan berbuah bagaikan Pohon Kehidupan di tengah-tengah Firdaus, ya Chariton yang Amat-Terberkat dan Kudus.

Peringatan Para Martir Kudus Markus, Aleksander, Altheus, Zosima, Dan Yang Lainnya [Abad Keempat]

Orang-Orang Kudus ini menanggung derita bagi Kristus pada masa pemerintahan Diokletian. Markus seorang gembala. Ia ditahan dekat Antiokhia di Pisidia dan mempertobatkan ketiga-puluh prajurit yang menjaganya. Mereka semua dipenggal di Nikaea, namun Markus disiksa. Ketiga pandai besi yang menjaga alat-alat siksaan mendengar Suara yang memanggil mereka untuk menanggung derita bersamanya. Ketiganya, yaitu Aleksander, Altheus, dan Zosima, disiksa hingga mati sedangkan Markus dipenggal. Ketika kepalanya dibawa kedalam kuil Artemis, semua berhala-berhala jatuh dan hancur. Saksi-saksi akan Mukjizat ini menjadi percaya dan dimartir di Maromilium. Nama-nama mereka adalah Nikon, Neonos, dan Heliodorus.

Peringatan Nabi Kudus Barukh [Abad Keenam Sebelum Kristus]

Barukh adalah anak Nerias dan murid Nabi Yeremia. Ia menulis Kitab Nubuat pada tahun kelima Penawanan Bangsa Yahudi di Babilonia pada masa pemerintahan Zedekia. Pembacaan Nubuat yang dibacakan pada malam sebelum Perayaan Kelahiran Kristus, yang membawa nama Yeremia, diambil dari Nubuat Barukh. Namanya berarti Terberkati

Troparion Irama IV
‘Engkau telah menubuatkan Pendagingan Ilahi Tuhan ketika engkau berseru kepada seluruh dunia, ya Nabi, Inilah Allah kita, dan tiada yang dapat dibandingkan denganNya, Dia telah disaksikan diatas bumi, Yang lahir dari seorang Dara, Dia telah menyinarkan atas jiwa kita Terang Ilahi Pengetahuan. Dan Dia telah mengaruniakan
Keselamatan kepada semua yang mengidungkan pujianmu, ya Barukh yang Terilham Ilahi.’

Kontakion Irama II
‘Sebab engkau telah dijaminkan akan Sinar Bersinar Nubuat, engkau juga diikatkan kepada Yeremia sebagai sahabatnya, dan menubuatkan Perendahan-Diri Sang Firman demi Penciptaan Baru kita, ya Nabi yang Amat-Dipuji Barukh. Mohonkanlah Dia
agar menyelamatkan kami semua, yang menghormatimu.’