@ Spritual perfection
Desert father adalah orang/manusia biasa yang sama seperti kita namun memilih hidup untuk menjalani satu di siplin yang ketat atau ascetics di padang gurun untuk mencapai spiritual perfection.
Untuk mencapai kesempurnaan selalu ada hambatan yang di sebut dengan logismoi dan yang di lakukan desert father ini adalah pertempuran/perjuangan di dalam batin/hati mereka. Untuk mencapai kesempurnaan itu berasal dari dalam hati/roh. Tetapi selalu ada tantangan yang menghambat yaitu logismoi yang di hasilkan dari hati itu sendiri akibat godaan yang selalu masuk. Accidie dan porneia adalah dua logismoi yang selalu menyerang desert father. Desert father tidak pernah menyerah di mana mereka selalu mencari hikmat/bimbingan/tuntunan kepada senior-senior itulah mengapa ada banyak perkataan-perkataan yang muncul. Perkataan itu mereka masukkan kedalam hati dan melakukannya sampai mereka mencapai yang namanya kesempurnaan. Membangun silence/hesychia dan the cell adalah untuk mencapai yang namanya kesempurnaan.
Rasul paulus berkata dalam Efe 4:13 setiap orang selalu mengejar yang namanya kesempurnaan tetapi bagi orang percaya kesempurnaan itu adalah berbicara masalah spiritual. Artinya kesempurnaan itu bukan sesuatu yang bersifat fisik tetapi bersifat hakiki/roh yang bisa kita capai di dunia ini. Hal ini bisa di capai jika melakukan monastic life dengan sungguh-sungguh dan inilah immidiate salvation dan pada kehidupan zaman yang akan datang memang itu adalah kesempurnaan secara tubuh dan jasmani. Memang ada kebangkitan dari antara orang mati ini berarti ada kesempurnaan secara jasmani/materi di mana kita di ciptakan juga dari alam ini di mana Tuhan menciptakan kita dari debuh dan tanah. Debuh dan tanah itu adalah alam yang merupakan ciptaan Allah juga. Sehingga pada akhirnya ciptaan Allah itu menjadi sempurna di dalam spiritual kita.
Rasul Paulus berkata kehidupan sekarang yang penting adalah aku di perbaharui dari hari ke hari walaupun kehidupan lahiria saya makin lama makin kembali kepada tanah/kematian, tetapi dalam 2 Kor 4 di situ di katakan yang penting adalah rohku di perbaharui dari hari ke hari supaya mencapai the measure of the stature of the fullness of Christ Efe 4:13. Supaya kita sama seperti Kristus dalam 1 John 3:2. Dalam Rom 8:29; 2 Cor 3:18; 1 Cor 13:12; 15:49 dimana kita akan serupa menjadi gambar anak-Nya. 2 Pet 1:4 di dunia ini pakaian kita sudah baru tinggal isinya (spiritual) yaitu bagaimana kita membangun roh dan jiwa kita yang sungguh-sungguh di penuhi oleh Kristus. Fil 3:221 di mana tubuh kita akan di bangkitkan.
Maximus the Confessor mengatakan ada body’s participation in deification tetapi ketika jiwa sudah menjadi ilahi maka berikutnya adalah di dalam kesempurnaan dengan kita harus by co- participating in divine grace, the body is deified alongwith the soul. Maximus menyatakan bahwa kita yang berpatispasi di dalam kepenuhan Allah itu maka the soul and the body kita, Allah akan membuat kita accessible terhadap jiwa kita sehingga kita bisa accessible kepada Dia. Sebenarnya kita sudah merasakan/mecicipin itu ketika kita masuk ke dalam silence/hesychia kita berpatisipasi secara roh/jiwa kita dengan Allah, itulah yang Yesus ajarkan dalam Mat 6:6 jadi secara kepenuhannya adalah tubuh dan jiwa akan menerima secara full, jadi tubuh/roh tidak akan binasa kita akan di buat sempurna/seperti Ilahi, di sempurnakan oleh anugerah Allah dan kita akan menjadi manusia yang sempurna. Jadi baik tubuh/jiwa akan mejadi Allah oleh anugrah/energy-Nya. Jadi energy inilah sudah kita nikmati ketika kita bisa masuk satu doa kepada Allah.
@ Doa itu apa?
Menurut Gregori palams dengan doa kita menjemput anugrah. Anugrah itu adalah cahaya yang terpancar keluar pada tubuh kita dan inilah yang di praktekan desert father. Dalam Yoh 17:22-23 jadi kristus mendorong kita untuk membagi kekekalan-Nya kepada kita karena kasih-Nya, Dia bisa menyatuh dengan kita karena Dia juga adalah manusia dan juga dengan Allah karena Dia adalah Kristus.
Maximus berkata dasar pengertian dari deification ini adalah seprti yang di ajarkan Irenius dan Athanasius bahwa kita harus hidup terus di dalam Dia karena Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia/anak manusia sehingga kita bisa menjadi seperti Allah. Ini kutipan yang menarik dimana Allah menjadi manusai supaya manusia bisa menjadi seperti Allah dan ini tercapai dalam God’s incarnation. Gregory the Theologian inikarnasi adalah satu bukti bahwa Allah jadi manusia dengan demikian manusia bisa seperti Dia. Maximus melanjutkan Kristus yang adalah anak Allah membuat kita menjadi anak-anak Allah.
Untuk mencapai menjadi anak-anak Allah, deser father mengajarkan kita bahwa tujuan akhir kita adalah the deification or christification yang akan di capai dalam kehidupan sekarang ini melalui monastic life yang mereka ajarkan. Disini kita tidak menjadi Allah seperti yang di ajarkan mormon tetapi seperti manusia di dalam Allah . Sehingga kehidupan kita adalah mencapai deificattion by synergy.
Desert father menekankan kepada kita bahwa mengubah corruptible kita, kita semakin punya power untuk melawan dosa dan melakukan hal-hal yang baik untuk mencapai yang namanya kesempurnaan. berjaga-jaga, berdoa, berpuasa dan semua perkerjaan baik yang kita kerjakan dalam nama Yesus, dalam nama Yesus bukan hanya kita sekedar berbuat baik tetapi acquire the holy spirit.
Ketika kita melakukan sesuatu yang baik di luar kristus kita tidak menghasilkan apa-apa tetapi jika kita melakukannya di dalam anugerah Allah maka kita sedang mengerjakan kesempurnaaan kita, inilah yang di praktekan desert father. Yang di kerjakan oleh desert father ini semata-mata untuk kristus/bergantung kepada kristus sehingga ada nilainya untuk mengejar yang namanya kesempurnaan. Seperti yang di katakan Rasul Paulus katakan 1 Kor 3 kita mesti membangun ke atas tetapi dasarnya sudah di bangun oleh Allah, dasar/fondasinya adalah Kristus. Seperti yang Yesus ajarkan dalam Mat 7 seperti orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu, batu di sini adalah fondasinya sehingga ketika terjadi bahaya banjir/berbagai angin topan yang melanda rumah itu tetap berdiri karena fondasinya kokoh.
@ Apa itu fondasi batu?
1 Kor 3 fondasi batu itu adalah Kristus di lanjutkan bahwa fondasi batu itu adalah orang yang mendengar dan melakukan. Ini seperti yang di ajarkan Abba anthony mengapa dia memutuskan untuk menjadi rahib dan jika kita baca biografi hidupnya ketik ia mendengar perkataan Yesus kepada seorang pemuda yang kaya, juallah seluruh hartamu berikan kepada orang miskin dan ikutah aku. Inilah yang di lakukan oleh Anthony bahwa ia benar-benar melakukan yang di katakan oleh Yesus. Anthony membangun hidupnya ke atas fondasi batu sehingga ketika ia membangun hidupnya keatas bukan hal yang mudah di mana selalu ada Accidie, porneia dan logismoi tetapi ia tetap fokus kepada Tuhan. Selagi kita masih hidup di sinilah kita mendewasakan roh kita bukan di masa yang akan datang, roh kita inilah yang terus kita dewasakan sehingga tubuh ini semakin di muliakan yang nanti akan menjadi tubuh muliah yang tidak lagi binasa. Tetapi proses awalnya adalah kita lahir baru (di babtis ) dan di dalam hati inilah yang terus di dewasakan yang terus di bangun dia atas fondasi kristus/batu yaitu mendengar dan melakukan perkataan kristus.
@ Kutipan desert father
- Anthony : Ada seorang saudara berkata bertanya kepada Abba Anthony dengan cara apa saya bisa menyenangkan Allah? lalu Anthony menjawab perhatikan yang aku katakan selalu ingat akan Allah kemanapun kamu pergi dan apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sesuai dengan kitab suci dan di manapun kamu hidup kamu jangan terburu-buru dan kemudian kamu akan di selamatkan
- Abba Pammbo bertanya kepada Abba Anthony : apa yang harus aku lakukan? Anthony menjawab jangan percaya/bergantung pada kebenaran atau penilaianmu sendiri; jangan mennyesali perbuatan masala lalumu tetapi kuasailah lidahmu dan perutmu.
- Gregory berkata : Tuhan menuntun setiap orang yang telah menerima baptisan : iman dan jiwa yang benar, kebenaran lidah dan pengendalian tubuh.
- Ada seorang yang lain berkata : diet yang monoton yaitu doa yang sungguh-sungguh di tambah dengan cinta akan Allah, dengan cepat membuat para biarawan itu mengalami apatheia ( di beri kekuatan kemampuan untuk hidup kudus melawan logismoi atau dosa)
- Evagrius bekata “ ketika seorang biarawan di beritahu kematian ayahnya, ia berkata kepada utusan, berhentilah menghujat karena ayahku abadi
- Abba Macarius berkata kepada Abba Zacharias “ apa sih tugas dari seorang biarawan? Macarius menjawab selalu melatih dirimu tanpa henti.
- Abba Isaiah berkata “ yang perlu kita lakukan adalah belief in God, doa tanpa henti, hidup kudus, jangan menyerahkan diri pada kejahatan, kerendahan hati, kekudusan, dan lain sebagainya dan ini terus di bangun dan berdoa tanpa henti meminta pertolongan Allah dalam segala hal.
- Abba Isaiah juga berkata “ jika kamu ingin mengikuti Tuhan Yesus dengarkan/perhatikanlah perkataa-Nya. dan jika manusia lamamu ikut di salibkan dengan Dia sampai kamu mati maka kamu harus memotong semua hal yang membawa kamu bisa turun dari salib itu. Kamu harus mempersiapkan dirimu untuk mendengar, repose, humble, silence dari mulut kita dan menahan untuk tidak menghakimi sesama.
- Abba Isaiah berkata lagi “ kerja keras, kemiskinan, pengasingan sukarela, ketabahan, dan berdiam diri menghasilkan kerendahan hati dan kerendahan hati menghapus banyak dosa
- Abba Isaiah berkata “ bencilah hal-hal yang ada di dunia ini yang bersifat daging/menyingkir dari itu kalau tidak maka kita menjadi musuh Allah.
@ Repose
Repose di capai ketika sudah mempraktekkan humility, silence and hesychia dengan tujuan mengistrahatkan hati kita dari godaan dunia. Humility adalah kekuatan cell doa kita untuk mencapai yang namanya silence. Abba Sisoes berkata : “ tinggalkan itu semua, buang kemauan sendiri dan jangan kuatir akan dirimu”. Seorang Elder berkata : “ada logismoi/godaan dosa yang selalu menganggu aku, aku selalu menentang mereka”. Seorang Elder lain berkata “ tetaplah di dalam cell doamu, ingat akan Tuhan sepanjang waktu dan Tuhan akan melingkupimu. Usirlah segala sesuatu yang berdosa sehingga kamu bisa repose.Seorang Elder berkata : Awasi hati nuranimu juga hubungan dengan orang yang ada di sekitarmu maka kamu bisa repose.
Bagaimana kita meperoleh repose? yaitu seorang Elder menjawab kurangi perhatian akan perut anda maka kamu bisa repose.
Abba Isaiah berkata : “ benci segala sesuatu di dunia dan istrahatkan tubuhmu karena kalua tidak maka kamu akan menjadi musuh Allah. Abba Poemen berkata jika dia bisa membenci dua hal itu maka ia bisa mencapai yang namanya repose. Apa kedua hal itu adalah menyingkir dari hal-hal kedagingan dan kesombongan.
Abba anthony berkata : “ dengan takut akan Allah maka kita selalu mengingat akan kematian kita dan juga penghakiman serta menangisi dosa kita sehingga kita bisa menemukan Allah, membenci daging kita sehingga kita di selamatkan.
- Abba Isaiah berkata : “ nama Allah tidak bisa di kuduskan di dalam diri kita karena kita masih di kuasai oleh dosa. Ketika kita berdoa “ dikuduskanlah namanu datanglah kerejaanmu “ maka kita sedang menurunkan Allah di dalam hati kita. Kerajaan Allah datang bukan dalam bentuk fisik tetapi spiritual yang bertahta di dalam hati kita.
- Theodore of pherme ada tiga poin : poverty, ascetisim, and fleeing from folk
- Abba John Colobos “ personally, I would like a person to participate in all the virtues. Jika engkau bangun pagi lakukanlah satu virtue sesuai dengan perintah Allah. Dengan ketekunan and long saffering, in the love of God, with fear and physical fervor, and with much humiliation; dengan doa yang sungguh-sungguh, memurnikan lidah dan mata kita dan segala hal, tidak mengukur orang lain dan sebaginya. Meninggalkan hal-hal materi yang berhubungan daging, dan masuk kepada hal-hal yang baik : masuk pada salib, menghancurkan musuh, miskin akan roh, in determination and spiritual asceticism. Puasa, pertobatan, menangisi dosa, berperang, ada ketajaman membedakan yang baik dan yang jahat, memurnikan jiwa, berbagi, berjaga-jaga dan lain sebagainya
Tujuan kita belajar desert father ini adalah supaya kita punya langkah-langkah yang kita lakukakn setiap hari mulai dari kita bangun tidur sampai kita tidur kembali.
@ Sorrow for sin (menangisi dosa) adalah bagian dari meperoleh kesempurnaan.
- Abba Anthony berkata dengan takut akan Allah di hadapan mata kita, marilah kita mengingat selalu akan kematian (menjauhi dunia dan semua yang ada di dalamnya). Ini adalah the konteks Hesychia yang harus kita capai yaitu menangisi dosa kita sehingga pada akhirnya kita worthy of God.
- Tetaplah di dalam cellmu, satukanlah pikiranmu, ingatlah akan hari kematian, ingatlah the decomposition of the body, akan ada bahaya yang akan mengejar kita, kesakitan, kesia-siaan dari dunia ini, berjaga-jaga, semangat yang tidak ada padamnya. Barpikirlah apa yang terjadi ketika kita mati dan sebagainya.
- Abba Arsenius berkata sepanjang hidupnya ketika ia duduk, berkerja dengan tangannya ia memiliki kain pengakuannya karena airmata jatuh dari matanya untuk menangisi dosa-dosanya.
- Abba Ammonas berkata ketika di tanya oleh seorang saudara berkata kepadanya apa yang saya lakukan Abba jawab Ammonas : pergilah panasin pikiranmu. Ingatlah bagimana aku bertahan untuk berdiri di hadapan tahta Kristus dan bagaimana aku membela diriku, ingatlah akan hari itu. Jika kamu bisa melakukan itu maka kamu akan membebaskan jiwamu dan kamu akan di selamatkan.
- Abba Theodore berkata : ketika kamu duduk ke dalam cellmu, fokuskan pikiranmu dan ingatlah bahwa kamu sedang di hadapan Allah. Bayangkah yang takut, yang mengerikan di dalam penghakima dan itu terjadi kepada semua orang berdosa. Markus 9:48 akan ada api yang tidak padam dan akan ada cacing yang tidak akan mati. Di sini ada neraka sementara, dan semuanya itu adalah gertakan gigi dalam Matius 8:12 ada ketakutan, penyiksaan dan inilah yang kita ingat/doakan dari silence. Desert father berkata ketika kita silence kita bukan sedang melayang/melamun tetapi membayangkan tartarus, darkness, and gnashing of teeth. Setelah itu majulah, bawa hal-hal yang baik di dalam hatimmu, ready access to God dan kristus dan kepada malaikatnya dan orang-orang kudus serta nikmatilah itu. Kita menangisi hal-hal yang jahat dan rejoice kepada hal-hal yang baik.
- Abba Elijah berkata: saya takut ketiga hal ini ketika jiwaku keluar dari tubuhku artinya aku akan mati/aku akan bertemu dengan Allah dan kapan hukuman itu di berikan kepadaku.
- Abba Isaiah berkata : dia yang ada di dalam hesychia haruslah takut akan Tuhan sehingga kita menangisi dosa itu.
- Abba Petter murid dari Abba Isaiah kerkata : Ketika saya mengujungi Abba Isaiah ketika ia sakit, saya menemukan dia dengan sangat menderita dan ketika ia melihat saya sedih dia berkata kepada saya apa yang membuat kamu terhambat untuk melakukan repose? yang aku takuti adalah ketika aku menyingkir dari wajah Allah
- Abba Petter juga berkata : aku mengujungi dia dan menemukan dia sakit di berkata kepadaku : tubuh selalu mencari kesehatan tetapi untuk berbaring melawan Allah tetapi apakah akar dari semua tanaman yang di siram setiap hari? akan mati dan tidak menghasilkan buah. Sama dengan kita semakin kita hidup benar di hadapan Allah maka kita semakin dekat kepada Allah.
- Abba Petter juga berkata lagi : Apa artinya takut kepada Allah? jawabnya seorang pribadi yang percaya pada siapappun yang bukan Tuhan, orang itu tidak miliki rasa takut akan Tuhan dalam dirinya.
Desert father selalu memberi nasehat-nasehat yang pretikel untuk mencapai kesempurnaan misalnya Abba Josep dari teibis berkata : kita harus mengalami kematian, melakukan hal-hal yang baik, takut akan Allah dan juga memuliakan dan menghormati Dia. Abba Josep berkata ketika kamu sakit atau di cobai :
- Terimalah hal itu dengan ucapan syukur,
- Kemudian berusaha membersihkan yang salah-salah tadi di hadapan Allah (cepat memperbaiki/menangisinya) dengan itu akan menghapus segala dosa-dosa itu untuk memuliakan Aallah bukan untuk mencari muka kepada manusia.
- Duduklah di dalam satu ketaatan/ perintah. Carilah spiritual father dan renounce (tinggalkan) semua keinginan-keinginan kita.
Abba anthony berkata sama seperti ikan klau mati dia keluar dari air begitu juga dosa kita berluasa berkerja kalau kita keluar dari cell doa kita. Kenapa karena ketika kita keluar dari cell doa kita maka kita seperti ikan yang ada di daratan di maka kita kehilangan determinasi atau kehilangan doa, kehilangan takut akan Allah dan kehilangan semuanya karena kita keluar dari cell doa kita.
Aplikasi :
Mencapai kesempurnan bukanlah yang mudah karena slalu ada Accidie, porneia dan logismoi yang membahambat kita yntuk melakukan silence, hesychia dan the cell. Perkatan-perkataan dari kutipan desert father memberi kita wawasan pengetahuan tentang langkah-langkah apa saja yang kita lakukan untuk memperoleh kesempurnaan itu yang pertama adalah menyingkirkan hal-hal duniawi dan memiliki satu kerendahan hari di hadapan Allah, takut akan Allah dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui lebih jelas dan menjawab keraguan saudara jangan lupa tonton chanel Youtobe Hendi Wijaya semuanya di situ di jelaskan.
