Alegoris

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : 2 (dua)

Dosen              : Dr. Hendy Wijaya S.s

M. K                : Study PB 3 (Rom-Fil)

Tugas               : ke-6

Nilai                : 98

Langkah-langkah dalam syntactic form

  1. Membuat terjemahan literal
  2. Poin-poin syntac atau data historis

Langkah-langkah dalam semantic content

  1. Poin semantic
  2. Konsep teologis
  3. Semantic content alegoris.

Alegoris berasal dari kata Yunani Ale “ Alla “ artinya lain dan Agoreuuo “ Other ” artinya maknanya jadi Alagoris adalah makna yang lain.

Alegoris terbagi atas tiga  antara lain :

  1. Naratif  yang artinya cerita seperti perumpamaan
  2. Tipologi yang artinya suatu kejadian  yang terjadi tetapi ada makna spritual sense seperti Musa berbicara kepada Allah di semak duri. Musa tipologinya Allah dan semak diru tipologinya Maria
  3. Figuratif memakai kata kiasan seperti Amsal 8;1 Kor 13 contohnnya gong yang bergumandang.

Contoh :

Zakheus memanjat pohon ketika Yesus datang ke Yerusalem spritual sense  ketika Anugrah itu datang Zakheus dengan inisiatif meresponnya. Zakheus merespon kedatangan Yesus karena berita tentang Yesus telah ia dengar sebelumnya dalam Rom 10:17 dimana iman timbul dari pendengaran. Yesus menumpang di rumah Zakheus spritual sense  Zakheus membuka pintu hatinya ketika Yesus mengetok pintu hatinya Wah 3:20. Seluruh isi rumah Zakheus selamat spritual sense  melalui satu orang injil berkembang sama seperti 11 Murid maka banyak orang yang mendengar injil. Zakheus membagi hartanya spritual sense  Zkheus mengalami pertobatan atau perubahan hidup, berarti di dalam pertobatan adanya perbuatan yaitu membagi harta dengan orang lain sehingga dia berdamai dengan masa lalunya.

Ada seorang bangsawan di nobatkan menjadi raja tetapi orang-orang di sekitarnya membenci dia dan menolak dia jadi raja spritual sense  kristus yang di persiapkan menjadi raja tetapi orang-orang di sekitarnya tidak mau jika ia jadi raja bahkan mereka menolak Dia. Orang-orang yang menolak Dia adalah orang Israel di mana orang Israelah yang menyalibkan Dia. Tuannnya memanggil 10 hambanya dan memberika mereka uang mina supaya menreka memperoleh hasil spritual sense  Yesus memberika mandat yaitu memberitakan injil kepada semua orang supaya mereka mendapatkan jiwa yang hilang. Hamba yang 1 dan 2 mendapat upah dari tuannya spritual sense  orang yang menjalankan mandat dari Tuhan akan mendapat upah yaitu sorga. Hamba yang tidak melaksanakan mandat mendapat upah yaitu kebinasaan spritual sense  orang yang tidak menjalankan perintah atau mandat dari Tuhan akan mendapat kebinasaan di dalam api yang kekal bersama dengan iblis sama seperti Yudas di antara murid Yesus cuman Dia yang tidak menjalankan tugas malahan ia bersekongkol untuk menangkap Yesus.

Gal 4:21-31 sara tipologi dari Maria di mana kelahiran di lakukan dengab ajaib berarti figutatif tentang Hagar dan Sara dan ini fakta di mana di zaman Abraham dia menpunyai dua istri dan akan ada nanti keturunan sara merupakan keturunan perjanjian sedangkan keturunan Hagar adalah anak-anak perhambaan

seperti si ular dalam Kej 3 di mana tipologinya yaitu Iblis, rubah : licik, merpati : tulus. Ular di simbolkan sebagai lidah yang bercabang dua yang artinya pembohong/pendusta.

Bahtera Nuh mengalegoriskan Kristus di mana siapa yang ada di dalam Bahtera maka akan mendapatkan hidup sama seperti siapa yang ada di dalam kristus ia akan mendapatkan hidup dalam arti tidak binasa dan banjir di ibaratkan penghukuman.

Yoh 3:14 tipologinya Bil 21:9 di mana di mana ular tembaga tipologinya kristus karena siapa yang memandang kristus ia akan mendapatkan hidup dan ular itu di taruh di atas tiang melambangkan bahwa Yesus di salib di atas kayu salib. Musa meninggikan ular di padang gurun tipologinya Anak manusai harus di tinggikan. Di tinggikan berarti di gantung.

Mat 12:42 Ratu selatan dan salomo di mana tipologinya ratu dari selatan adalah dalam PL yaitu Ratu Zeba yang merupakan jemaat dan Salomo adalah dalam PL yaitu seorang raja yang merupakan Kristus.Berarti dalam hal ini adanya hubungan kristus dengan Gereja dan hubungan ini bagaikan hubungan suami istri atau hubungan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan.

Mat 12:40 Yunnus tiga hari tiga malam di perut ikan tipologinya Yesus turun ke dalam kerajaan maut selama tiga hari tiga malam

Rom 5:14 Adam adalah gambar Dia yang akan datang berarti  Adam tipologinya  kristus yang akan datang.

Rom 5:15-17 karena satu orang berdosa maka semua orang berdosa berarti dalam hal ini satu orang benar maka semua orang di benarkan.

Alegoris

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : 2 (dua)

Dosen              : Dr. Hendy Wijaya S.s

M. K                : Study PB 3 (Rom-Fil)

Tugas               : ke-7

Nilai                : 98

Alegoris

Kita bisa membaca Alkitab setiap hari tetapi apa dampaknya di dlam kehidupan kita yang bisa di lihat orang? dengan kita membaca Alkitab kita mengerti dan taat serta adanya pertobatan supaaya kita bisa hidup kudus. Sama seperti maria ketika ia melihat banyak orang membawa daum palam ke dalam gereja ia tertarik lalu ia datang ke dalam gereja tetapi ia tidak bisa masuk di mana di depan gereja ia tersungkr dan akhirnya jatuh dan ketika ia tersungkur maka ia melihat icon bunda Maria. Ketika ia melihat hal itu ia pergi kepadang gerun untuk berdoa dan berpuasa sehingga pada suatu saat Allah menyatakan kuasanya di mana maria bisa berjalan diatas air, berlari dengan secepat kilat dan ini bukan hanya dongeng tetapi ini adalah fakta di mana ada saksi mata.

Cyril memuridkan Origen, dan Origen memuridkan Clement. Clement berkata : ketika kita mengetahui kehendak Allah. jika anak Allah menjadi manusia maka manusia harus tahu mengapa anak mannusai itu turun ke dunia. Ini dengan tujuan supaya manusai hidup kudus. Kita belajar tentang Teologi supaya kita bisa mengalami Tuhan dan bersekutu dengan Dia. Belajar lewat kerja otak tetapi harus juga kerja hati atau jiwa karena kita pada akhirnya kembali kepada Allah. di di dalam Allah mengajarkan kita secara moral. Di mana kita adalah mannusia yang moralnya rusak atau sakit. Dengan membaca Alkitab maka kita sedang meminum obat supaya moral kita yang sakit di sembuhkan. Untuk melewati yng namanya ke selamatan kita harus :

  1. Pertobatan
  2. Hidup baru
  3. Kebaikan (penuh kasih)
  4. Memberi tanpa memandang muka.

Alegoris

Alegoris adalah makna yang lain. Contoh

            Maria di mana di dalam Tabernakel ada tabut Allah. di situ ada 4 macam isinya antara lain Buli-buli atau Guci yang isinya manna. Guci atau buli-buli ini ini figurnya Maria karena isi dari Guci adalah Manna sama seperti isi dari perut Maria adalah Yesus dalam Yoh 6:58 Manna atau roti yang kekal adalah Kristus. Isi dari Guci adalah tipologi dari Kristus di mana Kristus adalah Manna yang sejati dan Guci adalah wadah yang merupakan perut Maria. Dalam Kel 16:32-34

            Kandil Kel 25:31-40 kandi tempat api yagn terus di nyalahkan  Yoh 8:12. Kandil tipologi maria di mana lilin itu di letakkan di kendil dan lilin itu adalah kristus yang merupakan terang.

            Loh batu Kel 25:10-32 tipologi Maria sebab Firman Allah berinkarnasi di dalam rahimnya Maria Bil 17:8 tongkat merupakan tipologi maria di mana tidak mungkin tongkat bertunas dab berbuah sama seperti Maria tidak mungkin ia mengandung dan melahirkan padahal dia seorang perawan dan hal ini tidak mungkin tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin.

Dalam perjanjian lama dan perjanjian baru banyak orang berkata bahwa PL itu udah using, kuno dan lain sebagainya sedangkan yang berlaku sekarang adalah PB tetapi yang sebenarnya PL dan PB adalah pra-sebelun dan sesudah.  10 Hukum Taurat di tulis di loh Batu tetapi sekarag di tulis di dalam hati sehingga kita di sebut kamu adalah surat kristus 2 Kor 3:3 secara literal kita adalah surat kristus yang di tulis dengan tintah Roh kudus tetapi secara spiritual sense kita adalah PL dan PB karena semua kepenuhan kristus ada di dalam hati kita.

Ef 1:18

Terjemahan literal : Mata hatimu di terangi

Yang kita pelajari : hati di sini adalah keseluruhan jiwa kita yang di terangi di sini adalah mata

Poin semantic

  1. Hati memiliki hati/ punya mata
  2. Yang di terangi adalah mata
  3. Hati yang terang bersumber dari mata yang terang
  4. Yang menerangi mata adalah kristus

Konsep Teologis

Ide utama : mata yang bisa di terangi oleh kristus

Ide pendukung :

Mata fungsinya melihat, menyaksikan dan mengamati. Mengapa mata perlu di terangi? Karena gelap yang gelap adalah segala yang ada di dalam hati yaitu pikiran jahat Mar 7:21. Jadi jika pikiran jahat maka hari gelap. Jadi mata di sini adalah pikiran. Ef 4:23 ada Roh Rom 12:2 Nous. Mata menunju pada pikiran Roh dan Nous. Jadi yang di terangi adalah pikiran, Roh (perasaan) dan Nous (keinginan) yang menerangi adalah kristus

2 Kor 4:6

 Historis : The Eyes of your heart being englightened : mata dari hatimu di terangi

Poin semantic/spritual sense

  1. hati memiliki mata
  2. mata yang di terangi bukan hati tetapi mata-mata gelap
  3. mata gelap yang diterangi : Nous Rom 12:2 inti : Logos Mar 7:21 pikiran-pikiran : Pneuma Ef 4:23 roh
  4. di terangi oleh terang / enargi Ilahi /kemuliaan 2 Kor 4:6; Yoh 8:12; Mat 17:2

Terang berasal dari pengetahuan akan Allah atau face of Christ. kita perlu memandang wajah kristus karena dengan memandang wajah kristus maka kita memeperoleh terang atau cahaya kemuliaan itu. Jadi dalam hal ini untuk memperoleh cahaya kemuliaan kita harus memandang wajahnya kristus. Injil adalah pribadi yang memiliki cahaya dalam 2 Kor 4:6 cahaya injil sama dengan terang kemuliaan kristus. Jadi kita di terangi oleh injil dan injil itu adalah orang bukan benda yang memiliki pribadi. 2 Pet 1:19 terang itu menyinari tubuh dan hati. hati di sini adalah mata. Rom 1:16-17 orang yang mempunyai iman kepada injil akan memperoleh hidup karena di dalam injil ada terang karena injil itu yang menyelamatkan kita dari gelap untuk menunju terang. 

Historis : the you may know what is the hope of hid calling : supaya kamu tahu apa pengharapan dari panggilannya.

Jadi tujuan kita untuk memperoleh terang adalah supaya kita tahu panggilan Allah. Kita tahu panggilan Allah maka kita tahu pengharapan yang sudah di sediahkan Allah bagi kita. Pengharapan itu adalah kemuaan yang sudah di tentukan untukorang-orang kudus artinya kita di terangi dan dengan kita di terangi maka kita menerima warisan dari orang-orang kudus. Tanpa kita di terangi dan hidup kudus maka kita tidak menerima warisan. Orang suci melihat Allah ketika hatinya suci Mat 13:43 pada waktu itu kita akan menjadi makluk orang-orang yang bercahaya seperti matahari. Orang kudus itu adalah orang yang mempunyai kemuliaan Allah. Dalam Ef 4:4 pengharapan itu satu yang ada di dalam panggilan kita dan panggilan kita yaitu menjadi orang-orang kudus 1 Kor 1:2 dan inilah panggilan Allah karena suatu saat kita akan menjadi orang-orang yang bercahaya Rom 1:7 dan bergabung dengan orang-orang kudus Kol 1:2

Spritul Tree

Pertumbuhan rohani manusia seperti seorang bayi yang baru lahir di mana ia harus mengalami dulu pertumbuhan dalam 1 Kor 3:1-3. Ciri pertumbuhan rohani tidak di hidup di dalam daging. Dimana ia di sini mengalami kedewasaaan sehingga ia bisa memakan makanan keras. Orang yang pertumbuhan rohaninya hanya biasa-biasa saja dalam arti belum bisa menghadapi yang namanya masalah maka ia adalah seorang bayi yang hanya mampu minum susu. Spiritual manusia seperi pohon di mana ia mengalami kematin (mematikan keinginan daging. Sehingga dengan dia mati maka ada benih yang bertumbuh. Benih yang berumbuh ini akan menancamkan akarnya di mana akarnya merupakan fondasi/dasar yang menyerap makanan. Dengan benih inni mati makanya adanya benih ilahi yang berasal dari Allah dan benih ilahi ini adalah berasal dari Allah di mana ialah yang akan mati supaya menghasilkan yang namanya pertumbuhan. Mati di sini adalah dengan menyengkal diri, mematikan keinginana daging/nafsu bisa di katakana sebagai padang gurun kita. Mati di sini juga adalah adanya pertobatan yang terus menerus dengan air mata. Fondasi atau akar merupakan iman, dan iman harus di tambah dengan perbuatan-perbuatan dan inilah yang merupakan latihan jiwani (doa/nepsis/ready the bible/puasa dan pertobatan. Di dalam latihan jiwani (pikiran/doktrin) juga ada latihan badani (tubuh terang). Latihan badani dan jiwanni di terangi oleh anugrah. Dalam terang memerlukan minyak juga dalam anugerah memerlukan energy ilahi yang di salurkan oleh Roh kudus. Batang pohon merupakan manusia rohani yang bertumbuh menunju kepada kristus. Di mana di sini keinginannya semakin habis dan pertumbuhan rohaninya makin bertambah. Sedangkan buahnya adalah menunju pada Theosis atau penghakiman akhhir. Di mana di sini kita mempertaruhkan iman kita di hadapan Allah.  

Zakheus yang di Selamatkan

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : 2 (dua)

Dosen              : Dr. Hendy Wijaya S.s

Tugas               : ke-5

Zakheus yang di selamatkan

Luk 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Data yang kita dapatkan :

  1.  Yesus masuk dan melintasi kota Yerikho. Dimana letak kota Yerikho dan bagaiman keaadannya pada saat itu?
  2. Zakheus. Siapa Zakheus itu? Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Ia adalah seorang orang kaya dan pendek. Ia kaya akibat dari pajak penduduk diman yang sebenarnya Zakheus menyedorkannya kepada gubernu di Romawi. Tetapi kenapa ia kaya karena pada waktu itu seorang pemungut cukai adalah seorang penghianan karena mereka memeras rakyaatnya sendiri di mana setiap orang bertemu kepadanya ia selalu menagi. seorang pemungut cukai tidak tahu yang namanya janjji dimana apa yang menjadi tanggujawab atau kewajiban harus di penuhi dan jika tidak maka ia akan memeras rakyat itu dengan kasar.
  3. Zakheus berusaha melihat Yesus dari atas pohon ara karena ia tertarik untuk melihat dan mengenal siapa Yesus itu. Terbukti bahwa Zakheus seorang yang antusias sampai ia panjat pohin karena ia dengar dari paradosis tentang siapa Yesus. Yaitu Yesus yang memberi penyembuhan, Yesus memberi mujizat bahkan lain sebagainya yang di ceritakan oleh paradosis yang di dengar oleh Zakheus.
  4. Yeusk memberi respon kepada Zakheus dengan memanggil Zakheus katanya : “Zakheus segeralah turun sebab hari ini Aku mau menumpang dirumahmu”. Dalam hal ini yang perlu kita pahami bersama adalah Tuhan memperhatikan orang serta mengenal. Nyatanya Yesus memanggil mana Zakheus bukan eh.. segeralah turun tetapi Zakheus segeralah turun. Berarti Yesus mengenal setiap pribadi orang. Zakheus addalah seorang yang di kuncilkan di mana seorang pemungut cukai tidak di dekati oleh setiap rakyat malahan mereka sembunyi jika ia datang serta di jauhi karena perkerjaannya yang tidak di sukai. Yesus memanggil Zakheussupaya Yesus menunpang di rumahnya. Menumpang artinya adalah tinggal dimana Yesus mau mengenal Zakheus.

Jadi dalam hal ini ketika Zakheus berusaha Melihat Yesus berarti ada Anugrah yang datang yaitu Kristus tetapi Anugerah itu di sambut dengan antusias oleh Zakheus. Anugerah datang dengan sendirinya tetapi ketika Anugerah itu datang bagaiman respon kita, apakah respon kita seperti Zakheus atau diam saja seperti orang-orang di sekitar Zakheus. Dan apa bila Yesus tidak melintasi Yerikho maka ia tidak bertemu dengan Zakheus.

  • Zakheus menerima Anugerah dengan suka cita di mana ia membuka pintu hatinya untuk memersilahkan Anugrah masuk.
  • ketika Yesus menumpang di rumah Zakheus maka orang banyak bersungut-sungut karena mereka tidak tahu tujuan Yesus. Diantara orang-orang yang ada di Yerikho hanya Zakheuslah yang mengetahui dan mengerti tentang tujuan Yesus dan langsung membuktikannya dengan memberi setengan hdari hartanya kepada orang miskin dan apabila ada orang yang di peras maka ia memberi empat kali lipat berarti kita bisa memahami bahwa Zakheus tidak membutuhkan lagi harta dunia yang hanya pada akhirnya sia-sia.
  • Zakheus akan menyumbangkan ½ hartanya. Ini menjelaskan bahwa Zakheus mengalami pertobatan sehingga dengan suka rela ia membagi hartanya kepada orang lain yaitu orang-orang miskin dan mengembalikan 4 kali lipat kepada orang yang telah di perasnya berarti dalam hal ini ia memperbaikin dirinya.
  • seisi rumah Zakheusmengalami keselamatan. mengapa? karena mereka membuka pintu hati mengijinkan Yesus masuk dan mendiami
  • Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Jadi ketika ada pertobatan maka adanya keselamatan, keselamatan artinya menemukan kembali. Dan jika tidak ada pertobatan maka tidak adalah keselamatan.

Pemahaman (comperehensif)

Kristus telah datang dan mencari. siapa yang di cari? adalah kita manusai yang  berdosa tetapi kita dapat di selamatkan tergantung bagaiman respon kita terhadap Anugrah itu. Dan sekalipun kita merespon dengan baik tetapi apabila tidak ada pertobatan maka kita belum mengijinkan Anugrah itu masuk dan mendiami hidup kita. orang yang sudah di sselamatkan atau mendapatkan  Anugerah adalah orang yang mengalami pertobatan dimana ia tidak hidup lagi di dalam dosa yang telah ia perbuat malahan ia menjadi kudus di hadapan tuhan dan menjauhi kejahatan. sama seperti ketika Yesus memanggil Zakheus mka Zakheusmenyambut dengan antusias dan membuka pintu hatinyna supaya Anugrah itu masuk kedalam hatinya.

Yesus sendiri yang datang untuk memberikan Anugrah kepada kita dan ketiak Anugerah itu datang lewat mendengarkan Injil maka kita merespon dengan membuka pintu hati dimana Anugrah itu tinggal di dalam hati kita maka di situ terjadilah yang namanya pertobatan (repetence). Ingat tanpa pertobatan maka tidak ada penerimaan.

konsep Teologi

Ide utama : Zakheus di selaamtkan

Ide Pendukung :

  1. Anugerah berinisiatif mencariZakheus di kota Yerikho
  2. Zakheus membuka pintu hatinya untuk kristus dengan sukacita
  3. Zakheus mengalami pertobatan dari keserakahan uang
  4. Zakheus dan seisi rumahnya di selamatkan atau di temukan kembali

Dua Perintah yang Terutama

Nama               : Ribala E. Gulo

Tingkat            : II

M. K                : Yunani II

Dosen              : Dr.  Hendi Wijaya s.s  

Tugas               : ke-1

Mar 12:29-30

Terjemahan Literal :

Jesus answered him, “The first of all the commandments is:`Hear, O Israel, the LORD our God, the LORD is one. (Mk. 12:29 NKJ). And you shall love the LORD your God with all your heart, with all your soul, with all your mind, and with all your strength.’ This is the first commandment. (Mk. 12:30 NKJ)

ἀπεκρίθη ὁ Ἰησοῦς ὅτι πρώτη ἐστίν· ἄκουε, Ἰσραήλ, κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν, (Mk. 12:29 GNT). καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. (Mk. 12:30 GNT)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

 (Mk. 12:29 ITB). Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mk. 12:30 ITB)

Dijawab Yesus, bahwa hal pertama/perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan Allah yang  Esa, dan kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu,jiwamu, pkiranmu dan kekuatanmu.

Point-point sintaktis(kompherension) (olah data)

  1. Yesus menjawab apa itu perintah pertama
  2. Perintah pertama adalah:
  3.  dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa.
  4. Kasihilah Tuhan Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu.

Point-point semantic (kompherension) (olah data)

  1. Yesus sendiri  yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atau mengenal Allah itu Esa lalu Yesus melanjtukan  perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan bangsa Israel
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata Tuhan dan Allah menunjuk pada identitas yang sama yaitu Allah Bapa. pada perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kristus sehingga mengenal dan mengasihi Kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah Bapa atau mengenal dan mengasihi Allah Bapa sama artinya mengenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah Bapa
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam batin yaitu hati, jiwa dan pikiran manusiayang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energy/daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah berarti menghasilkan hidup yang terang sebab kasih itu berwujud terang atau energy ilahi.
  1. Hidup terang berarti hati, jiwa, pikiran mengalami terang (batin mengalami terang) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh juga mengalami terang.
  2. Bukti mengasihi Allah yang segenap batin dan kekuatan itu adalah mengasihi orang-orang di sekitar kita.
  3. Mengasihi orang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah orang paling dekat.
  4. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan dan keseimbangan.
  5. Kedua perintah di atas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah yang lain.

Membuat outline konsep: (kompherension /olah data)

Ide utama: Dua perintah yang utama (yang terutama)

Ide-ide pendukung:

  1. Mengenal dan mengasihi Allah Yang Esa adalah perintah pertama.
  2. Perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah kedua.
  3. Perintah kedua yaitu mengasihi diri sendiri untuk mengasihi orang-orang disekitar.
  4. Kedua perintah ini yaitu kasih menjadi fondasi dari perintah-perintah yang lain.

Semantic Content = Analisis (menguraikan komponen-komponen)

Perintah manakah yang paling utama? Demikian pertanyaan seorang ahli Taurat kepada Yesus. Jawaban Yesus ada 2 yakni pertama, dengarlah, hai orang Israel, Tuhan, Allah kita, Tuhan adalah Esa, dan kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua ialah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.

  1. Mengenal dan Mengasihi Allah Yang Esa adalah Perintah Pertama

Allah itu Esa. Ini adalah pengakuan Yesus tentang Keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran atau dogma dalam Kekristenan. Itulah sebabnya dalam Pengakuan Iman Nikea (325) dimulai dengan “Aku percaya pada Satu Allah.” Tauhid adalah kebenaran mutlak karena merupakan pengakuan Yesus sendiri dan tercatat di dalam kitab suci. Dalam hal ini jelas bahwa Allah yang Esa tidak di sebut dalam hitungan matematika atau satu dua tiga tetapi dalam Allah itu satu tetapi tiga pribadi. Sering di sebut sebagai usia dan hipotasis di mana Allah itu satu hakikat dan tiga titik kesadar yaitu Bapa, Anak dan Roh. Tiga bukan dalam hitungan angka, jika di dalam hitungan mengapa bukan empat atau lima? Nah seperti inilah yang perlu kita luruskan. Dimana Bapa merupaka sumber ciptaan, Firman merupakan yang menjadikan ciptaan, dan Roh Kuduslah yang memberi kehidupan(menghidupi). Kata “Allah” atau “Tuhan” sendiri secara ontologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang “Maha” itu. Karena Dia itu esa dalam keberadaan-Nya maka esa pula dalam segala sifat-sifat-Nya sehingga tak ada satu pun yang dapat dibandingkan dengan-Nya. Allah itu esa di dalam keilahian-Nya dan juga kepenguasaan-Nya. Dia yang menjadikan segala sesuatu di alam semesta ini dan juga pemilik serta pemelihara satu-satunya (Yesaya 44:24; Mazmur 24:1; 104: 10-27). Pengakuan atau syahadat Yesus di atas tidak lepas dari syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Karena Allah itu esa, sehingga mengasihi Allah juga harus dengan “segenap” (bulat; utuh; keseluruhan) hidup (hati, jiwa, akal budi/pikiran, dan daya upaya/kekuatan/energi) kita. Tidak ada tempat bagi ilah lain di dalam hidup kita hanya Allah yang esa itu saja. Mengasihi Allah dengan segenap hidup kita berarti hanya Allah yang kita kasihi dan tidak ada ilah lain di dalam hidup kita.

  • Perintah Pertama Menjadi Dasar Mengerjakan Perintah Kedua

Seiring dengan itu maka apa bukti kita mengasihi Allah dengan segenap hidup itu? Rasul Yohanes dalam surat 1 Yohanes menuliskan, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yohanes 4:20-21). Rasul Yohanes menyatakan dengan jelas bahwa mengasihi Allah berarti mengasihi sesama. Sikap mengasihi ini menunjukkan bahwa dia lahir dari Allah dan mengenal-Nya sebab Allah adalah kasih dan kasih itu berasal dari Allah (1 Yohanes 4: 7-8). Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, kasih-Nya sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4: 12b). Allah adalah kasih, dan siapa yang tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yohanes 4: 16b). Dengan mengasihi menunjukkan kita berada di dalam Allah.

Mengasihi sesama juga membuktikan kita mengasihi Yesus yang adalah Firman-Nya yang berinkarnasi. Karena Allah itu esa sehingga mengasihi Allah berarti juga mengasihi Firman-Nya. Mengasihi sesama merupakan perintah Yesus (Yohanes 15:17). Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi sesama berarti kita mengasihi Yesus karena kita menaati perintah Yesus. Mengasihi Yesus berarti kita dikasihi Allah dan inilah kasih Allah itu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh-Nya (1 Yohanes 4:9). Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.

Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Dan kebalikan dari kebencian adalah kasih sehingga Rasul Yohanes memberikan perintah selanjutnya. Kedua, mengasihi saudaranya (1 Yohanes 2:10). Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Konsep kasih adalah kebalikan dari konsep benci. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk kepentingannya sendiri. Mengasihi berarti mengorbankan diri sendiri untuk orang lain supaya mereka hidup. Mengasihi sesama berarti mengorbankan diri sendiri untuk sesama supaya mereka menjadi hidup atau tidak binasa.

Konsep ini semakin jelas karena kasih itu relasional dengan orang lain. Kita lihat di 1 Yohanes 2:8. Di ayat tersebut dituliskan bahwa kegelapan sedang hilang dan mulai diterangi. Kegelapan ini bisa secara komunal maupun personal yang tidak terlihat orang lain. Kegelapan sedang lenyap dan mulai diterangi oleh kasih. Kasih itu sifatnya komunal (melibatkan orang lain) bukan perasaan tetapi berkaitan dengan orang lain. Kita lihat contoh kasih Kristus. “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:16-17)

Kasih Kristus adalah mati untuk manusia berdosa. Kristus harus mati karena manusia berdosa. Kristus harus mati karena manusia membutuhkannya supaya manusia hidup tidak binasa melainkan hidup kekal. Kasih Kristus adalah pengorbanan, relasional dengan orang lain yang membutuhkan, dan membuat orang lain menjadi hidup. Hal yang sama ketika kita akan mengasihi dengan mengikuti teladan kasih Kristus.

Kasih itu mengorbankan diri, relasional dengan orang lain, dan membuat orang lain menjadi hidup. 1 Yohanes 3:16-17 menjelaskan bahwa puncak kasih adalah mengorbankan nyawa. Puncak kasih Allah adalah mengorbankan Kristus di atas kayu salib. Begitu juga dengan manusia. Puncak kasih kita adalah ketika kita mengorbankan nyawa kita untuk orang lain, namun sebelum sampai ke puncak, Yohanes menyatakan kita bisa mengasihi orang lain dengan memberi harta benda kita yang dibutuhkan oleh orang lain. Sehingga benarlah yang dikatakan oleh Yohanes bahwa anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yohanes 3:18). Mengasihi sesama berarti melakukan sesuatu bagi sesama (kasih dengan perbuatan bukan dengan perkataan) sehingga dia meiliki kehidupan (kasih dalam kebenaran). Lihat juga penjelasan kasih di artikel berikut https://hendisttrii.wordpress.com/2017/05/30/matius-712-kasih/

Kasih Menjadi Fondasi

Mengapa kedua perintah ini menjadi fondasi atau lebih tepatnya mengapa kasih menjadi dasar untuk mengerjakan perintah-perintah lain? Sebab kasih itu menggenapkan semua perintah hukum Taurat atau kasih itu kegenapan hukum Taurat (Rom 13:10). Dan Kristus datang untuk menggenapkan hukum Taurat (Mat 5:27) yaitu menjadikan nyata atau memberikan makna sebenarnya dari hukum Taurat itu. Lihat juga pembahasannya di artikel berikut: https://hendisttrii.wordpress.com/2019/01/16/ karya-kristus-karya-penggenapan-hukum-taurat/. Sehingga karya Kristus adalah karya kasih dan kasih yang harus kita tunjukkan adalah kasih Kristus yaitu kasih penggenapan hukum Taurat atau kasih yang telah diberi makna baru oleh Kristus. Kasih yang harus kita pancarkan sekarang baik kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain adalah kasih Kristus.

Kasih Kristus

Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan Hukum Taurat yang digenapi oleh Kristus. Kristus telah menggenapi Hukum Taurat yang berarti Dia telah mengasihi Allah dan manusia secara sempurna sehingga Dia mewakili manusia yang gagal menaati Hukum Allah karena ketidaktaatan manusia atau dosa. Sebab dosa adalah pelanggaran terhadap Hukum Allah yang berarti ketidaktaatan manusia kepada perintah Allah. Kristus menggantikan manusia sebab Dia mengasihi manusia dengan cara ketaatan secara total kepada Allah. Di balik kasih ada ketaatan. Sebab itu ketika Kristus menggenapi Hukum Taurat dengan mangasihi Allah dan sesama, Dia menunjukkan ketaatan sampai mati (Fil 2:8). Ketaatan adalah bukti kasih. Tanpa ketaatan tidak ada kasih. Kristus menyatakan, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10) Itulah sebabnya Kristus taat sampai mati menggantikan ketidaktaatan manusia. Hanya Dia yang sempurna menaati Hukum Allah itu. Dia dengan ketaatan bukan dengan paksaan mengosongkan diri menjadi seorang hamba.

Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” (Yoh 14:21, 23-24) Apa perintah Kristus? “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yoh 15:12) Kristus memberikan perintah supaya kita mengasihi sesama dan dengan mengasihi sesama ini berarti kita menaati perintah Kristus dan sekaligus mengasihi Dia. Mengasihi Kristus juga berarti kita mengasihi Allah karena melihat Kristus adalah melihat Allah sebab itu kita juga akan dikasihi Allah. Kuncinya adalah ketaatan kita pada perintah Kristus yaitu melakukan kasih tadi.

Ringkasan = Sintesis (menyimpulkan/menyusun kembali)

Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.

Obedience (Ketaatan)

Dengan membahas hal diatas apa yang pelu kita lakukan untuk menurunkan ke dalam Psimotorik kita sebagai sesuatu hal yang akan kita kerjakan. Berarti mengasihi Allah sama sengan mengasihi sesama dan kasih kepada sesama tidak memandang muka contohnya karena ia teman bahkan sahabat kita ataupun keluarga famili kita maka  kita mengasihinya tetapi dalam hal ini kasih kita kepada Allah yaitu mengasihi sesama. Jika Kristus mengasihi kita mengapa kita tidak bisa menyalurkan kasihnya.

Aplikasi  (Penerapan)

  1. Kita harus terlebih dahulu mengenal atau memahami siapa Allah yang Esa itu.
  2. Setelah itu, kita harus menerapkan pengenalan itu dalam wujud mengasihi Allah dengan segenap batin dan kekuatan.

Bukti mengasihi Allah adalah mengasihi Kristus, Bukti kita mengasihi Kristus adalah dengan mengaasihi sesama. siapa sesama kita? yaitu orangt-orang yang berada di sekitar kita.

Renungan tentang Tujuan

Apakah saya orang yang mempunyai Tujuan?

Filipi 1:22

Dulu waktu saya semester satu, saya masuk kuliah STT Soteria karena pelarian dari kedua orangtua sehingga saya tidak mempunyai tujuan kemana arah mulai melangkah. Yang saya pikir setiap hari adalah saya bisa makan dan menikmati hidup. Saya mengerjakan tugas yang di berikan para Dosen hanya karena takut mendapat nilai C bahkan masuk kuliahpun sering terlambat 10 menit. Dan yang selalu ada di pikiranku adalah shopping bahkan saya mimpi memiliki sebuah Mall yang besar.

Tapi Firman Tuhan mengingatkan saya bahwa semua yang ada di dalam dunia adalah keinginan mata, keinginan daging serta keangkuhan hidup. Saat kita larut di dalamnya, maka kita dapat kehilangan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Dan lambat laut hidup kita akhirnya di kuasai oleh keinginan daging. Sedangkan tujuan hidup yang sejati adalah  mencari kehendak Tuhan dan melaksanakannya di dalam hidup kita. Itu artinya kita harus mendahulukan Tuhan lebih dari semua kepentingan kita. Ingat, tujuan hidup kita kepada Tuhan adalah kekal sedangkan di dunia hanya sementara bagaikan asap. Ketika kita memiliki tujuan hidup yang mulia, bukan berarti semua tanpa tantangan, namun kita harus terus maju untuk menggenapi rencana Tuhan bagi kita. Dalam semuanya ini, renungkanlah apakah gunanya jika saya sudah mencapai semua keinginan saya namun pada akhirnya kita jauh dari Tuhan yang merupakan tujuan hidup kita. Jadi, kejarlah segala sesuatu yang bersifat kekal dan pastikan bahwa kita memiliki tujuan hidup Amin.

Penanaman dan Pertumbuhan Gereja

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : II

Semester          : IV

Dosen              : Stefanius Liem

Penanaman Dan Pertumbuhan Gereja

Saya membaca buku : TANPA VISI GEREJA HANCUR

Di dalam gereja sangat penting yang namanya visi dimana visilah yang membuat gereja yang di dirikan atau yang di pimpin oleh seorang yang mendirikan bisa bertahan. Visi adalah gambaran jiwa yang jelas dari sebuah masa depan yang di inginkan. Visi adalah melihat yang tidak terlihat membuatnya menjadi terlihat. Hal tentang visi di dalam gereja membuat aku tertarik karena saya pikir benar ya, jika tidak ada visi yang akan di capai maka pelayanan kita tidak maksimal bagaikan perahu yang ada di tengah laut yang tidak ada pengemudinya. Visi kita membuat kita seperti martusua di tengah laut yang tidak akan goyang walaupun badai datang menerja. Ketika saya selesai membaca buku TANPA VISI GEREJA HANCUR saya terberkati karena kedepan saya seorang pelayan Tuhan membuat saya berpikir betapa pentingnya visi itu. Orang yang tidak mempunyai visi bagaikan orang yang jalan di tempat yang tidak akan maju juga mundur.

Visi Tuhan bagi pelayanan anda bukanlah sesuatu yang dapat berubah begitu cepat, bukan pula sesuatu yang dapat di capai dengan kilat. Namun akan terus menerus hidup di dalam diri kita.

Visi menjadi alasan utama dalam kehidupan. Karena ia di pandang sebagai penanda tujuan yang di kenakan dengan bangsa dan berani oleh pengembannya.

Visi itu :

  1. Menentang
  2. Menginspirasi
  3. Menguatkan

Didalam alkitab orang yang mempunyai visi adalah paulus.

Kesimpulan

Mengapai visi Tuhan di dalam pelayanan dalam gereja bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan. Dengan visi misi yang kita punya maka gereja kita akan bertumbuh. Amin

Keselamatan

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Tingkat            : 2 (dua)

Dosen              : Dr. Hendy Wijaya S.s

M. K                : Dogma 3

Tugas               : ke-2

Nilai                : 98

keselamatan

Bicara tentang keselamatan adalah bicara tentang kristus di mana Kristus adalah dasar dari kasih Allah yaitu Anugrah keselamatan.  Pada suatu hari ada seorang uskup yang saleh sedang melakukan perjalanan kerumah ibadah. Ditengah perjalanan ia sedang bertemu dengan seorang Ibu yang baru percaya kepada Yesus tanyanya kepada Uskup tersebut : Uskup apakah saya di selamatkan?. Uskup tersenyum dan berkata kepada Ibu tersebut. Bu jika saya perdalamkan sedikit pertanyaanya. Ibu bertanya apakah saya di selamatkan? atau apakah sekarang saya di selamatkan? atau lagi apakah suatu saat nanti saya akan di selamatkan?. tetapi ibu itu bingung dan diam. lanjut kata Uskup tersebut memang ketiganya benar , saya sudah diselamatkan, Saya sedang diselamatkan; dan saya masih akan diselamatkan. karna keselamatan itu utuh (komprehensif). karena kenapa? kita telah di selamatkan dari masa lalu kita yang amburadul dari dosa dan kematian melalui Baptisan air dan Roh. ini di sebut suatu pembenaran (justifikasi). Keselamatan tidak hanya berhubungan dengan masa lalu kita tetapi juga masa sekarang karena hal ini berkaitan dengan perjalanan pertumbuhan kehidupan kita sehari-hari dalam Kristus dan Roh kudus. Dan ini di sebut purification  (pemurnian/pengudusan) dan keselamatan juga harus terjadi dalam kemuliaan terakhir kristus sama seperti kata Rasul Paulus dalam Kol 3:4 juga baca dalam 1 Yoh 3:2 di mana kita ikut dalam pemuliaan atau pengilahian. keselamatan yang telah kita terima harus menghasilkan buah juga bersinergy dengan kristus dan Roh kudus. keselamatan membawa kita Theosis dengan kristus. jadi setelah kita di selamatkan apa yang perlu kita lakukan :

  1. mengerjakan keselamatan sampai kedatangan kristus yang kedua (sampai akhir hidup kita)
  2. menjaga kekudusan kita lewat nepsis, doa, puasa, baca Alkitab dan lain sebagainya (mengisi pikiran kita dengan pikiran kristus bukan pikiran jahat
  3. mengharapkan dan merindukan Allah

Aplikasi

Sebagai pembelajaran bagi saya yaitu : saya akan mencoba melalukan hal ini di atas walaupun saya sering jatuh tetapi karena kekuatan Roh kudus yang mengajar, membimbing, mendidik bahkan melatih saya untuk bisa melakukannya.

Doa dalam Keheningan

      

Tuhan…………..

bentuklah aku menjadi manusia yang cukup kuat

untuk mengetahui mana kala aku lemah dan cukup berani

menghadapi diri sendiri

jadikanlah aku manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan

jujur dan rendah hati serta berbudi halus dalam kemenangan

bentuklah aku menjadi manusia yang hasratnya tak pernah mati

yang selalu mengingat Engkau dan insyaf bahwa

mengenal diri adalah landasan pengertian

Tuhanku………….

aku mohon agar aku jangan di pimpin di jalan yang mudah dan lunak

tetapi di bawah tekanan dan desakan kesulitan dan tantangan

didiklah aku supaya teguh berdiri di atas badai

serta berbelas kasihan kepada mereka yang gagal

bentuklah aku menjadi manusia yang hatinya jernih

yang cita-cita tinggi

yang sanggup memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain

Tuhanku……….

berilah juga kepadaku kerendahan hati

agar aku selalu ingat keserdehanaan,

keagungan sejati, kelembutan, dan kekuatan sejati

sehingga pada akhirnya

saya hidup dengan tidak sia-sia

Tuhan………..

jadikanlah aku berguna

untuk melayani sesama manusia

di seluruh dunia yang hidup dan mati

Tuhan……….

jadikanlah aku pembawa damai bila terjadi kebencian

jadikanlah aku pembawa cinta kasih bila terjadi penghinaan

jadikanlah aku pembawa pengampunan bila terjadi perselisihan

jadikanlah aku pembawa kerukunan bila terjadi kesesatan

 jadikanlah aku pembawa kebenaran bila terjadi kebimbangan

jadikanlah aku pembawa kepastian bila terjadi keputusasaan

jadikanlah aku pembawa harapan bila terjadi kegelapan

jadikanlah aku pembawa terang bila terjadi kesedihan

jadikanlah aku pembawa kegembiraan bila terjadi kegalauan

Tuhan……….

semoga aku lebih menghibur dari pada di hibur, memahami dari pada di pahami

mencintai dari pada di cintai, sebab dengan memberi aku menerima

dengan di mengampuni kami di ampuni, dengan mati suci, kami bangkita lagi.