Mengijinkan Tuhan masuk dalam perahu hidup kita

Lukas 5:1-11 ini sebuah teks Injil, berarti fokus kepada Kristus. Teks ini adalah cerita narasi berarti ada alur cerita dan toko-tokonya. Tokonya adalah Yesus, Simon, Yohanes, Yakobus dan orang banyak yang mendengarkan Khotbah Yesus di atas perahu.

Syntatic content

  1. Yesus ada di ada dipantai danau Galilea atau Nazaret lalu ada orang banya mengerumuni Dia yang hendak mendengarkan Firman
  2. Dia melihat dua perahu ditepi pantai.
  3. Nelayannya telah turun di perahu dan sedang membasu jalanya,Waktunya pagi hari ketika para nelayai itu sudah kembali dari tangkapan ikan.
  4. Yesus naik di salah satu perahu, yaitu perahu Simon Petrus dan menyuruh dia mendorong perahunya sedikit jauh dari pantai
  5. Dia duduk dan dan mengajar orang banyak dari atas perahu
  6. Setelah mengajar Ia berkata kepada Simon “bertolaklah ketempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan
  7. Simon menebarkan jala
  8. Mereka menangkap sejumlah banyak ikan sehingga jala mereka mulai koyak
  9. Lalu ada perahu lain yang datang dan sama-sama mengisi perahu itu dengan ikan dan hingga perahunya hampir tenggelam
  10. Lalu ketika Simon melihat hal itu, Simon sujud didepan Yesus dan berkata “Tuhan pergilah dari hadapanku karena aku ini seorang yang berdosa”
  11. Simon dan bersama banyak orang takjub karena banyak ikan yang mereka tangkap
  12. Lalu kata Yesus kepada Simon “jangan takut mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia”
  13. Lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan ikut Yesus.

Peristiwa yang terjadi ini bukan hanya cerita saja tetapi ada spiritualnya. Petrus menjadi penjala manusia ini digenapi saat pentakosta, ketika dia berkhotbah tiga ribu orang bertobat. Dipantai Yesus mengajar menunjukkan kepada orang-orang Yahudi. Injil pertama kali diberitakan kepada orang-orang yang dipantai itu. Jadi pantai yaitu orang-orang yang pertama kali mendengar Firman saat itu. Tetapi Yesus juga berkata kepada Simon “sekarang kamu pergi ketengah danau yang dalam, jadi bukan hanya dipantai. Yesus menyuruh simon pergi ketengah danau untuk menangkap ikan. Jawab Simon “Guru setelah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa tetapi karena perkataanMu itu aku akan menebarkan jala juga” . Spritual minningnya adalah the humility and obedience of the fishermen. Yesus bukan seorang nelayan tetapi Dia seorang tukang kayu. Simon Petrus yang ahli atau seorang pelaut mau menebarkan jalanya juga ketika Yesus menyuruhnya. Ini adalah satu obedience tapi juga humility. Tetapi karena dia meu merendahkan hatinya dan meneruti perintah Yesus. Jadi kalau mau taat kita perlu humility atau kerendahan hati, kalau tidak ada kerendahan hati tidak mungkin ketaatan itu terjadi. Ketika Yesus melihat mereka, Dia tertarik karena mereka seorang pekerja keras bukan seorang yang nganggur dan ketika mereka mendengar dalam melakukan perkataan Yesus akhirnya mereka mendapatkan lebih dari apa yang mereka pikirkan. Yoh 15:5 pekerjaan tanpa Kristus itu semua sia-sia. “akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku didalam dia, dia akan berbuah banyak sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Kita bisa menarik kesimpulan bahwa Apapun yang kita kerjakan jika Tuhan tidak turut berkerja bersama dengan kita maka yang kita kerjakan itu adalah sia-sia sama dengan nol.

Obedience, faith dan humility ini sebetulnya adalah testing Yesus untuk mencari murid yang seperti itu. Maka Yesus mengatakan kepadanya “kamu akan menjadi penjala manusia”. Jala ini adalah injil itu sendiri. Kisah para rasul 1 mengatakan Injil itu harus sampai kedalam lautan artinya bukan hanya disekitar pantai saja atau untuk orang-orang Israel saja tetapi harus sampai ketengah danau yang dalam baru kamu bisa menangkap ikan yang banyak dan ikan besar-besar dan berbagai jenis ikan. Kis 1:8 tapi kami akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun atau kamu dan kamu akan jadi saksi-saksiKu diseluruh Yedea dan samaria dan sampai keujung bumi”. Itu digenapi disitu pada waktu Yesus memanggi Petrus ini adalah satu gambaran dimana nanti mereka akan menjadi penjala manusia artinya mereka akan memberitakan Injil sampai keujung bumi itulah sebabnya Yesus menyuruh Petrus untuk bertolak ke tengah danau. Jadi Yesus itu tidak hanya mengejar mereka yang ada ditepi pantai itu tetapi mau menangkap ikan-ikan lain yang ada ditengah danau, ikan itu adalah orang-orang yang bukan Yahudi. Orang-orang dipantai itu adalah orang-orang Israel dan Yahudi yang pertama kali mendengar Injil. Cara menangkap yaitu dengan jala Injil. Tetapi untuk menangkap perlukan obedience, faith dan humility, kapan itu hadir? Ketika Yesus hadir didalam perahu hidup kita. Artinya ketika Kristus itu menjadi juru mudi atas perahu hidup kita, maka disitu dikatakan di dalam Lukas 5 “petrus yang awalnya dia mengemudi perahu itu tidak dapat apa-apa, dan akhirnya Yesus mengatakan “tolaklah perahu ketempat yang dalam” berarti Juru mudinya adalah Kristus. Petrus perlu mengubah rasionya dengan memakai rasio Kristus dan ini bisa terjadi melalui iman.

Di ayat yang ke 5 Secara rasionalnya berkata “Guru sepanjang malam kami bekerja keras tetapi kami tidak menangkap apa-apa”. Secara iman “tetapi karena perkataanMu aku akan menebarkan juga” artinya saya percaya perkataanMu dan saya lakukan. Jadi kita tidak bisa jadi murid Yesus kalau kita tidak punya iman, kerendahan hati dan ketaatan. Ketika kita memilih iman, kerendahan hati dan ketaatan maka itu akan mendatangkan The New Reason di mana rasio kita diperbaharui oleh iman dan ketaatan. Setelah rasio Petrus di perbaharui kini tugasnya adalah menjadi penjala manusia dan saat itulah mereka menjadi murid Kristus. Yesus memakai materi yaitu Injil yaitu Yesus menderita di atas kayu salib, di kubur, bangkit lagi itulah inti yang di beitakan dalam 1 Korintus 15 namun tanpa iman, kerenddahan hati dan ketaatan kita tidak akan menjadi seperti Simon Petrus.

Perahu menggambarkan kehidupan kita dan jala itu adalah Injil. Kehidupan kita bukan hanya di pantai saja tetapi kita perlu ketempat yang dalam untuk menangkap ikan-ikan dengan memakai jala. Jika kita hanya di pantai saja kita hanya melayani sesuku atau orang yang terdekat dengan kita. Akan tetapi mereka yang ada di tengah laut juga perlu mendengarkan Injil itulah sebabnya kita seperti Simon.

            Kisah kehidupan Yohanes anak Zebedeus waktu di panggil. Lukas 5:7 Yohanes bersama Simon mengisi ikan kedalam perahu. Yohanes di sebut Rasul karena dia di pilih oleh Kristus di danau Genesaret juga di sebut penginjil karena dia sebagai penulis injil. Yohanes adalah anak Zebedeus dan Salome, ibunya anak dari Yusuf yang menjaga Theotokos. Yakobus dipangil oleh Yesus Kristus di danau Genesaret ia disebut terkasih oleh sang Juruselamat dan merupakan salah satu dari tiga Rasul yang dekat kepadaNya yang menjadi saksi-mata langsung pada saat peristiwa pemuliaan atau Transfigurasi Yesus di Gunung Tabor.

Diatas kayu salib Yesus mempercayakan ibuNya kepada Rasul Yohanes dan juga salah satu penopang Gereja. Setelah wafatnya bunda Maria dia pindah kekota Efesus bersama muridnya untuk mewartakan Injil. Dalam perjalanan kekota Efesus mereka mengalami badai yang hebat sehingga semua penumpang terdampar di pantai kecuali Rasul Yohanes. Pada hari ke 14 Prokhorus melihat seseorang terdampar di pantai itu lalu berlari dan mengenal bahwa itu adalah Rasul Yohanes. Yohanes dijaga oleh Tuhan selama 14 hari tetap hidup ditengah samudera. Ketika dia bangkit Tuhan mengatakan “Jangan takut mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia”.

Di Efesus Rasul Yohanes memberitakan Injil kepada orang-orang penyembah berhala dan disertai banyak tanda dan mujizat besar sehingga jumlah orang percaya terus bertambah dan inilah ikan yang mereka tangkap dikota Efesus. Pada masa  kaisar Nero (56-68) mulai penganiayaan terhadap orang Kristen. Rasul Yohanes pun dibawa kepengadilan di Roma. Ia dijatuhi hukuman mati namun Allah menjagainya Rasul Yohanes disuruh minum racun tapi tidak mati, dibakar tapi tidak terbakar, oleh sebab itulah Tuhan mengatakan “mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia” dan semua itu digenapi. Setelah itu mereka mengasingkan rasul Yohanes ke pulau Patmos dimana oleh Ilham Roh Kudus dia menulis Kitab Wahyu.

Setelah kematian kaisar Nero Rasul Yohanes kembali ke kota Efesus untuk melanjutkan pelayanan keuskupan dan menulis Injil. Gereja menyebutnya sebagai “Rasul Kasih” dan Sang Teolog”.  Saat tiba waktunya wafat, Rasul Yohanes pergi keluar batas kota Efesus bersama keluarga para muridnya. Dia meminta mereka mempersiapkan kuburan berbentuk salib diamana dia akan terbaring dan menutupi tubuhnya dengan tanah. Para murid dengan berlinang airmata mencium guru dan mereka mengikuti permintaannya. Mengetahui hal ini, murid Yohanes yang lain datang ketempat penguburannya, ketika mereka membuka kuburan, mereka menemukan dalamm keadaan kosong. Rasul Yohanes wafat ketika dia berusia 100 tahun. Setiap tahun kuburan Rasul Yohanes pada tanggal 8 Mei keluar debu halus, dan dikumpulkan orang-orang percaya dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Gereja memperingatai Rasul Yohanes Sang Teolog setiap tanggal 8 Mei. Yohanes dan saudaranya Yakobus di juluki putera-putera petir. Sombol Yohanes adalah Rasul yang luar biasa yang di sertai kuasa penyucian api sorgawi. Sebutan sang teolog artinya orang-orang saksi mata langsung yang bisa melihat Allah itu sendiri

Dimana danau Galilea kita agar kita menjadi penjala manusia dan mengikuti jejak rasul Yohanes?. Yohanes mengalami perubahan titik balik di danau Genesaret dan memulai dari nol. Siapa titik balik dalam kehidupanmu?. Yesus adalah titik balik dalam kehidupan kita sebab tanpa Yesus hidup kita sia-sia

Kesimpulan :

Jadi, kita harus punya faith, humility dan obediance. Obediance datang dari iman percaya. Keraatan Petrus adalah melakukan apa yang di katakan Yesus ketika Yesus menyuruh dia menerbakan jala di tengah laut. Yohanes di panggil di danau Genesaret ketika ia menangkap ikan bersama Simon. Ketika Yohanes Mulai mengukiti Yesus itu adalah titik awal dalam kehidupannya di danau Galilea, dia mulai semua dari nol dan ketika dia Bersama Yesus ia memperoleh kelimpahan melebihi dari apa yang mereka pikirkan. Pada akhirnya Rasul Yakobus, Yohanes mereka menjadi orang-orang suci.

The Holy Trinity

Kepercayan kita adalah Allah Tritunggal. 3 pribadi yang ilahi ( Hipotasi) yang ada di dalam 1 esensi ( Humousios). Pembahasan yang di bahas adalah Hipotasi dan Humousios.

Bidat natur Yesus Kristus sebelum berinkarnasi adalah Firman Allah, Firman Allah ini turun ke bumi dengan menjelma menjadi manusia. Letak masalahnya adalah seperti apa pribadi itu? Karena setiap orang memiliki argumen tersendiri ada yang bekata satu kodrat yang menjelma, satu pribadi dalam dua kodrat, di dalam pribadi Yesus ada dua pribadi yaitu Allah dan manusia. Yesus hanya mempunyai natur Allah karena kemanusianya tergelam dengan natur Ilahinya.

 Sepanjang sejarah ada 6 basic Heresies/Heterodoxy yang berkaitan dengan natur Yesus :

True God kalau yang menyangkal bahwa Dia adalah Allah yang ilahi. Yesus Kristus adalah Anak Allah the second person of Trinity yang punya esensi yang sama dengna Allah. Ada dua kesesatan yang muncul

  1. Eboinis mengatakan bahwa Yesus bukan Allah, Yesus hanya manusia biasa punya istri dan anak 
  2. Arianism mengatakan Yesus tidak sepenuhnya Allah, Yesus ciptaan utama sehingga melalui ciptaan utama itu terciptalah alam semesta

Berkaitan kemanusiaanNya Yesus manusia yang sejadi dan Allah yang sejati. Ada 2 ajaran yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan manusia yaitu

  1. Docetism mengatakan bahwa Yesus was not human
  2. Apolltinariansm mengatakah bahwa Jesus was not fully humen

Berkaitan dengan masalah pribadi atau natur. Kebanyakan orang tidak bisa membedakan natur dan person. Sehingga banyak yang mengatakan menyembah Allah yang Tritunggal dengan menyembah 3 Allah : Allah Bapa, Anak dan Roh kudus. Ini namanya bukan tritunggal tapi tritesm, jadi kita tidak percaya hal ini melainkan kita percaya Allah yang Esa dalam 3 pribadi.

Yang kita percaya adalah Yesus memiliki satu pribadi di dalam dua natur yaitu natur Ilahi dan natur manusia. Ada dua bidat yag muncul

  1. Nestorianism mengatakan Yesus was two distinct persons
  2. Eutychianism mengatakan Yesus punya dua natur ttetapi menjadi satu
  3. Tetapi kita yang Orthodoks ajaran yang lurus Jesus itu
  4. True God
  5. True Human
  6. One Person
  7. Twu Natures

Aplikasi

Terkadang karena banyak perkerjaan dan kesibukan saya mengandalkan diri sendiri sehingga saya lupa menghadirkan Tuhan dari apa yang saya lakukan. Lukas 5:1-11 mengajarkan saya menghadirkan Tuhan dalam setiap apa yang saya kerjakan dengan penuh iman, kerendahan hati dan ketaatan (tindakan) dan juga menganal pribadi Yesus itu sendiri dalam keIlaianNya, kemanusiaanNya, pribadiNya dan  naturNya. Tanpa Yesus hidup saya bagaikan kapal yang ada tengah laut yang terombang ambingkan yang tidak mempunyai tujuan.

Cara memperoleh kelimpahan yaitu

  1. Membuka hati/menerima Dia/percaya penuh
  2. Kerendahan hati
  3. Ketaatan (tindakan)

Nama               : Ribala Erniwati Gulo

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya Ss

Mata Kluliah   : Orthodoxy dan Heterodoxy

Roman Catholicism

Roman Catholicism adalah Gereja yang berada di Roma dari misi Para Rasul seperti  Rasul Paulus dan Rasul Petrus. Ini merupakan gereja purba atau gereja mula-mula yang ada diwilayah Barat atau di Eropa Barat. Gereja bukan hanya berkembang di Roma melainkan di seluruh dunia. Penamaan gereja Katolik berbeda dengan gereja-gereja yang ada di Timur yang disebut Gereja Orthodox.

            Ketika Kristus bangkit dan naik ke surga terjadilah Pentakosta dimana Para Rasul menerima karunia Roh Kudus lalu mereka memberitakan Injil dari Yudea, Yerusalem, Samaria sampai ke daerah Asia kecil sampai ke Eropa dan Eropa inilah yang di anggap sebagai ibu kota dari kerajaan Romawi. Di abad pertama sudah ada perkembangan Injil dan Gereja yang di dirikan oleh para Rasul, seperti

  1. Rasul Paulus mendirikan gereja dimana-mana sampai ke Yunani, Asia kecil, Turki dan itu semua Gereja rintisan Rasul Pulus.
  2. Rasul Markus merintis gereja di kota Alexandria di Mesir.
  3. Rasul Petrus menjadi Bishop di gereja Aantiokhia di daera Siryah.

Pusat kekristenan dimana-mana yaitu Yerusalem, Roma, Alexandria lalu pada akhirnya muncul lagi di konstantinopel atau bizantium di daerah Turki yang di sebut Stambul. Semua pengajaran, dokterim,kitab suci, liturgi sama termasuk di kota Roma.

## The Great Schism

            Pada Tahun 1054 tepatnya 16 juli sering disebut masa yang kelam bagi Gereja karena terjadi perpecahan antara gereja di Roma atau yang disebut Gereja Khatolik dengan gereja di Timur dan akhirnya timbullah perbedaan Gereja khatolik memakai bahasa Latin dan Gereja Timur memakai bahasa Yunanni. Terjadi perpecahan artinya tidak  lagi menjalin komuni.

## Differences In Vision

Perbedaan antara gereja Timur dan Gereja di Barat atau Khatolik dengan Orthodox, ada area-area yang berbeda misalnya development of doctrine kemudian hubungan antara iman dan rasio atau pikiran dan masalah spiritualitas. Gereja katolik Roma menerima development of doctrine bahwa dotrin itu bisa di ubah atau direvisi sedangkan bagi Orthodox itu sudah solit tidak bisa di ubah.

## Development on doctrine

Gereja khatolik menerima development of doctrine artinya doktin itu bisa beruba, bisa direvisi tetapi bagi Orthodoxy doktin itu sudah benar tidak bisa diubah-ubah lagi atau doktrin itu sudah kebenaran. Roman Catholic menerima developmen of doctine artinya bahwa gereja  bisa memiliki satu pengertian dan ekspresi doktrin di sepanjang zaman. Newman’s mengatakan bahwa dia tidak menerima dogma, ada dogma yang benar-benar baru yang didefinisikan oleh gereja tetapi dogma yang berkembang. Jadi bedakan satu dogma yang baru dengan dogma yang berkembang. Dogma adalah dogma yang benar-benar baru belum ada di sepanjang zaman. Tetapi di khatolik itu dogmanya bukan yang baru tetapi direfisi.

Contoh tentang inkarnasi, keselamatan, Allah Tritunggal, Anugerah dan dosa itu konten-konten yang harus kita paham betul dan tidak boleh diubah-ubah. Misalnya ada pertanyaan kenapa Kristus itu lahir dari perawan Maria, dan dunia kedokteran sekarang tidak bisa menerima bahwa ada perawan yang bisa melahirkan dan itu menurut dokter kandungan tidak mungkin. Dan kalau kita kompromi bahwa maria berarti tidak perawan buktinya dia bisa melahirkan, maka konten yang kita ubah sudah Heterodoxy.

Jadi kita harus hati-hati  dan harus belajar kenapa Kristus dilahirkan dari seorang perawan Maria, kenapa bukan dari seorang ibu yang sudah berumah tangga. Jadi hal seperti ini harus bisa kita jawab, bahwa kenapa Kristus itu lahir dari perawan Maria ini berarti tidak ada benih atau campuran dari sel sperma berarti hanya ada benih perempuan dan tidak ada benih laki-laki tetapi digantikan oleh benih dari Roh Kudus. Karena memang Tuhan itu menurunkan Firmannya jadi manusia, jadi bukan orang yang baru. Kalau benih laki-laki dan benih perempuan berati itu orang yang baru.

Rencana keselamatan Allah itu t anaknya sendiri yang turun kebumi jadi manusia,  bukan orang lain. Bukan nabi, bukan raja, bukan rasul tapi Firman atau Logos Allah itu makanya harus perawan. Jadi kalau bukan Kristus tidak ada keselamatan, berarti hanya dia satu-satunya Firman atau Logos Allah itu yang bisa menyelamatkan kita.

            Kristus lahir dari seorang perawan artinya Dia mengambil kemanusiaanya Maria, kemanusiaannya maria berasal dari kemanusiaannya Adam yang sudah jatuh kedalam dosa. Kenapa Kristus harus jadi manusia? Supaya Dia memperbaharui kemanusiaan yang rusak, karena Dia datang untuk menyelamatkan manusia. kalau Dia tidak jadi manusia maka Dia tidak bisa menyelamatkan. Inilah contoh bahwa kita tidak bisa komfromi dengan kontent.

            The Aoptolic Fathers adalah murid pertama dari para rasul. Punya pemahaman yang lebih dari pada Apostol atau para rasul, atau lebih baik mengerti daripada bapa-bapa gereja dan sebagainya tetapi ini pengertian yang tidak mengubah konten tapi ekspresi. Jadi dari generasi kegenerasi orang mempelajari doktrin akan semakin pintar akan semakin mahir menjelaskan doktrin.

## Faith and Reason

Didalam gereja Roma khatolik perkembangan doktrin terjadi karena faith and reason. Salah satu Teolog terkenal dalam Roma Khatolik yaitu Thomas Aquinas dia banyak memakai Aristotelia logic bisa di katakan Jhon of Damascus. Banyak juga bapa gereja yang memakai filsafat Yunani untuk menjelaskan teologi. Tulisan Aquinas dan Aristoteles menekankan tentang reason.

            Pope John Paul II In His 1998 mengatakan seperti dua sayap dimana the human spirit rises to the contemplation of truth; and God has placed in the human heart a desire to know the truth in a word. Jadi ajaran khatolik sangat menekankan yang namanya reason atau atau metode-metode filsafat Aristoteles di dalam menjelaskan tentang toelogi atau iman. Human reason akhirnya tidak hanya jadi tool tetapi juga kriteria kebenaran, jadi kalau tidak sesuai reason kita maka itu bukan kebenaran.

##Spirituality

            Gereja Roma khatolik imenekankan yang namanya reason maka menyebabkan imbalan spirituality sehingga menjadi spirituality yang tidak seimbang. Artinya kesatuan antara tubuh, pikiran dan jiwa  terpecah atau tidak integral. Jadi tubuh tidak lagi integrasi dengan pikiran, jadi ini yang terjadi di dalam spiritualitas gereja Roma khatolik.  Ada yang focus pada materinya dari pada Nous.

            Roman Catholic spirituality in practice is often legalist, as well. For instance, it is heldas a sin not to fast, whewreas Orthodoxy recognizes fasting as simply tool. Jadi yang disebut legalist misalnya kalau kamu berdosa wajib bayar sampai ada surat hutang atau purgatory itulah legalist. Jadi seperti penebusan Kristus dikayu salib itu tidak cukup untuk membebaskan atau mengampuni dosa manusia harus ada kontitatif sejumlah penebusan lagi, makanya ada perbuatan-perbuatan baik yang harus dikerjakan untuk menghapus dosa-dosanya. Contonya, jika dia katolik tapi disepanjang hidupnya dia banyak dosa, dia belum cukup melakukan perbuatan baik lalu kalau dia mati dia masuk mana, surga atau neraka? Kalau dia masuk neraka padahal dia katolik percaya Yesus. Tapi perbuatanya, kehidupannya waktu didunia jahat, kalau jahat tidak mungkin masuk surga tapi disisi lain tidak mungkin dia masuk neraka karena dia katolik percaya Yesus. Maka di ambillah jalan tengah dia masuk kepurgatory dimana dia disucikan, dimurnikan terlebih dahulu di purgatory supaya dosa-dosanya bisa terhapus baru dia bisa pindah ke surga. Atau ucapkan 10 kali doa salam maria, jadi doa-doa itu makin banyak diucapkan makin mengurangi dosa-dosanya.

The Papal Dogmas

            Isu yang paling membuat perpecahan antara Gereja di timur adalah masalah:

  1. Papal Supremacy (penguasa tunggal). 

            Supremacy mengajarkan bahwa pemimpin gereja di Roma yang kita sebut dengan Paus adalah yang berkuasa, jadi dialah yang berkuasa atas seluruh orang Kristen atau dialah kepala gereja atau mewakili Kristus. Ajaran seperti ini menurut gereja lain tidak terima.

Dalam konseli Vatikan ke I jelas menyatakan declaration of universal jurisdiction. Dalam tahun 1439 aa satu konsili namanya konsili Florence mencoba reunita di gereja Orthodox by means of submission dan ini Gereja Orthodox tidak mau dengan alasan pemimpin gereja di Roma itu merupakan wakil Kristus yang sejati atau kepala/bapa/guru dari seluruh orang kristen di mulai dari Rasul Petrus. Melalui erbedaan ini Gereja Barat dan Timur tidak bersatu lagi.

Dalam konsili Vantika ke II tahun 1965 masih mengatakan bahwa Roma satu-satunya supreme, full immediate dan universal authority over the care of souls by divine institution.

            Yang diajarkan oleh Orthodoxy ini  adalah tentu menolak Bapak Paus supremecy. Kenapa? Pertama kita percaya kepala gereja itu bukan bishop atau bukan orang tapi Kritus itu sendiri (Ef 1:22; 5:23; Kol1:18). Jadi Dia bukan Paus yang ditunjuk sebagai Kristus. Karena Dia selalu hadir di dalam Gerejanya. Lalu yang menjadi ayat permasalahannya adalah Matius 16:19 “kepadamu akan keberikan kunci sorga. Apa yang kau ikat didunia akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan didunia ini akan terlepas disorga”. Inilah yang diperdebatkan disepanjang masa antara gereja di Roma dengan gereja di Timur. Yohanes 20:23 kunci untuk membawa orang ke dalam kerajaan sorga adalah semua Rasul.

            Wahyu 1:18 Kristus sendirilah yang memegang kunci itu, jadi kalau ajaran yang mengatakan bahwa Petrus satu-satunya yang memegang eksklusif kunci-kunci itu, ini jelas bertentangan dengan kitab suci. Memang benar Petrus itu pemempin para rasul. Nama Petrus memang pertama dan ini bukan karna urutan abjad tetapi menurut hirarkinya.

  • Papal Infallibility (tidak bisa salah)

Papal Infallibility adalah sang Paus itu tidak bisa salah. Ini ada  di konsili vatikan I tahun 1870. Jadi apa yang diajarkan oleh Paus karena dia adalah wakil Kristus langsung maka dia tidak bisa salah, tapi tentu kita tidak percaya tentang infallibility ini.

The Filioque

Tentang dogma yang lain adalah The Filioque. Ini juga masalah yang sulit dalam pengakuan iman nikea bahwa Roh Kudus itu prosit from the father. Oleh gereja di Roma ditambahkan and the son, bahwa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Putera atau anak ini masalah yang kompleks juga. Di Orthodoxy tidak menerima and the Son ini menambah doktrin sendiri tidak sesuai dengan pengakuan iman Nicene-Constantinopolitan. 

Absolute Divine Simplicity

            Maksunya, kalau Orthodox mengajarkan bahwa Allah itu secara esensi tidak bisa diketahui tetapi bisa diketahui lewat energiNya. Didalam Roman Catholicism walaupun tidak secara explicitly, tetapi mereka menekankan God as a substance saja. Jadi tidak ada namanya ensensi dan energy, dia memakai absolute divine simplicity. Misalnya di konsili leteran tahun 1215 Allah itu absolute simplicity jadi tidak ada namanya energy dan esensi.

Sedangkan Bapa-Bapa gereja di Timur seperti John Damascus berkata bahwa the essence of the Father is beyond even the category of “being”  itself sehingga beyond logical affirmations atau even one such as simplicity.

Yang diajarkan oleh gereja Timur adalah energynya yang datang kepada kita, maka Allah itu mengasihi, Allah itu terang, adil itu semua adalah energy. Tapi apakah terang itu adalah Allah? Tidak tahu karena kita tidak tahu esensinya sepeti apa. Allah yang sesungguhnya adalah beyond atau kita tidak bisa menjangkau hal itu, ini yang diajakan oleh Gregorry Palamaas.

            Perbedaan ini penting supaya kita memikirkan tentang Allah itu dengan perspektif bahwa Dia punya energy yang bisa nolebel tetapi Dia juga punya esensi yang kita tidak tahu. Kalau konsep agama di Timur misalnya Budha, menganggap Allah itu sesuatu yang kekal, apa itu? Pokoknya yang kekal saja. Tetapi kita percaya walaupun Dia tidak bisa diketahui tetapi Dia juga punya energy artinya Dia juga bisa berbicara kepada manusia, berfirman bahkan berinkarnasi itu adalah Allah yang bisa kita jangkau, jadi ada  istilah Transenden tapi juga Imanen. Yoh 1:18;1 Yoh 4:12 “tidak seorang pun dapat melihat Allah” itu esensinya tidak pernah terlihat, tetapi waktu kita melihat Kristus disitu kita melihat energy Nya Allah. Tetapi bukan berarti dua Allah, subtansi dan energy itu adalah Allah yang sama. Cuma itu dipakai untuk menjelaskan Allah itu satu sisi tidak bisa dikenal atau diketehui tapi disisi lain Dia juga turun jadi manusia supaya kita bisa mengambil bagian didalam natur Ilahi (2 Petrus 1:4) yang kita lihat itu adalah energy. Jadi nanti kalau kita jadi serupa dengan Allah, serupa dengan Kristus, serupa dalam pengertian energi-Nya jadi kita tidak berubah jadi Allah seperti ajaran mormon itu percaya bahwa nanti kita nanti akan jadi seperti Allah benaran jadi subtansinya diubah, atau seperti di dalam Budha percaya bahwa kita akan jadi Allah. Jadi kita jadi Allah itu bukan dalam subtansinya. Subtansinya tetap manusia tetapi kita menjadi manusia yang Ilahi oleh kuasa Enegi-Nya. Sehingga Absolute divine simplicity ini menjadi basis bagi Roma Khatolik di dalam behold or contemplate God in heaven. Di dalam Roma khatolik tidak mendefenisikan keselamatan itu sebagai theosis jadi agak kabut. KarenaAllah itu simpel jadi manusia itu tidak mungkin jadi subtasinya.

Aplikasi personal

Setelah saya belajar tentang Gereja Roma Katolik ini wawasan saya bertambah di mana Gereja Roma katolik di Barat dan Gereja Orthodox di Timur memiliki perbedaan baik dalam segi ajaran, iman, rasio dan spiritual. Dalam ajaran Gereja Roma Katolik ajarannya bisa di ubah-ubah atau di revisi kembali tetapi bagi Gereja Orthodox tidak bisa karena ini sudah benar. Belajar tentang sejarah itu sangat baik bagi pelajar di mana itu menjadi tongkat untuknya jika suatu saat ada orang yang bertanya dan dengan senang hati bisa memberi jawab yang tepat. Meleset dari ajaran yang benar itu sudah di sebut jadi Heterodoxy. Jadi saya harus banyak belajar.

 Nama              : Ribala Erniwati Gulo

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya Ss

Mata Kluliah   : Orthodoxy dan Heterodoxy

Love Part VII

Nama              : Ribala Erniwati Gulo

Mata Kuliah    : The Spiritual of Desert Father Part VII

Dosen             : Drs. Hendi Wijaya S,s

Love (Kasih)

Kasih adalah puncak akhir dari spiritualitas desert father dan yang di kerjakan desert father di padang gurun mulai ketika dia repose yaitu membangun cell di dalam ketaatan, silence, berdoa tanpa henti, bermazmur untuk mencari kehendak Allah dalam kehidupan mereka guna untuk mencapai dipassion dan love. Apa itu kasih? dan bagaimana untuk mendapatkannya seperti yang Tuhan ajarkan kasihilah Allahmu dan juga kasihilah dirimu seperti mengasihi saudaramu?.

Kasih merupakan hukum yang paling utama seperti yang di ajarkan oleh Yesus Kristus dalam Markus 12

## Kutipan kasih St. Maximus pengaku iman

Ketika desert farher mulai menyingkir dari keramaian atau repose dari segala ketertarikan dunia, di situlah dia mulai  membangun cell doanya dan bisa mencapai silence dan Hesychia. Sehingga dia bisa berdoa tanpa henti berdoa kepada Allah seperti yang di di ajarkan Yesus sendiri dalam Matius 6:6 “Masuklah kedalam kamarmu dan tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapa” artinya kita membangun cell doa kita menutuop pintu artinya benar-benar repose untuk mencapai silence dan dari situlah mencapai doa batin yang tak henti sehingga akhirnya mencapai dipassion and love.

 Abba Maximus berkata :

  1. love is a holy of the soul, disposing it to value knowledge of God dalam segala hal. Seperti kata Rasul Paulus dalam Kolose 3:2 “ pikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi” yaitu hal-hal yang di atas yang melebihi dari segala apa yang Tuhan ciptakan sehingga kita tidak lagi berpikir tentang duniawi seperti uang dan lain sebagainya melainkan memikirkan hal-hal yang di atas. Kasih adalah puncaknya dan di bawahnya ada berbagai hal yang perlu kita kerjakan. Rasul Paulus dia mulai dari Iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. Kasih itu kekal adanya dan itulah yang di cari oleh desert father ketika mereka mencari satu kehidupan yang ascetic di padang gurun. Ketika desert father mengasihi Allah itu di mulai dari dalam hati mereka di mana mereka benar-benar mencapai satu dipassion/ketersapihan nafsu/menyingkir dari kegiatan-kegiatan dunia dimana dengn sungguh-sungguh mereka melakukan ascetic di padang gurun atau di cell doa mereka dengn tujuan untuk mencapai dispassoin.
  2. Dispassion engenders love, hope in God engenders dispassion jadi kita tidak punya kasih kalau kita tidak punya dispassion dan kita tidak punya dispassion jika kita tidak punya hope in God dan kita tidak punya hope in God jika kita tidak punya yang namanya ketekunan, kerendahan hati dan ketaatan juga kita tidak punya ketekunan, kerendahan hati dan ketaatan jika kita tidak punya self control. Self control itu ada ketika kita lahir ketika kita takut akan Allah dan kita tidak takut akan Allah jika kita tidak punya iman kepada Allah.
  3. Jika kita punya iman kepada Allah maka akan mendatangkan takut akan Allah, takut akan Allah akan mendatangkan self control. Self control bisa mendatangkan offliction patiently (ketekunan, ketaatan, kerendahan hati dan bisa menguasai diri dari duniawi) dari self control akhirnya bisa mendatangkan hope ini God.
  4. Dengan pengharapan akan Allah inilah yang mebuat intelek kita benar-benar repose dari ketertarikan duniawi seperti godaan atau hal-hal yang jahat. Dengan intelek yang terpisah dari duniawi sehingga kita bisa mengasihi Allah. Dalam hal ini seperti yang di katakan Raul Petrus iman saja tidak cukup +kebajikan + pengetahuan + penguasaan diri + ketekunan + kesalehan dan + kasih. Selama desert father menjalankan spiritualnya di padang gurun dengan membangun cell doa, dan ketika mereka membangun cell doa mereka ditengah pergumulan selalu ada tantangan yang mereka hadapi yaitu Logismoi sebab mereka mau melakukan yang namanya self control. Self control muncul ketika takut akan Allah dengan self control mendatangkan pergumulan/ tantangan antara menaati hawa nafsu atau mengasihi Allah dalam Roma 7 juga dalaam Yakobus 1:12. Iman di uji dalam berbagai macam percobaan dan iliha pergumulan batin kita untuk melawan hukum daging tersebut sehingga mendapatkan ketekunan, ketaatan, kesabaran, hopen in God sampai pada kasih akan Allah.
  5. Orang yang punya kasih kepada Allah adalah mereka yang mencari hal-hal di atas
  6. Intellect is concentrated on the love on God
  7. The soul is more noble than the body dan mengutamakan Allah dari pada dunia.Contoh
  8. Jika kita mengutamakan kebencian dari pada kasih berarti kita lebih mengutamakan tubuh kita bukan jiwa kita.
  9. Jika kita lebih mengutamakan uang, harta kekayaan atau hal-hal yang duniawi maka kita lebih mengutamakan yang di ciptakan dari pada yang menciptakan. Jika hal itu terjadi maka kita adalah orang yang tidka punya kasih.
  10. Jika kita terpisah dari kasih Allah maka kita tebih cenderung mengasihi hal-hal yang kelihatan
  11. Orang yang mengasihi Allah akan menghasilkan terang dimana spiritualnya ada terang yang menerangi intelectnya. Seperti kata Yesus : jika matamu baik makan kamu menghasilkan tubuh yang terang. I Cor 13:13 tidak ada yang lebih besar dari kasih Allah.
  12.  Ketika terang Allah menyelubungi kita maka it becomes in sensible to everything    made by him, just as the eye becomes in sensible to the stars when the sun rises.
  13.  Perbuatan dari intellect adalah to produce this intense longing for God.
  14.  Jika Intellect kita benar-benar di sinari oleh kasi Ilahi/Allah maka kita memuliahkan Dia dan sadar diri betapa kecilnya diri kita/tidak layak Yesaya 6:5.  

Kasih membuat kita full of life sebab di penuhi oleh terang yang menerang intellect kita. Sehingga kita bisa mengasihi diri sendiri dan mengasihi Allah. Ketika kita merespon Anugerah Allah/ terangnya Allah maka kita memiliki faith, dari imanlah timbul ketekunan, dan ketekunan timbullah hope in God, dan dari pengharapan akan menghasilkan kasih. Baik kepada diri sendiri juga kepada Allah serta mengasihi sesama. Ketika merespon Anugerah Allah selalu ada peperangan spiritual yang di sebut konflik. Untuk mengalahkan pencobaan kita harus menghasilkan yang namanya ketekunan. Dimulai ketika kita memberi diri di pimpin/dituntun oleh roh kudus, terus berdoa tanpa henti, melakukan silence sehingga pada alhirnya mengalami ketekunan dan menghasilkan kasih.

Desert father sudah pasti memiliki iman karena mereka terus berusaha mencapai repose dengan mengasingkan diri dan tinggal di padang gurun, membangun cell doa mereka menutup pintu/indera Mat 6:6. Tujuan desert father melakukan itu adalah untuk mempeeroleh kasih di mulai dari iman “ takut akan Allah” self control (mengontrol nafsu, takut penghakimanNya dan menguduskan diri) untuk mencapai ketekunan/ketaatan/obediance/kesabaran/kerendahan hati, sehingga mencapai yang namanya pengharapan seperti kata Maximus : hope in God mendatangkan dispassion dan puncaknya adalah kasih. Kasih membuat orang holy state of the soul. Jiwa inilah akan memiliki spiritual the light knowledge dengn ini akan terus mengeliminasi mencari hal-hal yang di atas. Inilah yang hendak di capai oleh deser father seperti kata Jhon Casies adala tangga keselamatan.

 Kunci utama dari kasih adalah intellectnya di mana dia tidak terjebak akan hal-hal dunia melainkan terus naik level kepada Allah seperti Rasul Pauluss berkata mencari hal-hal di atas Kolose 3.

Abba Antony berkata : Kasih mengusir ketakutan, kecemasan yang tidak perlu 1 Yoh 4:18. Intellect yyang di terangi oleh Allah atau kasih kepada Allah akan berguntung kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita. Bagaimana responmu kepada orang-orang yang ada di sekitarmu itulah yang mencerminkan kasihmu kepada Allah 1 Yoh 4:20.

Abba Amon dari Nitria mengujungi Abba antoni dan berkata : saya mengamati bahwa saya lebih bekerja dari pada kamu, tetapi kenapa namamu lebih di hormati dari antara mereka? Jawabnya karena aku lebih mengasihi Allah dari pada kamu.

Abba Hilarion dari Palestine mengujungi Abba Antony dan Antony berkata : selamat datang bintang pagi yang terbit. Jawab Hilarion : damai sejahtera bersama kamu dari terang yang menopang dunia. Mereka bisa saling menyapa karena mereka punya kasih yang bisa di tunjukan. Dalam mengasihi selalu ada Logismoi tetapi desert father menanggapinya dengan silence, asking nothing.

Abba Mark berkata kepada Abba Arsenius : mengapa kamu menjahui kami? Jawabnya Allah tahu, jika kita mengasihi Allah maka kita tidak mengasihi ciptaannya melainkan mengutamakan (Dia).

Abba Poemen berkata : Kerjakan hal-hal yang tidak mencelakai orang lain, jagaalah hatimu tetap murni dengan setiap orang . Tidak ada kasih sebesar kasih Yesus, Dia mengorbankkan nyawanya untuk kita orang berdosa Yoh 15:13. Mengubah kebencian menjadi kasih dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Memiliki iman kepada Allah yaitu takkut akan Allah dengan melakukan sef control akan nafsu dunia. Sehingga menghasilkan ketekunan dan ketekunan kepada pengharapan dispassion yaitu memiliki kasih Allah/kasih Ilahi. Kasih memurnikan jiwa. Jiwa inilah akan memiliki spiritual the light knowledge dengn ini akan terus mengeliminasi mencari hal-hal yang di atas. Jadi tetap jaga intellectmu untuk terus memikirkan hal-hal diatas.

Prayer Continuously Part VI

Nama              : Ribala Erniwati Gulo

Mata Kuliah    : The Spiritual of Desert Father Part VI

Dosen             : Drs. Hendi Wijaya S,s

Doa tanpa henti

Melakukan the cell, silence dan hesicya akan sia-sia jika tidak di barengin dengan doa tanpa henti. Sebab, jantung dari spiritua adalah terletak pada doa tanpa henti. Dasar Alkitab tentang doa tanpa henti adalah di dalam tulisan Rasul Paulus kepada Jemaat yang ada di Tesalonika dalam 1 Tesalonika 5:17 Tetaplah berdoa. Ini adalah satu injunction kepada Desert Father untuk serius di masukkan kedalam hati sejak dia memutuskan melakukan asccetic di padang gurun. Abba Antony berkata prayer continuously dengan demikian dia bisa belajar berdoa dengan sendiri tanpa putus. Seorang Desert Father berkata  doa adalah cermin bagi Desert Father di situ di katakan jika kamu mencintai keselamatan dari jiwamu maka berdoalah senantiasa di sepanjang waktu tanpa henti seperti yang tertulis kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar , hati-hati serta berjaga-jaga dan menyadari bahwa kita selalu memiliki musuh yang setiap saat mencari kesempatan untuk menangkap dan membelenggu kita. Abba Poemen berkata ada tiga hal yang of the capital importance adalah

  1. Takut akan
  2. kerjakan kasih
  3. doa tanpa henti

Takut akan Allah adalah takut akan penghakiman-Nya. Ketika kita mengingat penghakiman Dia Allah maka kita membenci yang namanya dosa atau kejahatan melainkan kita mengasihi/mencintai atau menyukai yang namanya kebajikan sehingga kita bisa berdoa tanpa henti. Berkerja keras, humulity, dan doa tanpa henti merupakan cara untuk menggapai yang namanya Yesus.

Abba Antony berkata : dari kesombongan dan berdoalah tanpa henti. Lanjut katanya bernyanyilah/bermazmulah sebelum atau setelah kita bangun belajarlah dengaN hati tentang Kitab Suci (Firman Tuhan) dan masukkan itu kedalam pikiran seperti yang di lakukan oleh orang kudus.

Ada seorang bertanya kepada bapa padang gurun katanya :Apa artinya berdoa tanpa henti dalam 1 Tesalonika 5:17 ? jawab bapa padang gurun : ini adalah satu permohonan yang kita sampaikan kepada Allah dari dasar hati kita dengan memohon apa yang layak/tepat kepadan-Nya. Ini doa bukan hanya sekedar kita berdiri dan berdoa di hadapan-Nya melainkan ini adalah doa yang murni kamu lakukan sepanjang waktu di dalam diri kamu tanpa henti.

Seorang penatua berkata: ketika kita menawarkan doa kita seolah-olah Allah itu hadir mendengarkan doa kita tetapi tentang dosa kita maka kita mengambil keputusan seolah-oleh Dia tidak melihatnya. Walaupun demikian ini adalah cara kita mendekatkan diri kepada Allah.

Doa tanpa henti bukanlah hal yang mudah Abba Agaton berkata : ketika kita berdoa maka selalu ada musuh yang mengganggu kita seperti logismoi atau pikiran-pikiran yang selalu menggangu kita. Ini adalah cara atau pengalaman bagaimana kita melatih cara berdoa kita kedepannya.

## Synaxis

Synaxis ini adalah benar-benar meluangkan waktu untuk memuji Tuhan. dalam kesibukan kita setiap hati terkadang kita lupa memuji Allah dan membuang banyak aktu kosong.  Isidore berkata bagi Dia siang dan malam adalah ibadah. Synaxis punya dua aspek yaitu berjemaat dan pribadi. Ketika desert father melakukan Synaxis secara pribadi mereka percaya bahwa seperti dalam Matius 18:20. Desert fatheer selalu mengkaitkan Synaxis dalam berbagai hal seperti bermazmur, bernyanyi, silence, bermeditasi, membaca kitab suci dan lain sebagainya dan ini merupakan bagian dari doa tanpa henti.

Seorang desert father berkata walaupun tangannya berkerja tapi mulutnya selalu meminta blaskasihan Allah “ Have mercy of God Lanjut katanya Ketika saya melawati satu hari dengan berkerja dan berdoa saya memperoleh 16 koin. dalam 16 koin yang 2 koinnya saka berikan kepada orang miskin lalu sisanya saya pakai. Ketika saya berikan 2 koin untuk orang miskin maka dia berdoa untuk saya sementara saya itu bagian saya. Ketika saya makan dan tidur oleh Anugerah Allah saya di doakan oleh mereka.

Macarius dari Egyptian mengatakan : kita harus selalu berdoa dan mengulurkan tangna kita serta berkata : “Tuhan kasihanilah aku sesuai dengan cara yang Engkau tunjukan kepadaku”

Jadi setiap apa yang kita minta kepada Tuhan jadilah kehendakNya bukan kehendak kita.

## Hubungan Doa denga Kitab Suci  

Macarius berkata : Ktika kita berdoa denganmengucapkan hal yang sama Lord have mercy on me ini bisa sia-sia ketika kita tidak memiliki  kesadaran yang tepat terhadap doa yang kita ucapkan secara berulang-ulang. Doa tanpa henti bukanlah suatu matra tetapi merupakan suatu kesadaran kita yang hadir di hadapan Allah. Sebuah contoh berkata : Aku Abba Ammonas ketika saya mengujungi Abba Achilles dan mendengar tentangnya yang bermeditasi dan mengulangi kata kata yang tertulis dalam Kejadian 46:3 dan Abba Achilles terus melakukan meditasi dalam kalimat ini dengan waktu yang lama dan mengambil ayat-ayat lain dalam Kitab Suci.

Jadi ini adalah satu usaha dari desert farher bagaimana bermeditasi dan membangkitkan satu kesadaran bahwa ini bisa melawan musuh dan menghancurkan hal-hal yang jahat di dalam diri kita. Kata Jesus have mercy on me ini adalah di ambil dalam Kitab Suci tetapi dengan kesadaran bahwa kita sedang menawarkan kepada Allah sehingga kita mengerti bahwa melalui doa ini kita lebih mengerti ayat-ayat kitab suci. Beberapa perkataan desert father tentang hubungn doa dama Kitab Suci. “

  1. Arsenios pada hari sabtu malam ketika menjelang minggu, ia biasanya berdiri dan memanjatkan tangannya kelangit lalu berdoa sampai matahari terbit lagi dan menyinari wajahnya dan ia kembali duduk. Ini adalah satu contoh/teldan bagi kita untuk datang kepada Tuhan.
  2. Abba Agathon berkata : beberapa orang beeranggapan dalam kehidupan kita perbuatan mana yang membutuhkan usaha paling keras? jawabnya “ aku mengakui bahwa ketika kita berdoa ke pada Allah  the most offort yang paling di butuhkan karena selalu ada musuh yang memotong itu/selalu ada halangan. Jadi dalam setiap usaha seseorang kita harus mencapai yang namanya repose. Tetapi doa membutuhkan usaha yang paling besar untuk mencapai repose sampai nafas terakkhir kita.

Desert father mengajarkan ada dua prakti yang saling melengkapi yaitu

  1. Doa yang terus di ulang-ulang dari mulut kita apapun perkerjaan dari tangan kita.
  2. mempunyai synaxis

Jadi Doa tanpa henti selalu terjadi dalam berbagai hal atau situasi baik di saat tangan kita berhenti berkerja maupun sedang melakukan perkerjaan dan di situ kita selalu melakukan doa. Abba Anthony berkata : “ketika kita mau berkerja jangan berkata aku mau menyelesaikan perkerjaanku dulu nanti aku berdoa”. Hal ini salah. tetapi yang sebenarnya di ajarkan adalah walaupun kita sedang berkerja kita harus tetap berdoa. Sebagai seorang biarawa yang tinggal di padang gurun mereka tidak mengenal jam berapa tapi bagi konteks desert farher bahwa mereka tidak membedakan pekerjaan dan lain sebagainya tetapi tetaplah berdoa. Bagi kita, dalam konteks kehidupan kita ciptakanlah yang namanya private  worship. sedangkan desert father adalah mengutamakan takut akan Allah dan bagaimana mengasi Allah. Little synaxis ini sangat penting bagi kita untuk membaca mazmur-mazmur.

## Meditasi

Meditasi lebih menonjol terhadap tindakan seperti membaca Mazmur terus menerus, bermeditasi terhadap ayat Alkitab yang di baca secara berulang-ulang, doakan, serta gumulkan seperti yang di lakukan oleh Poemen di mana dia berkerja sehari-hari, makan sehari, silence dan meditasi. Juga Isaiah : manual labbour, meditation and prayer is the prescription. Seorang saudara bernama Abba Joseph of Panepho berkata : saya melakukan sedikit puasa, berdoa, meditasi, hescyhia, purifying my thoughts so far as I can, while an unnamed father say the monk’s life consists of berkerja, onediance, meditasi, tidak judging another dan tidak pernah ngomel. Seorang biarawan mudah berkata “ jangan cemas/kuatir tentang apapun, tetap diam dan perlu hati-hati tentang apapun juga Filipi 4:6. Berikan dirimu untuk bermeditasi, tidur, berkerja dalam nama Tuhan. Fondasi dari kehidupan monastik life adalah bermazmur dan berkerja seperti biasa. Kehidupan desert father adalah menonton sambil mereka berdoa tanpa henti dan mempunyai synaxis di dalam meditasi atau menyanyikan mazmur. Abba Isaiah mengatakan “ fokuskanlah dirimu terhadap mazmur maka ia akan melindungi kamu dari musuh”.

## Saying and Singing

Meditasi dan membaca mazmur memiliki kesamaan, kemiripan, atau saling melengkapi satu dengan yang lain tetapi bisa juga di lakukan dalam bentuk bernyanyi bukan hanya bisa di ucapkan dalam bentuk di mditasikan.

John Colobos berkata : jadi menghabiskan banyak  waktu dalam silence, doa membaca dan meditasi on the Holy Scriptures.

Athanasius berkata : jika kamu memperhatikan jam sembilan di siang hari maka kamu mendengar ada banyak orang bernyanyi Mazmur dari monastik.

Seorang biarawan berkata : jika kamu menangisi akan dosa-dosamu leave singing aside. When you are stading in prayer, let your mind study the meaning of the verse.

Yang di lakukan Macarius dari Alexandria adalah berdiri, silence, berdoa dari mulutnya, daun palem di tangannya.

Seorang biarawan berkata : jika kamu mengalami yang namanya kemunduran maka berdoalah dengan takut dan gentar Mazmur 2:11 dengan tekun dan penuh berjaga-jaga 1 Petrus 5:8. Dan inilah bagaimana kita berdoa

Seorang biarawan juga berkata selalu ada logismoi itu sebabnya tetaplah berdoa dengan air mata karena itulah yang bisa melawan segala keberdosaan.

Seorang bishop dari Cyprus bernama Abba Epiphanius di monastik Palestine berkata terimakasih atas doamu, kami tidak mengabaikan aturan melainkan kami rajin berdoa pada jam 12, the ninth, and at lamp lighting. kita bisa melakukan doa tanpa henti selain kita punya synaxis sendiri dan bermazmur tetapi di dalam hati. Abba Theofany dari Rusia berkata : doa itu punya tiga level moral (dari mulut) pikiran (dengan kesadaran dan hati ( dimana roh spirit kita yang memasukkan doa kita ke dalam hati/batin. Jika itu terjadi maka roh kita yang mendoakan bersama dengan roh Kudus bukan lagi mulut dan pikiran kita.

Ada seorang bertanya pada Abba Lucius katanya : apa perkerjaan kamu?awabnya perkerjaan saya adalah berdoa 1 Tesalonika 5:17. Tanyanya balik apa kamu tidak makan? Jawabnya ya lagi makan. Tanyanya lagi siapa yang berdoa jika kamu sedang makan? Apa kamu tidak tidur? Lalu siapa yang berdoa untuk kamu? Mereka pun tidak bisa menjawab.  Lucius berkata Lihatlah, kamu tidak melakukan apa yang kamu katakan dan aku akan menunjukan kepadamu bagaimana aku berdoa tanpa henti sementara tanganku berkerja. Ketika aku berkerja dan duduk aku sedang berdoa kepada Allah Mazmur 50:1. Lanjut katanya lihat ketika aku berdoa meski tanganku berkerja maka  aku mendapat 16 koin . 2 koin saya berikan kepada orang dan sisanya untuk aku. Dia yang kkuberi koin itu berdoa kepadaku ketika aku makan dan tidur. Nah, apakah kita tidak berdoa? Tanyanya lucius, Jawabnya tidak karena ada orang yang mendapat 2 koin tadi yang berusaha berdoa buat kit. Semua ini terjadi karena Anugerah Allah yang memberikan kita pertolongan

Dan banyak lagi pendapat para desert father lainnya yang membantu kita untuk melakukan Doa tanpa henti.

Doa menjadi cermin bagi kita untuk melihat kedalaman hati kita sehingga kita mengenal siapa diri kita.

berikan jiwamu berkerja keras dengan sungguh-sungguh berdoa dan mengasihi Allah sebelum tubuhmu di kuasai oleh si jahat/logismoi.

Kesimpulan

  1. Mengapa kita perlu berdoa tanpa henti? karena selalu ada musuh yang menyerang kita tetapi Allah ada di dalam segala sesuatu dalam segala hal yang kita lakukan dan ini adalah momen berinteraksi dengan Dia.
  2. Doa tanpa henti di mulai dari mount lalu masuk kedalam hati sendiri kita sehingga tidak lagi terkontak-kontak tetapi doa itu menjadi nafas kita karena timbul dari roh kita.
  3. Lakukan perkerjaamu sambil berdoa kepada Allah dan menjadikan gaya hidup atau kebiasaan sehari-hari seperti oksigen bagi tubuh kita dengan doa tanpa henti, bernyanyi, bermeditasi, silence, membaca Mazmur dan repetance
  4. Semuanya ini di lakukan secara berulang-ulang.

Mempelai Kristus Part III dan IV

Nama : Ribala Erniwati Gulo

M. K : Eksegesi PL dan PB

Tugas : Part III dan  IV ( TIGA dan EMPAT)

Membaca Kitab suci ada empat lensa

  1. Historis
  2. Spirit yang mengandung roh
  3. Semantic Content (Christ dan Ecclesial)
  4. Konsep teologis (dotrin atau didaskalia) dalam bentuk ide utama dan ide pendukung
  5. Ringkasan (personal) yaitu refleksi atau penghayatan dotrin yang diturunkan ke dalam hati untuk menyatakan kesalaha, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran 2 Timotius 3:16-17
  6. Moral/Good works
  7. Anagogle

Kitab Kidung Agung 1:9-10

Level 1 Hiatoris

  1. Teks asli

Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku. (Cant. 1:9 ITB)

Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung (Cant. 1:10 ITB)

I have compared you, my love To my filly among Pharaoh’s chariots  (Cant. 1:9 NKJ)

Your cheeks are lovely with ornaments , Your neck  with chains of gold. (Cant. 1:10 NKJ)

τῇ ἵππῳ μου ἐν ἅρμασιν Φαραω ὡμοίωσά σε ἡ πλησίον μου (Cant. 1:9 BGT)

τί ὡραιώθησαν σιαγόνες σου ὡς τρυγόνες τράχηλός σου ὡς ὁρμίσκοι (Cant. 1:10 BGT)

  לסֻסָתִי֙ בְּרִכְבֵ֣י פַרְעֹ֔ה דִּמִּיתִ֖יךְ רַעְיָתִֽי׃ (Cant. 1:9 WTT)

  נאו֤וּ לְחָיַ֙יִךְ֙ בַּתֹּרִ֔י צַוָּארֵ֖ךְ בַּחֲרוּזִֽים׃ (Cant. 1:10 WTT)

  • Sintatic form

Ayat 9

ὡμοίωσά σε

ἡ πλησίον μου

τῇ ἵππῳ μου

ἐν ἅρμασιν Φαραω

Ayat 10

σιαγόνες σου ὡς τρυγόνες τί ὡραιώθησαν

 τράχηλός σου ὡς ὁρμίσκοι

Ayat 9 Subjek = aku dan prediket membandingkanmu, kekasihku, dengan kuda betinaku dari kereta-kereta Firaun

Ayat 10 Subjek =  pipimu cantik dan lehermu cantik , Kata kerja = seperti dan predikat burung perkutut dan kalung-kalung

  • Terjemahan Literal

Ayat 9 Aku membandingkanmu, Kekasihku, dengan kuda betinaku dari kereta-kereta Firaun.

Ayat 10 Pipimu menjadi  cantik seperti burung perkutut, lehermu cantik seperti kalung-kalung

  • Syntatic Content
  1. Aku membandingkanmu, Kekasihku, dengan kuda betinaku dari kereta-kereta Firaun
  • Pipimu menjadi  cantik seperti burung perkutut
  •  lehermu cantik seperti kalung-kalung

Level II Theoria/Noetic/Spiritual/Mystical Meaning.

          a.      Semanti Contened

Ayat 9

  1. Aku membandingkanmu, Kekasihku, dengan kuda betinaku dari kereta-kereta Firaun

Aku membandingkanmu, Kekasihku, dengan kuda betinaku dari kereta-kereta Firaun. Kita di umpamakan seperti Kuda betina dan kereta-kereta Firaun, Ketika di sebut kereta-kereta Firaun kita mengingat tentang kejadian bangsa Mesir atau Firaun mengejar-ngejar bangsa Israel dari tanah Mesir menunju tanah Kanaan, wakti itu Itu Musa membelah laut menjadi dua dan kereta Firaun ikut di belakang orang Israel tersebut akan tetapi orang Israel selamat dan kereta-kereta Firaun hanyut atau tergelam. Mengapa saya di andingkan dengan kuda betina dari kereta-kereta Firaun? 2 Twari 1:17 “ Sebuah kereta yang di datangkan dari Misraim berharga sampai enam ratus syikal perak, dan seekor kuda sampai seratus lima puluh syikal; dan begitu juga melalui mereka dikeluar semuanya itu kepada semua  raja orang Het dan kepada raja-raja Aram”.;  2 Tawarikh 1:16 “ Kuda untuk salomo di datangkan dari Misraim dan dari Kewe; saudagar-saudagar raja membelinya dari Kewe dengan harga pasar”.  Kidung Agung 2:2 “ Seperti bunga bakung di antara diri-duri, demikian manisku di antara gadis-gadis”; Kidung Agung 2:10 “ Kekasihku mulai berbicara kepadaku: Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! ” ; Kidung Agung 2:13 “ Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, Jelitaku, Marilah!”  ini berbicara tentang Kekasihku.

Origen berkata dalam bukunya halaman 140 : Ingat lagi Firaun yang mengejar-ngejar bangsa Israel di Mesir pada zaman dulu tapi secara spiritual sekarang kakasih itu menunju kepada Gereja atau orang percaya itulah sebabnya kuda ini miliknya Allah, Lanjut kata Origen:  Gereja atau mempelai perempuan dalam konteks Kidung Agung selalu identik dengan mempelai perempuan atau mempelainya Kristus. Ini di lihat secara mustycal interprestasi dan selalu ada iblis yang selalu membuat masalah terhadap orang-orang kudus atau Gerejanya Allah. Kuda-kuda Firaun menggambarkan evil spirit yang stir up the temptation. Lanjut lagi kata Origen : Dalam 2 Raja-raja 6:16-18 “ Jawabnya : “ Jangan takut sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa : “ Ya Tuhan : Bukalah kiranya matanya  supaya ia melihat.: Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta api sekeliling Elisa. Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada Tuhan : “ Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.” Maka di butakannyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa. Dalam Habakuk kutipan 150 Habakuk 3:8 “ Terhadap sungai-sungaikah, ya Tuhan, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarain kuda dan kereta kemenangan-Mu?. dalam 2 raja-raja dan habakuk ini berbicara tentang kuda yang merupakan miliknya Allah. Kuda-kuda the evil Firaun tidak selalu menunju pada spirit tetapi ini menjadi the horses of the Lord seperti gambaran Yesus dalam Matus 11:30, Wahyu 19:11-14 ada nama istilah kuda putih Origen berkata : Dia yang duduk di atas tahta Allah itulah yang di sebut Firman Allah the word of God sehingga kita membutuhkan the grace of God. Lalu kuda putih itu di katakan the body which the lord assumed (tubuh dari Tuhan ) dalam Firman Allah yang jadi manusia, Aku punya kuasa untuk memberi dan Aku punya kuasa untuk mengambil. Kuda putih ini di gambarkan tubuh dan kehidupan sekaligus.

Secara ringkas : Kalau kita di umpamakan seperti kuda di dalam kereta-kereta firaun maka kita di sucikan oleh air, ini menunju pada baptisan air yang akhirnya jiwa kita di murnikan lagi seperti kuda putih. sehingga akirnya mengikuti kuda-kuda putih itu seperti Kristus datang kedunia menyelamatkan orang berdosa. Kuda-kuda itu melambangkan kereta Allah. Dalam Wahyu 19:14  saudah di sucikan oleh air. Air yang di maksud disini air yang menguduskan kita dalam Roma 6:6-7“ Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut di salibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa”. Ayat 6-7 itu terjadi ketika seseorang di baptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan setelah di babtis dia keluar dari air itu lalu dia punya kuasa dimana dia tidak menghambakan lagi dirinya terhadap dosa seperti kuknya itu diangkut sehingga dia bebas dari dosa. Lalu di lanjutkan di ayat 8 “ Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia”.

Gregory of  Nissan berkata tentang kuda  halaman 83 : Kuda itu adalah invisible force (satu kekuatan yang tidak terlihat) atau satu kemenangan yang di raih oleh bangsa Irael di mesir sebab, Allah sendiri yang bertarung melawan bangsa Mesir atau Allah sendiri yang membebaskan kita dari Murka-Nya Keluaran 14:25. Kekuatan yang tidak terlihat itu adalah kekuatan dari Allah yang membebaskan orang Israel dari Mesir dan kekuatan yang tak terlihat ini berkerja sebagai mujizat di laut yang di belah oleh Musa. Jadi secara singkat orang Israel lepas dari tangan orang Mesir ketika mereka menyeberangi laut itu. Kata kuda menurut Gregory of Nissan itu menunju pada kekuatan yang tak terlihat yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan berarti membebaskan manusia dari dosa. Kekuatan yang tak terlihat itu merupakan satu pasukan dari sorgawi di mana dalam kitab Habakuk 3:8 yang mengendarai kereta kemenangan atau keeselamatan itu adalah pasukan sorga. seperti kata Origen ada peperangan antara kereta Firaun dan kereta tentara sorga. Jadi dalam hal ini bukan hanya Firaun saja yang punya kereta tetapi pasukan Allah juga mempunyai kereta. Mazmur 68:18 “ Kereta-kereta Allah puluhan ribu, bahkan beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang dari Sinai, masuk ke tempat kudus! ” juga dalam kitab 2 Raja-raja 2:12 “ Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan ”. Juga dalam Zakharia 1:8-10 “ Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih. Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku? Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semuanya ini!. Orang yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu mulai berbicara, katanya: Inilah mereka semua yang diutus TUHAN untuk menjelajahi bumi!”. Kata kuda memiliki pengertian yang berbeda-beda di mana ada yang menunju pada :

  1. Cavalry
  2. Colonizes the inhabited earth
  3. Is yoked to the chariot
  4. Salvation of humanity

Ayat 10

  • Pipimu menjadi  cantik seperti burung perkutut, lehermu cantik seperti kalung-kalung

Origen berkata : Kecantikan dari pipi, pipi ini menunjukan pipinya mempelai perempuan dan kenncatikan daari pipinya di bandingkan dengan burung perkutut. Origen mengutip apa yang ditulis Rasul Paulus tentang tubuh di mana anggotanya banyak dalamm 1 Korintus 12:14-18; Efesus 5: 21-27. Kata origen bahwa mempelai Kristus adalah Gereja itu di sebut sebagai tubuh-Nya dan anggota-anggotanya. Pipi termasuk anggota tubuh lalu menunju kepada Gereja yang cantik. Pipi itu cantik karena menerima ciuman dari laki-laki. Jika di katakan pipimu menjadi cantik berarti Gereja Kristus itu memang di sucikan oleh Kristus yang adalah mempelai laki-laki. Cantik itu dalam pengertian suci, bersih, murni dan pipi yang suci, bersih, murni itu di umpamakan seperti burung perkutut,  kenapa? karena burung perkutut itu sepasang antara laki-laki dan perempuan yang tidak bisa di pisahkan berarti Gereja tidak bisa di pisahkan dengan Kristus sama seperti tubuh dengan kepala hal ini menggambarkan pernikahaan Kristen.

  • lehermu seperti sebuah kalung kecil

Origen berkata Halaman 147 : Leher tempat meletakkan kuk Mat 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Leher menunjukan satu ketaatan mempelai laki-laki. Ketaatan dari iman membuat kita semakin cantik. Lehermu cantik di umpamakan seperti kalung kecil. Kalung terdiri dari untaian permata atau emas yang akhirnya di kalungkan ke dalam leher itulah ketaatan, kuk yang di pasang Kristus. Yesus taat sampai mati untuk menggantikan ketidaktaatan adam dan hawa sehingga semua orang berdosa lalu, Yesus datang untuk membenarkan manusia. Kalung dari Gereja adalah ketaatan kepada Kristus. Kalung adalah Kristus dan leher adalah kita serta kuk adalah ketaatan.

Ringkasan :

Leher dan pipi gambaran dari Gereja (tubuh Kristus), pipi dan leher menjadi cantik ketika pipi jadi burung perkutut yang tidak terpisahkan atau tidak bisa pisah dan leher di pakekan kalung yang menunjukan ketaatan Kristus sampai mati di atas kayu salib. Kristus adalah Kalung dan leher adalah kita

Grergory of Nissan dari tradisi Kapadokian berkata : Pipinya cantik karena kekudusan atau kemurnian seperti kata Origen, pipimu seperti burung perkutut di mana tidak boleh di pisahkan oleh pasangannya. Lanjut kata Nissan Lehermu seperti kalung kecil ini menunju pada mempelai. Kalung berbentuk lingkaran, kalung merupakan satu kemenangan yang mencapai inner calm, repose, stilness, evil, arrogance, anger atau yang di sebut dengna gelombang the passions. Kalung ini membuat hidup kita menjadi murni dengan lingkaran mutiara yang memancarkan sinar Amsal 1:9 “ sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. Keindahan jiwa di hubungkan dengan kuda betina yang merupakan pasukan kekuatan yang tidak terlihat yang menghancurkan kuda-kuda mesir (Firaun).

          b.     Konsep Theologis

Ide utama : Gereja Yang cantik

Ide pendukung

  1. Kuda betina 
  2. Pipi seperti burung perkutut
  3. leher di pakaikan kalung

Penjelasan singkat :

  1. kuda betina (kemenagan Kristus )
  2. pipi ( dicium oleh pasangan seperti burunng perkutut tidak bisa di pisahkan  ( memikul kuk bersama-sama dengan Kristus)
  3. leher (memikul kuk) sebuah kalung ( menunjukan obediance kepada Allah)  mahkota dalam kehidupan kita Amsal 1:9
  • Ringkasan Personal

 Saya adalah mempelainya Kristus seperti burung perkutut yang tidak bisa di pisahkan seta sama-sama menanggung beban bersama Kristus dan kalung untuk mmpercantik/memperindah diri kita sebagai mempelainya Kristus yang di kalungkan di leher. Jadi Bagaimana saya mempercanttik diri ketika nanti menjadi seorang mempelai Kristus? hal ini memunju pada ketaatan.

Level III : Moral/Psychic/Good Works

Aplikasi

Kidung Agung 1:9-10 mengoreksi diri saya bagaimana saya melakukan satu tindakan yang penuh dengan ketaatan. Hal ini mendidik saya dalam sebuah kebenaran di mana Kita harus mempersiapkan diri kita menjadi mempelai yang cantik. Saya mendadani diri dengan perbuatan baik (buah roh) yang layaik dan berkenan di hadapan Allah sehingga pada akhirnya di saya dan dia merupakan burung perkutut yang tidak bisa di pisahkakn.  

Kitab Suci di Baca dengan Empat lensa Contoh Matius 7:24-27 dan Kidung Agung 1:8

@ Matius 7:24-27

Level 1

Narasi :

  1. Ada orang bijaksana membangun rumah di atas batu lalu terjadi badai rumah itu tetap berdiri.
  2. Ada orang bodoh membangun rumah di atas pasir lalu terjadi badai rumahnya rubuh/hancur.

Alegoris :

  1. Orang yang bijaksana sama dengan orang yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus.
  2. Orang bodoh sama dengan orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya.

Level 2

Spiritual meaning :

  1. Membangun rumah berarti membangun perkerjaan/berkarya/membangun hidup kita 1 Korintus 3:12.
  2. Diatas batu atau di atas paasir sama dengan berbicara tentang fondasi/dasar rumah atau dasar dari bangunan hidup kita. Fondasi batu = Kristus lihat 1 Korintus 3:11
  3. Material dari rumah bisa kayu, emas, perak jerami = kualitas dari bangunan/perkerjaan kita 1 Korintus 3:12.
  4. Angin, hujan dan badai menunjukan Krisis yang menimpang rumah itu 1 Korintus 3:12 menjelaskan hari penghakiman Tuhan di nyatakan ( Kristis menyatakan hari Tuhan) Krisis menimpang siapa saja orang bodoh, miskin, kaya, pintar dan lain-lain ( tidak memilih-milih)
  5. Rumah yang berdiri walaupun krisis datang = lolos di hari Tuhan/ujian api penyucian di hari Tuhan dan kalau rumahnya rubuh = tidak lolos/terbakar. Yang terbakar adalah bangunannya/perkerjaannya.
  6.  Fondasi batu = fondasi Kristus artinya mendengar dan melakukan perkataan Kristus dan fondasi pasir = di luar kristus artinya mendengar tapi melalukan
  7. Fondasi Kristus :
  8. Mengenal Dia (pribadi dan FirmanNya/mengetahui) ini masuk ke dalam hati lalu ke nous lalu masuk menjadi keinginan (anggota tubuh ) lalu menjadi perbuatan.
  9. Obediance (ketaatan) akan mengkasilkan buah roh, kasih dan semakiin serupa dengan Kristus.
  10. Fondasi di luar Kristus :
  11. Mendengar dan tidak melakukan
  12. tidak tahan uji
  13. Mendengan dan melakukan perkataan Kristus tidak berarti krisis tidak menimpah kita melainkan ketika krisis menimpah kita, maka kita sudah siap dan mengantisipasi terhadap datangnya krisis itu.

Kelanjutan langkah dari historis di atas :

Semantic content (Christ centered and Ecclesial)

Orang yang bijak sana adalah orang yang membangun rumahnya di atas fondasi Kristus sehingga dia selalu mengantisipasi dan berjaga-jaga (nepsis) terhadap datangnya ujin sampai hari penghakiman/harinya Tuhan.

Konsep teologis

Ide Utama : Orang bijaksana bangun fondasi di atas Kristus

Ide Pendukung :

  1. Mengenal Dia
  2. Bergaul dengan Dia
  3. Kenal pribadiNya
  4. Baca Firmannya dengan doa
  5. Beribadah kepadaNya dan lain sebagainya.
  6. Melakukannya dan semuanya ini  butuh sinergi dan ketaatan.

Ringkasan (personal)

Mengenal Dia berarti harus masuk kedalam hati yang di sebut kardia ini adalah refleksi atau penghayatan dotrin yang harus di turunkan kedalam hati untuk menyatakan kesalahan (reproof, memperbaiki kelakuan (correction, dan mendidik orang dalam kebenaran (instruction in righteunsness) 2 Timotius 3:16-17.

Level tiga

Lapisan moral / aplikasi

Firman Tuhan seperti cermin dalam kehidupan kita juga kita mendengar Allah ketika kita dalam ketaatan. 

Selama ini banyak firman Tuhan yang telah saya dengar tetapi tidak melakukannya. Dari sini saya belajar untuk melakukan setiap firman yang saya dengar agar saya sama seperti orang bijaksana bukan seperti orang bodoh. Saya lebih sungguh-sungguh mengenal Dia, bergaul dengan Dia, membaca FirmanNya dan apapun yang saya kerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Contoh ke 2

@ Kidung Agung 1:8

Teks

Jika Engkau tak tahu,

hai jelita di antara wanita,

jejak-jejak domba dan

gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala. (ITB).

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων (BGT)

The beloved If you do not know O fairest among women, Follow  in the footsteps of the flock And feed your little goats Beside the shepherds’ tents (NKJ)

Syntatik Form Kidung Agung 1:8   

Kidung Agung 1:8

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν

ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν

ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων

καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων

Subjek = kamu (you) σεαυτήν dan prediakat = tidak tau (not know) μὴ γνῷς

Terjemahan Literal Kidung Agung 1:8    :

Jika engkau tidak tau dirimu sendiri  :

  1. Hai kamu yang paling cantik di antara perempuan-perempuan.
  2. Ikuttilah jejak-jejak dari domba.
  3. gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala.

Syntatic Content Kidung Agung 1:8   

  1. Jika engkau tidak tau dirimu sendiri
  2. Hai kamu yang paing cantik di antara perempuan-perempuan
  3. Ikutilah jejak-jejak dari gerombolan  domba
  4. Hembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala

Konteks Historis Kidung Agung 1:8   

Hubungan antara suami dan istri atau Kristus dengan gereja-Nya.

Semantic Content Kidung Agung 1:8   

  1. Jika engkau tidak tau dirimu sendiri
  2. Hai kamu yang paing cantik di antara perempuan-perempuan
  3. Ikutilah jejak-jejak dari gerombolan  domba
  4. Gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala

Jika engkau tidak tau dirimu sendiri. Kata engkau menunju pada subjek (kepala) dan tidak tau adalah prediketnya (angggota tubuh). Engkau menunju pada alegoris figuratif yang tertujuh pada wanita yang adalah mempelai Kristus. Ada dua kemungkinan dia tidak tahu yaitu dirinya sendiri dan apa yang mau dia capai, dan wanita adalah tipologi dari gereja atau umat Allah orang percaya. Origen berkata “ Kamu tidak tau dirimu sendiri berkaitan dengan orang percaya di mana jiwanya harus mencapai nolic atau pengetahuan dirinya yang terdiri dari dua lapisan yaitu : Siapa dirinya dan Bagaimana dia mengakualisasikan dirinya. Engaku tidak tahu di sini di jelaskan adalah kamu yang paling cantik dari antara para perempuan dan ini menjelaskan tentang identitas she/dia/perempuan itu. Dia menunju pada perempuan Kidung Agung 1:5 Hitam tapi cantik, tapi dalam hal tidak tahu. Dia (she) di sini berbicara tentang jiwanya dimana jiwanya tahu apa yang mesti dia kerjakan tetapi tubuhnya mengerjakan yang lain seperti kata rasul Paulus dalam Roma 7 . Gregory dari Nissa berkata : dia yang tidak tahu dirinya itu akan keluar dari kawanan domba dan dia akan di kenal oleh kawanan kambing dan kawanan kambing itu klau kita tahu tempatnya itu ada di sebelah sisi kiri Tuhan Matius 25:32-33. Orang yang tidak tau dirinya adalah kawanan kambing. Kambing di taruh di sisi sebelah kiri gembala sedangkan domba di tempatkan di sisi sebelah  kanan gembala, kiri dan kanan di tipelogi alegoris di mana Kristus berada di sisi sebelah kanan ini menunjukan bahwa kristus duduk di tahta kemuliaan Allah. Lanjut kata Nissan gembala yang baik menempatkan domba-domba itu di sebelah kanan sedangkan kambing di sebelah kiri. Jadi dalam hal ini perempuan tidak boleh lepas dari mempelai yaitu Kristus. Matius 25:32-33 kambing dan domba alegorisnya adalah orang-orang. Mat 25:31-46 Bangsa domba dan bangsa kambing bertolak belakang diman bangsa domba melakukan seperti yang Kristus lakukan dengan

  1. Memberi makan (roti) dan minum (air kehidupan)
  2. Memberi pakaian baru /manusia baru
  3. Menampung orang-orang yang haus mencari Dia, orang-orang yang lapar/miskin dalam Yohanes 14:2 dirumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal 

Kaitannya dengan Kidung Agung 1:8 adalah bangsa perempuan ini harus tahu bahwa ada gembala yang nanti yang harus kamu gembalakan tapi jangan sampai menjadi bangsa kambing. Itulah sebabnya anak-anak kambing dekat dengan gembala karena memang di sebelah kiri. Para gembala menunjukan pada murid-murid Kristus di mana gembala agunggnya adalah Kristus. Ikutilah jejak-jejak kawanan domba dalam Mat 25 kawanan domba mengikuti gembalanya dan yang di lakukan gembala yaitu memberi minum dan makan, memberi pakaian, tumpangan, merawat , dan hal ini juga di lakukan oleh gembala agung kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.  

Ayat 35 “ Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memeri Aku tumpangan”. Orang di beri makan supaya dia kenyang, makan dan minum itu adalah daging dan darah Kristus lalu gimana caranya kita membeeri mereka makan dagging dan minum darah Kristus yaitu dalam Roma 12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selaku memberi tumpangan dan Ibrani 6:10 berkata sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan perkerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukan terhaddap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Disini mengajarkan kita bahwa memberi makan, minum dan tumpangan ini adalah secara moralitas. secara spiritual memberi tumpangan kepada orang asing artinya kamu menjadi tempat perlindungan, kehangatan, rasa nyaman sama seperti orang yang dekat kepada Kristus di mana di dalam Kristus ada kasih penghiburan, kekuatan, sukacita damai dan lain sebagainya. Filipi 2:1 Jadi karena di dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesrah dan belas kasihan, dan inilah artinya kita memberi tumpangan kepada orang yang membutuhkan.

Ringkas ayat 35

  1. Lapar dan haus adalah tubuh dan darah Kristus yang kita perkenalkan Rom 12:13; Ibr 6:10.
  2. Memberi tumpangan berarti kamu orang yang punya kasih Fil 2:1

Ayat 36 “ Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengujungi Aku. Alegorisnya Yak 1:7 “ Ibadah yang murni ada yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengujungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh  dunia” Apa artinya Kristus memberi kita pakaian? Fungsi pakaian adalah melindungi, membawa kita tetap dalam kemuliaan, gak malu. Dulu adam dan hawa sebelum jatuh di dalam dossa mereka tidak berpakaian dan setelah itu Tuhan memberi mereka pakaian. Kristus mengajarkan kita ketika Aku telanjang kamu memberi aku pakaian ini bukan berbicara yatim piatu tetapi pakaina yang menutupi diri, melindungi seperti adam di beri pakaian oleh Allah untuk menutupi kemaluaanya supaya dia tidak malu. Memberi pakaian kepada orang adalah memberi kemuliaan supaya pada akhirnya dia memakai pakaian Kristus dengan tujuan dosanya tertutup sehingga yang Allah lihat itu adalah pakaiannya. Ketika Aku sakit kamu melawat Aku. Yesus menyembuhkan banyak orang sakit buksn hanya secara fisik tetapi secara roh ketika ia mati dan bangkit mengalahkan doa iblis dan maut. Cra kita melawat yang sakit ketika kita seorang gembala adalah memberi obat kayak seperti dokter. Jika di kaitkan di Kidung Agung 1:8 mengapa kamu di sebut paling cantik di antara perempuan? karen gembalakanlah anak-anak kambing menjadi anak domba artinya

  1. Lapar memberi makan
  2. Haus memberi minum
  3. Datang sebagai orang asing memberi tumpangan
  4. Telanjang memberi pakaian
  5. Sakit di lawat (merawat) sakit di sini adalah dosa bagaimana diri kita melakukan repetance, mengoreksi diri dan lain sebagainya.
  6. Mengunjungi waktu di penjara tipelogi figuratif (belenggu dosa) Origen berkata : penjara di sini adalah penjara jiwa yang yang bisa membebaskannya adalah Kristus dengan cara dia mati. Lalu bangkit dan ketika Dia bangkit berarti Dia telah membebaskan atau mengalahkan hades.

Ayat 37 Maka orang0orang benar itu akan menjawab Dia, katanya : Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami mmemberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi engkau minum?. Ayat 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi engkau tumpangan, atau telanjang dan kamu memberi Engkau pakaian?. Ayat 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atua dalam penjara dan kami mengujungin Engkau? Lalu Yesus menjawab Ayat 40 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukann untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Aku disini di figuratifkan sebagai saudara-Ku yang hina (kambing). Disini kita bukan diam saja tetapi harus mendatangin mereka, menyapa, menarik mereka dari dosa mereka.

Lapisan Moral / Aplikasi  :

Kita adalah wanita/perempuan umat Allah yang meneladani Kristus sampai akhir seperti dalam Matius 25 benar-benar aada di sebelah kanan Bapa.

Setelah saya belajar tentang Kitab Kidung Agung 1:8 mengingatkan saya untuk memperbanyak kasih kepada orang-orang yang tidak mampu yang duduk di pinggir jalan yang menunggu blaskasihan orang. Saya bangga pada diriku sendiri karena Tuhan menaruh di dalam hatiku rasa peduli dan berdoa buat mereka. Saya bukan orang kaya saya hanya seorang mahasiswa yang sedang berjuang dan ketika saya membagi nasi bungkus kepada mereka yang awalnya mukannya murung berakhir dengan tersenyum. Terpujilah Tuhan. Amin.

Kitab Suci di Baca dengan Empat lensaContoh Matius 7:24-27 dan Kidung Agung 1:8

@ Matius 7:24-27

Level 1

Narasi :

  1. Ada orang bijaksana membangun rumah di atas batu lalu terjadi badai rumah itu tetap berdiri.
  2. Ada orang bodoh membangun rumah di atas pasir lalu terjadi badai rumahnya rubuh/hancur.

Alegoris :

  1. Orang yang bijaksana sama dengan orang yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus.
  2. Orang bodoh sama dengan orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya.

Level 2

Spiritual meaning :

  1. Membangun rumah berarti membangun perkerjaan/berkarya/membangun hidup kita 1 Korintus 3:12.
  2. Diatas batu atau di atas paasir sama dengan berbicara tentang fondasi/dasar rumah atau dasar dari bangunan hidup kita. Fondasi batu = Kristus lihat 1 Korintus 3:11
  3. Material dari rumah bisa kayu, emas, perak jerami = kualitas dari bangunan/perkerjaan kita 1 Korintus 3:12.
  4. Angin, hujan dan badai menunjukan Krisis yang menimpang rumah itu 1 Korintus 3:12 menjelaskan hari penghakiman Tuhan di nyatakan ( Kristis menyatakan hari Tuhan) Krisis menimpang siapa saja orang bodoh, miskin, kaya, pintar dan lain-lain ( tidak memilih-milih)
  5. Rumah yang berdiri walaupun krisis datang = lolos di hari Tuhan/ujian api penyucian di hari Tuhan dan kalau rumahnya rubuh = tidak lolos/terbakar. Yang terbakar adalah bangunannya/perkerjaannya.
  6.  Fondasi batu = fondasi Kristus artinya mendengar dan melakukan perkataan Kristus dan fondasi pasir = di luar kristus artinya mendengar tapi melalukan
  7. Fondasi Kristus :
  8. Mengenal Dia (pribadi dan FirmanNya/mengetahui) ini masuk ke dalam hati lalu ke nous lalu masuk menjadi keinginan (anggota tubuh ) lalu menjadi perbuatan.
  9. Obediance (ketaatan) akan mengkasilkan buah roh, kasih dan semakiin serupa dengan Kristus.
  10. Fondasi di luar Kristus :
  11. Mendengar dan tidak melakukan
  12. tidak tahan uji
  13. Mendengan dan melakukan perkataan Kristus tidak berarti krisis tidak menimpah kita melainkan ketika krisis menimpah kita, maka kita sudah siap dan mengantisipasi terhadap datangnya krisis itu.

Kelanjutan langkah dari historis di atas :

Semantic content (Christ centered and Ecclesial)

Orang yang bijak sana adalah orang yang membangun rumahnya di atas fondasi Kristus sehingga dia selalu mengantisipasi dan berjaga-jaga (nepsis) terhadap datangnya ujin sampai hari penghakiman/harinya Tuhan.

Konsep teologis

Ide Utama : Orang bijaksana bangun fondasi di atas Kristus

Ide Pendukung :

  1. Mengenal Dia
  2. Bergaul dengan Dia
  3. Kenal pribadiNya
  4. Baca Firmannya dengan doa
  5. Beribadah kepadaNya dan lain sebagainya.
  6. Melakukannya dan semuanya ini  butuh sinergi dan ketaatan.

Ringkasan (personal)

Mengenal Dia berarti harus masuk kedalam hati yang di sebut kardia ini adalah refleksi atau penghayatan dotrin yang harus di turunkan kedalam hati untuk menyatakan kesalahan (reproof, memperbaiki kelakuan (correction, dan mendidik orang dalam kebenaran (instruction in righteunsness) 2 Timotius 3:16-17.

Level tiga

Lapisan moral / aplikasi

Firman Tuhan seperti cermin dalam kehidupan kita juga kita mendengar Allah ketika kita dalam ketaatan. 

Selama ini banyak firman Tuhan yang telah saya dengar tetapi tidak melakukannya. Dari sini saya belajar untuk melakukan setiap firman yang saya dengar agar saya sama seperti orang bijaksana bukan seperti orang bodoh. Saya lebih sungguh-sungguh mengenal Dia, bergaul dengan Dia, membaca FirmanNya dan apapun yang saya kerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Contoh ke 2

@ Kidung Agung 1:8

Teks

Jika Engkau tak tahu,

hai jelita di antara wanita,

jejak-jejak domba dan

gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala. (ITB).

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων (BGT)

The beloved If you do not know O fairest among women, Follow  in the footsteps of the flock And feed your little goats Beside the shepherds’ tents (NKJ)

Syntatik Form Kidung Agung 1:8   

Kidung Agung 1:8

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν

ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν

ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων

καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων

Subjek = kamu (you) σεαυτήν dan prediakat = tidak tau (not know) μὴ γνῷς

Terjemahan Literal Kidung Agung 1:8    :

Jika engkau tidak tau dirimu sendiri  :

  1. Hai kamu yang paling cantik di antara perempuan-perempuan.
  2. Ikuttilah jejak-jejak dari domba.
  3. gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala.

Syntatic Content Kidung Agung 1:8   

  1. Jika engkau tidak tau dirimu sendiri
  2. Hai kamu yang paing cantik di antara perempuan-perempuan
  3. Ikutilah jejak-jejak dari gerombolan  domba
  4. Hembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala

Konteks Historis Kidung Agung 1:8   

Hubungan antara suami dan istri atau Kristus dengan gereja-Nya.

Semantic Content Kidung Agung 1:8   

  1. Jika engkau tidak tau dirimu sendiri
  2. Hai kamu yang paing cantik di antara perempuan-perempuan
  3. Ikutilah jejak-jejak dari gerombolan  domba
  4. Gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala

Jika engkau tidak tau dirimu sendiri. Kata engkau menunju pada subjek (kepala) dan tidak tau adalah prediketnya (angggota tubuh). Engkau menunju pada alegoris figuratif yang tertujuh pada wanita yang adalah mempelai Kristus. Ada dua kemungkinan dia tidak tahu yaitu dirinya sendiri dan apa yang mau dia capai, dan wanita adalah tipologi dari gereja atau umat Allah orang percaya. Origen berkata “ Kamu tidak tau dirimu sendiri berkaitan dengan orang percaya di mana jiwanya harus mencapai nolic atau pengetahuan dirinya yang terdiri dari dua lapisan yaitu : Siapa dirinya dan Bagaimana dia mengakualisasikan dirinya. Engaku tidak tahu di sini di jelaskan adalah kamu yang paling cantik dari antara para perempuan dan ini menjelaskan tentang identitas she/dia/perempuan itu. Dia menunju pada perempuan Kidung Agung 1:5 Hitam tapi cantik, tapi dalam hal tidak tahu. Dia (she) di sini berbicara tentang jiwanya dimana jiwanya tahu apa yang mesti dia kerjakan tetapi tubuhnya mengerjakan yang lain seperti kata rasul Paulus dalam Roma 7 . Gregory dari Nissa berkata : dia yang tidak tahu dirinya itu akan keluar dari kawanan domba dan dia akan di kenal oleh kawanan kambing dan kawanan kambing itu klau kita tahu tempatnya itu ada di sebelah sisi kiri Tuhan Matius 25:32-33. Orang yang tidak tau dirinya adalah kawanan kambing. Kambing di taruh di sisi sebelah kiri gembala sedangkan domba di tempatkan di sisi sebelah  kanan gembala, kiri dan kanan di tipelogi alegoris di mana Kristus berada di sisi sebelah kanan ini menunjukan bahwa kristus duduk di tahta kemuliaan Allah. Lanjut kata Nissan gembala yang baik menempatkan domba-domba itu di sebelah kanan sedangkan kambing di sebelah kiri. Jadi dalam hal ini perempuan tidak boleh lepas dari mempelai yaitu Kristus. Matius 25:32-33 kambing dan domba alegorisnya adalah orang-orang. Mat 25:31-46 Bangsa domba dan bangsa kambing bertolak belakang diman bangsa domba melakukan seperti yang Kristus lakukan dengan

  1. Memberi makan (roti) dan minum (air kehidupan)
  2. Memberi pakaian baru /manusia baru
  3. Menampung orang-orang yang haus mencari Dia, orang-orang yang lapar/miskin dalam Yohanes 14:2 dirumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal 

Kaitannya dengan Kidung Agung 1:8 adalah bangsa perempuan ini harus tahu bahwa ada gembala yang nanti yang harus kamu gembalakan tapi jangan sampai menjadi bangsa kambing. Itulah sebabnya anak-anak kambing dekat dengan gembala karena memang di sebelah kiri. Para gembala menunjukan pada murid-murid Kristus di mana gembala agunggnya adalah Kristus. Ikutilah jejak-jejak kawanan domba dalam Mat 25 kawanan domba mengikuti gembalanya dan yang di lakukan gembala yaitu memberi minum dan makan, memberi pakaian, tumpangan, merawat , dan hal ini juga di lakukan oleh gembala agung kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.  

Ayat 35 “ Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memeri Aku tumpangan”. Orang di beri makan supaya dia kenyang, makan dan minum itu adalah daging dan darah Kristus lalu gimana caranya kita membeeri mereka makan dagging dan minum darah Kristus yaitu dalam Roma 12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selaku memberi tumpangan dan Ibrani 6:10 berkata sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan perkerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukan terhaddap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Disini mengajarkan kita bahwa memberi makan, minum dan tumpangan ini adalah secara moralitas. secara spiritual memberi tumpangan kepada orang asing artinya kamu menjadi tempat perlindungan, kehangatan, rasa nyaman sama seperti orang yang dekat kepada Kristus di mana di dalam Kristus ada kasih penghiburan, kekuatan, sukacita damai dan lain sebagainya. Filipi 2:1 Jadi karena di dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesrah dan belas kasihan, dan inilah artinya kita memberi tumpangan kepada orang yang membutuhkan.

Ringkas ayat 35

  1. Lapar dan haus adalah tubuh dan darah Kristus yang kita perkenalkan Rom 12:13; Ibr 6:10.
  2. Memberi tumpangan berarti kamu orang yang punya kasih Fil 2:1

Ayat 36 “ Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengujungi Aku. Alegorisnya Yak 1:7 “ Ibadah yang murni ada yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengujungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh  dunia” Apa artinya Kristus memberi kita pakaian? Fungsi pakaian adalah melindungi, membawa kita tetap dalam kemuliaan, gak malu. Dulu adam dan hawa sebelum jatuh di dalam dossa mereka tidak berpakaian dan setelah itu Tuhan memberi mereka pakaian. Kristus mengajarkan kita ketika Aku telanjang kamu memberi aku pakaian ini bukan berbicara yatim piatu tetapi pakaina yang menutupi diri, melindungi seperti adam di beri pakaian oleh Allah untuk menutupi kemaluaanya supaya dia tidak malu. Memberi pakaian kepada orang adalah memberi kemuliaan supaya pada akhirnya dia memakai pakaian Kristus dengan tujuan dosanya tertutup sehingga yang Allah lihat itu adalah pakaiannya. Ketika Aku sakit kamu melawat Aku. Yesus menyembuhkan banyak orang sakit buksn hanya secara fisik tetapi secara roh ketika ia mati dan bangkit mengalahkan doa iblis dan maut. Cra kita melawat yang sakit ketika kita seorang gembala adalah memberi obat kayak seperti dokter. Jika di kaitkan di Kidung Agung 1:8 mengapa kamu di sebut paling cantik di antara perempuan? karen gembalakanlah anak-anak kambing menjadi anak domba artinya

  1. Lapar memberi makan
  2. Haus memberi minum
  3. Datang sebagai orang asing memberi tumpangan
  4. Telanjang memberi pakaian
  5. Sakit di lawat (merawat) sakit di sini adalah dosa bagaimana diri kita melakukan repetance, mengoreksi diri dan lain sebagainya.
  6. Mengunjungi waktu di penjara tipelogi figuratif (belenggu dosa) Origen berkata : penjara di sini adalah penjara jiwa yang yang bisa membebaskannya adalah Kristus dengan cara dia mati. Lalu bangkit dan ketika Dia bangkit berarti Dia telah membebaskan atau mengalahkan hades.

Ayat 37 Maka orang0orang benar itu akan menjawab Dia, katanya : Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami mmemberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi engkau minum?. Ayat 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi engkau tumpangan, atau telanjang dan kamu memberi Engkau pakaian?. Ayat 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atua dalam penjara dan kami mengujungin Engkau? Lalu Yesus menjawab Ayat 40 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukann untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Aku disini di figuratifkan sebagai saudara-Ku yang hina (kambing). Disini kita bukan diam saja tetapi harus mendatangin mereka, menyapa, menarik mereka dari dosa mereka.

Lapisan Moral / Aplikasi  :

Kita adalah wanita/perempuan umat Allah yang meneladani Kristus sampai akhir seperti dalam Matius 25 benar-benar aada di sebelah kanan Bapa.

Setelah saya belajar tentang Kitab Kidung Agung 1:8 mengingatkan saya untuk memperbanyak kasih kepada orang-orang yang tidak mampu yang duduk di pinggir jalan yang menunggu blaskasihan orang. Saya bangga pada diriku sendiri karena Tuhan menaruh di dalam hatiku rasa peduli dan berdoa buat mereka. Saya bukan orang kaya saya hanya seorang mahasiswa yang sedang berjuang dan ketika saya membagi nasi bungkus kepada mereka yang awalnya mukannya murung berakhir dengan tersenyum. Terpujilah Tuhan. Amin.

Empat lapisan/makna Kitab Suci

Eksegesis tujuannya untuk mencari, menemukan teks kitab suci sampai pada pengertian meaning atau lapisan-lapisan makna di dalam kitab suci itu.

@ Empat lapisan/makna Kitab Suci

Lapisan-lapisan di dalam kitab suci yaitu; historia, theoria, moral itu. Di dalam mencari lapisan-lapisan ini kita perlu melakukan yang namanya study eksegesis. Kitab suci  bukan hanya sekedar teks saja atau Bahasa tetapi Firman Allah yang tentu sudah diinspirasi Roh Kudus (2 Tim 3:15-17), lalu ditulis oleh para penulis Alkitab dalam bahasa manusia. Ketika kita mempelajari kitab suci kita harus bisa melihat apa yang tersurat dan yang tersirat. Yang tersurat semua orang bisa baca kalau dia mengerti bahasanya, lalu dia bisa mengerti meaning atau arti yang ditimbulkan dari teks itu, dan ini level satu.

Mengapa kitab Kidung Agung kita pelajari? supaya kita bisa melihat relasi Allah sebagai ciptaan ke pada manusia ciptaanya. Tujuan Kristus datang kedunia yaitu supaya manusia itu punya relasi dengan Allah. Tetapi karena dosa akhirnya relasi itu terputus. Lalu kemudian Yesus datang menjadi jembatannya supaya manusia itu kembali pada kebenaran dan punya relasi dengan Allah. Yang kedua adalah kalau kita mempelajari kitab Kidung Agung tujuannya secara tekhnical kita mempelajari dua bahasa; Ibrani dan septuaginta di dalam Bahasa Yunani. Jadi level satu itu kita berbicara tentang masalah teksnya literal meaningnya baru kemudian level selanjutnya level spiritual meaningnya. Ibarat seperti manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Roh atau jiwa itu ada di dalam tubuh, tubuh itu kelihatan – tampilan kita tapi roh dan jiwa itu tidak kita lihat tetapi ada di dalam diri kita atau di dalam tubuh kita. Seperti Kristus itu adalah antrophos Dia manusia sejati dan Allah sejati. John Chrysoston juga mengatakan bahwa Yesus itu theoantrophos maka natur kitab suci juga tersurat dan tersirat. Karena Kristus Allah dan manusia sekaligus. Kitab suci juga sebenarnya sama dia kelihatan dan tidak kelihatan sekaligus. Atau Origen itu memakai istilah dia katakan, “yang kelihatan itu adalah teksnya atau tubuh kita dan yang tidak kelitahan itu adalah jiwa atau roh kita yang ada di dalam tubuh kita atau secara spiritual.” Origen itu membagi kitab suci itu dalam tiga lapisan, yaitu;

  1. literal
  2. moral
  3. spiritual

Jadi kalau tubuh itu adalah teksnya, lalu jiwa itu adalah moralnya. Clement dari Aleksandria, John cassean itu mengatakan ada 4, yang keempat itu adalah anagogic atau eskateologikal. Artinya ketika manusia menghampiri kitab suci pertama dengan level satu atau lapisan satu yaitu literalnya atau disebut sebagai historia makna literal atau makna historisnya. Seperti yang dikatakan tadi di level satu itu adalah tubuh, nah maka kalau tubuh maka bisa dibedah dianatomi.

Waktu mempelajari Yunani, mempelajari Ibrani yang namanya syintatik form, syintatik form itu seperti tubuh ini dianatomi matanya atau kepalanya itu diuraikan anggota tubunya juga yang mana kaki tangan itu harus tahu dan pada posisi yang tepat, jangan tangan ditaruh dikaki kaki taruh ditangan mata ditaruh dilutut lutut taruh dimata karena itu  kacau balau. Kitab suci yang kita percaya adalah Firman Allah. Kalau kitab suci itu adalah Firman Allah berarti dia dalam 2 Tim 3:15-17 dia bukan hanya sekedar teks sejarah yang ada ditulis oleh orang-orang yang pernah hidup di dalam satu konteks historis tertentu misalnya kalau kitab PL konteks historisnya yaitu bangsa Israel kalau PB konteks historisnya gereja mula-mula. Bukan hanya itu tetapi teksnya itu diberikan supaya orang menuntun itu kepada Kristus dan keselamatan, supaya pada akhirnya manusia itu menjadi serupa dengan Kristus mencapai kekudusan hidup punya relasi yang kekal dengan Allah. Itulah tujuan akhir manusia. Jadi ini diberikan kepada manusia itu bukan hanya sekedar pintar baca mengeksegesis saja kalau itu hanya level satu berarti.

Tadros Y. Malaty menegaskan pandangan Clement of Aleksandria, “kitab suci yang tersembunyi tetapi kita menemukan lewat kata-kata keselamatan the words salvation”. Dalam 2 Tim 3:15-17 dimana disitu dikatakan, “sejak kecil kamu sudan mengenal dan membaca kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu. Berarti memperoleh pengetahuan hikmat itu berarti ini sudah masuk ke level dua. Mengenal tahu kitab suci itu level satu, sehingga Timotius itu diberi hikmat, hikmat itu berarti spiritualnya atau pengetahuan rohnya yang ada di dalam kitab suci itu level dua. Terus menuntun engkau kepada keselamatan kepada iman kepada Kristus Yesus.” Ini diberi hikmat akhirnya dia ketemu Kristusnya level tiga. Dan pada akhirnya keselamatan – level empat. Jadi bertemu dengan Kristus dan diselamatkan. Kalau hanya ketemu Kristus tetapi tidak diselamatkan percuma. Begitu juga kita mempelajari kitab suci ini kita harus seperti Timotius ini sejak kecil. Mungkin ada yang dari sejak kecil atau ada yang sejak sekarang sekedar pemahaman kita bisa baca, eksegesis nanti kita sudah belajar Bahasa aslinya maka sekarang tinggal latihan.

Dan ini bukan hanya sekarang tetapi kedepannya pun kalau setelah melalui pelajaran seperti ini kita sudah diberi bekal atau metode bagaimana membaca atau mempelajari sendiri kitab suci atau menggali makna teks dalam kitab suci ini. Dalam mempelajari dikelas mungkin sangat terbatas apalagi empat level ini terus terang kalau kita hanya merasa bisa linguistiknya atau Bahasa aslinya lalu kita merasa itu sudah perfect tentu tidak! Itu baru hanya pada level satu. Terus belajar Church Fathers sangat dalam, harus menuntu kita pada keselamatan itu.

Jadi, tidak hanya sekedar mengenal, kita tidak hanya mempelajari kitab suci itu supaya Kitab suci itu diberikan kepada kita supaya orang itu kenal Kristus makin dalam sehingga mendapatkan keselamatan (salvation). Keselamatan itu artinya apa? Kamu diubah serupa dengan Kristus. Supaya kamu bisa hidup kekal punya relasi yang kekal dengan Allah itu pada akhirnya. Inilah yang harus kita pelajari dan perkenalkan kepada orang lain. Lewat studi eksegesis atau studi yang bisa kita pertanggungjawabkan secara akademis. Tetapi sekali lagi bukan hanya sekedar tahu secara akademis, mengenal secara akademis. Harus secara nepsis bahwa menuntun kita pada Kristus. Berarti orang yang mempelajari kitab suci makin hari harus semakin serupa dengan Kristus. Hidupnya makin hari makin serupa dengan Kristus mencapai kekudusan hidup. Oleh sebab itu karena mau mencapai itu maka kitab suci itu tidak boleh hanya dibaca sampai level satu tapi harus sampai pada level empat. pembacaan kitab suci haruslah menuntun kita pada keselamatan di dalam Kristus dan mendatangkan kesalehan dan kebajikan 2 Tim 3:17.”

Clement, John Kasean itu membagi ada empat level dalam mempelajari kitab suci;

  1. Historia (makna literal dan historia/sejarah; sarkic)
  2. Theoria (makna spiritual; noetic mystical)
  3. Moral (ketaatan, psychic; good works)
  4. Anagogic/eskatological

Waktu kamu membaca kitab suci itu kamu punya kegelisahan kata Rasul Paulus (2 Tim 3:16). Ini berarti untuk relasi kita dengan sesama. Menyatakan kesalahan, memperbaiki kesalahan, lalu mendidik kita dalam kebenaran. Kita harus sampai disitu itulah level tiga itulah yang disebut moral. Lalu level empat, level empat itu adalah anagogic, eskatologikal. Anagogic atau eskatologikal itu berarti kamu semakin serupa dengan Kristus atau istilah kamu mencapai yang namanya kekudusan. Kekudusan yang sesungguhnya. Kita akan melihat lapisan pertama itu sering disebut dengan apa yang namanya istilah historia, sarkic/literal and historical meaning. 

Lapisan-lapisan itu bukan berarti ada empat makna yang berbeda-beda, penting kita catat bahwa pembelajaran tiga atau empat lapisan ini bukan berarti selalu ada tiga empat makna yang berlainan dalam satu teks tapi ada empat lapisan atau dimensi yang mengarahkan makna yang semakin mendalam. Mendalamnya itu dapa akhirnya membuat kamu serupa dengan Kristus mencapai keselamatan itu. Itulah endingnya. Jadi kita harus punya saktu konsep atau pemahaman bahwa kita belajar kitab suci mengenal kitab suci itu seperti Timotius itu menuntun dia kepada keselamatan. Berarti dia punya hikmat dia punya Kristus itulah level berikutnya baru pada akhirnya kamu diselamatkan dan serupa dengan Kristus.

Tetapi untuk mengenal kitan suci itu mau tidak mau seperti dikatakan Origen, “orang biasa saja baca kitab suci bisa langsung mengerti karena ada teksnya disitu“ berarti kita harus kenal teksnya tetapi dia mengatakan level yang kedua adalah orang-orang yang terpelajar, artinya orang-orang terpelajar itu baca teks kitab suci itu dia gelisah dia akan mencoba menemukan jiwanya siapa aku, dimana aku, kenapa aku ada disini, apa yang musti kerjakan, kenapa teks itu ngomong seperti itu, apa aplikasinya untuk aku. Itulah level dua.

Latar belakang sejarah kitab Kidung Agung

Kitab Kidung Agung ditulis oleh Salomo pada abad 10 SM (965-990) M  tema-tema utamanya adalah kasih antara suami dan istri. Dan tentu ini di dalam tradisi Yahudi, ini berarti untuk merayakan kasih manusia di dalam pernikahan atau perkawinan. Tema ini sebetulnya adalah satu simbolik, satu alegorikal berarti istilah itu berarti kita sudah masuk ke level dua. Ini adalah simbolik atau metaphor dari kasih Allah kepada manusia dan kalau kita Tarik lebih jauh lagi jika di baca orang kristen ini adalah hubungan Kristus dan gereja-Nya. Dia sebagai mempelai laki-laki dan gereja-Nya adalah mempelai perempuannya. Latar belakan sejarahnya ini adalah satu kitab puisi yang merupakan tipikal dari kitab puisi Timur Tengah. Ini kita bisa lihat sama seperti kitab Amsal itu juga. Itu baground kalau kita pelajari latar belakang historisnya kira-kira seperti itu. Kita harus tahu misalnya nanti kita kalau kita belajar Kidung Agung 1 latar belakang historisnya apa? Kita sudah tahu ini hubungan antara kasih antara suami dan istri yang ditulis oleh Salomo. Ini adalah level yang pertama.

Dan lapisan atau level yang kedua ini adalah theoria/noetic/spiritual/mystical/meaning. Kristus dan gereja-Nya adalah spiritual meaning yang tersembunyi di balik teks itu. Ada spiritual meaning yang tersembunyi, artinya kitab suci yang kita baca sebagai orang percaya ini adalah satu foreshadowing of Christ. Seperti Timotius tadi membaca kitab suci lalu menuntun dia kepada Kristus. PL menuntu orang kepada Kristus berarti ada satu level yang lain bukan hanya sekedar teksnya saja, tetapi ada foreshadowing of Christ disitu. Lalu waktu kita membaca kitab suci itu bahwa seperti dalam 2 Kor. 3:15-16 penghalang-penghalang kita datang kepada Kristus itu dibuka pada akhirnya.

Apa yang dimaksud dengan historia? Misalnya kalau di dalam PL digambarkan suami-istri dan kalau di dalam PB selalu mengambarkan Kristus dan gereja-Nya. Ini menunjukkan bahwa dalam mempelajari kitab suci itu kita punya yang namanya spiritual vision sehingga dalam membaca teks bukan hanya mata jasmani saja tetapi juga ada mata rohani yang bisa menembus dibalik teks itu.

Theoria. artinya kita bisa dinyatakan kepada Kristus di dalam kitab suci dan akhirnya theoria itu bisa membuat kita bisa the hidden meaning of the text. Ini yang perlu kita pelajari bagaimana kita baca teks kitab suci kita menemukan the hidden meaning of the text. Itu theoria berarti kita harus punya the spiritual vision. Satu spiritual vision itu artinya kita punya the hidden meaning of the text, itulah yang dimaksud dengan theoria.

Di dalam theoria artinya bagaimana spiritual vision, tadi level satu kita punya literal vision. Spiritual vision itu berarti kita mengunakan satu metode yang namanya tipologi atau alegori. Apa artinya alegori, apa artinya tipologi? Alegori dari kata Yunani “alegoria” atau alegoreo kata kerjanya. Seperti Kristus mengajar perumpamaan, itulah alegori, narative alegori. Misalnya ada orang yang membangun rumah diatas batu tapi ada juga orang yang membangun rumah diatas pasir. Lalu Tuhan Yesus ngomong, “orang yang membangun rumah diatas batu itu adalah orang yang bijaksana. Orang yang membangun rumah diatas pasir adalah orang bodoh.” Lalu Dia jelaskan kenapa kok bijaksana dan bodoh, orang yang membangun rumah diatas batu rumahnya tetap kokoh berdiri walaupun diterjang krisis; badai banjirlah, angin topanlah, hujan. Itulah orang yang bangun rumah diatas batu. Tapi sebaliknya orang yang bangun rumah diatas pasir itu adalah orang yang bodoh sebab usaha pekerjaannya akan sia-sia karena rumahnya akan rubuh ketika datang badai dan banjir. Itukan naRrative cerita, cerita orang yang bangun rumah tapi ada alegorisnya, apa itu? Ada sesuatu yang mau dikatakan Tuhan Yesus.

Jadi alegoris itu keniscayaan dalam kitab suci. Kristus saja pakai alegorikal Dia mengajar dengan pakai alegorikal, kenapa? Supaya gampang dimengerti oleh orang. seperti ketika menjelaskan Alkitab di mana di situ yang di pakai adalah figuratif alegoris. Figur itu punya tubuh jiwa dan roh.

Contoh naratif alegoris Matius 7:24-27 orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus sedangkan orang bodoh adalah orang yang mendengar firman-Ku dan tidak melakukannya.

Apilikasi

Batapa pentingnya saya belajar Eksegesi Kitab Suci PB dan PL karena ini membantu saya untuk mencari kebenaran di dalam Alkitab agar saya ti dak ngawur dalam menyampaikan Firman Tuhan.

Orthodoxy and Heterodoxy Part I : Doctrine Matters

Nama : Ribala Erniwati Gulo

M. K. : Orthodoxy dan Heterodoxy

Semester : 7 (tujuh)

Dosen : Hendi Wijaya S.S

Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah yaitu Adam dan Hawa dan keturunannya. Gambar dan rupa Allah berinkarnasi menjadi manusia dan di beri nama Yesus Kristus.  Dengan manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang adalah Yesus Kristus maka manusia harus meneladani hidup-Nya sebab Yesus manusia yang sempurna. Keselamatan bagi orang kristen berbeda dengan keselamatan bagi agama budha dimana keselamatan bagi mereka akan menjadi nirwana  namun orang yang sudah di babtis mengatakan dia akan masuk surga. Sedangkan keselamatan bagi ajaran Orthodox adalah manusia mengalami theosis

 Pertanyaanya adalah yang mana yang kita percayai? yang di ajarkan oleh manusia atau manusia yang turun dari surga?.

Kebenaran yang di cari oleh manusia telah turun menjadi sama dengan manusia, kebenaran ini ada yang disampaikan secara umum dan ada juga yang disampaikan secara khusus. Manusia terus mencari yang diatas (incomplete) namun yang di cari telah turun (complete). Seandainya manusia bisa mencari Yesus dengan Complete maka Yesus tidak perlu datang ke dunia.

apakah keselamatan hidup manusia juga relative? Mengapa manusia perlu belajar doktrin? 1 Yoh 4:1-3  Artinya banyak ajaran sesat dan nabi-nabi palsu yang akan menyesatkan umat manusia sehingga manusia mengikuti jalan mereka yang tidak benar. Tetapi orang yang sudah percaya kepada  Allah tidak menerima ajaran nabi palsu atau ajaran sesat karna mengaku Yesus yang adalah Kristus dan pribadi yang bisa di lihat dalam 1 Yoh 5:1; 1 Yoh 2. Mengapa doktrin sangat penting? karena dotrin bukanlah sebuah teori  atau konsep tetapi gambar dan rupa Allah yang menjadi manusia yaitu menjadi pribadi bisa di lihat dalam Kolose 3:15; Yoh 1:14. Yesus Kristus adalah kebenaran atau doktrin Yoh 14:6

Mengapa Yesus yang harus di cari dan bukan yang lain? Sebab Dia adalah gambar dan rupa Allah yang yang di cari oleh manusia dan oleh Dia  Allah yang tak dapat di lihat di nyatakan bisa di lihat dalam Yoh 1:18. Ketika kita salah memahami siapa Yesus Kristus berarti kita salah memahami siapa Allah dan pada akhirnya kita akan binasa.

Kristus adalah jawaban sebab Dialah yang menyatakan Allah kepada manusia (Yohanes 1:18).

Mengenal Yesus seperti yang dikatakan oleh Kitab suci artinya mengenal Yesus sebagai pribadi dan ajaran-Nya. Percaya pada ajaran Yesus artinya percaya bahwa hanya Yesus yang mampu memberikan jalan, kebenaran dan hidup seperti yang dikatakan oleh Rasul Yohanes dalam Yohanes 14:6. Firman Allah yang telah menjadi manusia ialah satu-satunya tujuan hidup manusia (1Yoh 1:3). Firman Allah,  baik itu yang tersirat mau yang tersurat adalah menentukan masa depan hidup manusia.

Dalam buku ada beberapa pengertian yang harus di ketahui seperti: Orthodox ialah ajaran yang benar. Heterodoksi ialah  “Ajaran lain/menyimpang”. Dogma  ialah ajaran Gereja yang tidak dapat diubah dan tidak dapat dinegosiasikan contohnya siapa yang bisa mengubah kitab suci.  dan Doktrin  ialah bagaimana dogma itu diajarkan baik secaara tulisan maupun lisan. Teologi  ialah efleksi tentang dogma dan doktrin Gereja. Tradisi  adalah meneruskan. Heresi memilih terpisah dari orthodox, Herotik mengikuti heresi atau heterodoxy. Aspotasi meninggalkan gereja artinya murtad.

Kekristenan awal muncul dari tradisi Yahudi, mengapa Yahudi sebab Yahudi berasal dari 1 suku bangsa Israel, Abraham dari Israel, Israel akhirnya kembali kepada Adam dan Hawa, Adam dan Hawa berasal dari Allah, itulah kekristenan berasal. Dari tradisi Yehuda atau Israel ini yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan seorang yang menjadi juruselamat. 3 abad pertama kekristenan terdiri 5 pusat kekristenan yaitu di Yerusalem, Antiokhia, Roma, Alexandria dan konstatinopel, Patriakhnya masih ada sampai sekarang, semuanya punya tradisi yang sama yaitu yang dari para Rasul. Dalam perkembangannya ke 5 pusat kekristenan itu memiliki dogma yang sama tetapi mulai muncul ajaran-ajaran yang heresi itu. Di abad 4 sekitar tahun 367 Alkitab di tetapkan atau di canonkan, distandarkan berarti ada kitab yang tidak masuk. Lalu di abad 11 gereja yang 5 pusat kekristenan tadi, memisahkan diri dari Roma. di abad 1517 muncullah seorang rahib dari katolik dari orthodox agustania yaitu Martin Luther  Menyatakan reformasi terhadap gerejanya. Gereja katholik direformasi oleh Martin Luther akhirnya memisahkan diri dari Roma akhirnya jadi Kristen Protestan (gereja protestan reformation) pada tahun 1517. Reformassi Protestan meniliki perpecahan sampai puluhan ribu alirannya.

Ajaran Orthodox

  1. Percaya Allah Tritunggal.Menolak Allah Tritunggal berarti sudah jadi heresi. Yoh 1:1, di sini ada relasi antara firman dan Allah. 1 dalam hakikat dan 3 pribadi. Esensinya sama, Firman adalah Allah,

 Allah Bapa adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. Ini bukan berarti 3 Allah tapi 1 Allah. Sumber dari Esensi atau keilahiannya adalah Allah Bapa. Allah itu in essence absolut transendent dan tidak bisa di ketahui tetapi Dia immanen dikenal, diketahui di dalam Energi-Nya. Anugerah adalah bukan sesuatu yang keluar dari Allah tetapi Energi Allah itu sendiri.

Yesus Kristus adalah Anak Allah, pribadi kedua dari Allah Tritunggal itu. Yesus Kristus adalah benar-benar Allah, Anak Allah yang dikandung sebelum ada segala sesuatu atau dari kekal sampai kekekalan. Yesus Kristus adalah sepenuhnya atau benar-benar manusia, Firman itu masuk dalam waktu yang 1 esensi dengan manusia dan 1 esensi juga dengan Allah. Yesus itu adalah Mesias yang dinubuatkan. Kita mengenal Kristus itu karena keselamatan, keselamatan ini adalah Theosis (menjadi serupa dengan Kristus).

  1. Percaya Allah yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi.
  2. Allah itu tidak tercipta, bukan teori, dan konsep

Ajaran Heterodoxy atau Heresi

  1. 1 Yoh 2:18 ini muncul duri dalam daging dimana ini muncul di dalam kekristenan itu sendiri. 2 Yoh 1:7 sipenyesat dan antikristus. 2 Tes 2:3 janganlah dirimu di sesatkan oleh mereka manusia durhaka yaitu antikristus. 1 Yoh 4:2 pada zaman itu sudah ada yang mengaku bahwa Yesus bukanlah kristus. Mat 16:13-14 , pada Yesus hadir pun banyak orang yang tidak mengenal Dia, lalu setelah pentakosta baru para Murid mengerti dan mengenal Dia sebagai Mesias. 1 Yoh 4:1, munculnya nabi-nabi palsu untuk memberitahukan ajaran-ajaran sesat mereka yang bertentangan dengan ajaran Orthodoxy. 2 Petrus 2:1, 1 Kor 12:10, Mat 7:15  1 Tesalonika 5:21
  2. Menurut Panarion, ajaran Babarian/babarizam, ajaran yang sudah dari Adam sampai Nuh. Babarian/babarizam artinya tidak ada hukum. Manusia bisa menentukan hukumnya masing-masing, tidak ada hukum Allah.
  3. Paham Sitianisem sejak nabi Nuh banjir sampai generasi menara Babel. Ini adalah orang-orang yang membangun satu menara, namun yang mereka lakukan adalah yang tidak menyenangkan Allah atau menandingi Allah. Lalu Allah membagi mereka 72

Sitianisem memuliahkan dirinya sendiri seperti  Allah.

  1. Pahan Hellenism, berkembang setelah menara Babel di hancurkan oleh Allah. Hellenism adalah penyembahan berhala seperti di mesir, babylonia
  2. Yudaisme adalah kaum Abraham yang di turunkan kepada keturunanya mulai dari musa sampai Yesus kristus. Kekristenan berasal dari Yudaisme.Di dalam Yudaisme ada aliran alhi-ahli taurat, rabi-rabi, saduki, farisi dan lain-lain ini ada di dalam injil berarti dari awal mereka menetang kekristenan.

Aliran Sesat yang paling mematikan gereja adalah Arius, Netorias, dan Sabellius..

  • Angloisralisme penyesatnya adalah Ricar brother sekitar abad ke 18 dia berkata berkulit putih adalah keturunan bangsa Israel
  • Antinomianisme artinya melawan hukum, paham ini muncul menyatakan bahwa setelah menerima Kristus manusia ada dibawah Kasih karunia, tidak lagi diikat oleh hukum Allah
  • Pantasiastae dari uskup Haliarkanasus atau dari Julian, paham ini menyatakan bahwa tubuh Kristus tidak dapat mati sejak dari semula.
  • Apokatastasis paham stoik
  • Orang-orang Stoit, mengajarkan bahwa tidak ada reinkarnasi.
  • Apolinarisme, seorang uskup mengajarkan bahwa Yesus Kristus hanya memiliki 1 natur yaitu natur Ilahi. Ini menolak bahwa Yesus manusia yang sempurna
  • Arianisme bernama Arius  yang diajarkan oleh Arius, mengatakan bahwa Putra Allah (Yesus) bukan ada dari kekal bersama Bapa, melainkan Dia adalah makhluk ciptaan yang diciptakan oleh Allah dengan tujuan menciptakan dunia.
  •  Nestorian, mengajarkan bahwa Yesus memiliki 2 pribadi yaitu manusia dan ilahi. Dia seperti manusia biasa yang kerasukan Roh Allah.
  • Paham donatisme, mengajarkan bahwa orang yang sudah murtad tidak bisa kembali lagi.
  • orang ebionit memelihara kitab taurat secara literal dan menolak rasul Paulus karena bertentangan dengan hukum taurat
  • paham eutikes atau monofisit muncul di abad ke lima dia berkata Yesus hanya ada 1 natur dan natur ilahi di telan oleh natur manusainya di telan oleh natur ilahinya
  • Paham Eptisme yang mengajarkan bahwa Esensi dari Tritunggal dapat dipahami oleh indra manusia.
  •  Gnostik, percaya bahwa ada 1 pengetahuan nanti yang bisa menyelamatkan dia, dia menganggap bahwa yang menyelamatkan dia bukan pribadi Yesus tetapi pengetahuan yang ia percayai. Allah Perjanjian Lama itu Allah yang kejam dan jahat tetapi Allah Perjanjian Baru itu adalah Allah yang baik dan penuh kasih
  • Montanisme, memanifestasikan energi Allah.
  • mormon yang di ajarkan josep sleep mereka percaya bahwa Allah tritunggal itu adalah Allah yang benar-benar terpisah dan mengajarkan praktek poligami.
  • Origenisme mengajarkan bahwa semua manusia akan diselamatkan. Kita tidak percaya itu sebab pada akhirat nanti pasti ada yang dibinasakan
  • Manigeisme, tentang paham Gnostik juga
  • Makedoniabertentangan dengan Allah tritunggal
  • Novantianisme, mengajarkan bahwa orang yang sudah jatuh dalam dosa tidak ada lagi ruang pertobatan kepada mereka
  • Arianisme, mengatakan bahwa Kristus diciptakan.

Dan banyak paham lain lagi yang bertentangan dengan ajaran Orthodoxy itulah semua Heterodoxy atau Heresi.

Discretion

Nama : Ribala Erniwati Gulo

M.K : Spiritual of Desert Father (Part V)

Dosen : Hendi Wijaya S.S

Discretion/diakrisis adalah memilah-milah atau memimbang, menilai apa yang baik dan yang jahat atau apa benar dan yang buruk. Ini merupakan satu virtue/kebajikan, atau di dalam Alkitab yaitu karunia rohani yang di berikan kepada orang percaya.

@ Pengertian diakrisis oleh desert father dan kata kitab suci

Abba poemen berkata : selalu berperhatian terhadap jiwa kita dan memperhatikan diri kia dan diakrisis ini adalah tiga kebajikan yang merupakan alat kerja jiwa kita. Oleh sebab itu selain nepsis berjaga-jaga mewaspadai segala pikiran kita lalu bagaimana kita mempunya diakrisis mengevaluasi atau membedakan apa yang baik dan yang jahat, mana hikmat dan pikiran jahat.  Didalam batin/jiwa/hati kita sendiri diri kita tertaman dua hukum yang berbeda yaitu

  1. Hukum roh adalah hukum yang berasal dari ajaran roh kudus itu sendiri misalnya : membaca firman Tuhan, merenungkan, melakukannya, menaatinya dan itu semua menjadi satu catatan yang di sebut hukum roh. Dan ini memang di dalam hati. Hati sering di ibaratkan alam bawa sadar, tempat satu wadah di mana seluruh pengalaman manusia baik yang jahat maupun yang baik. Hal-hal yang baik di sebut sebagai hukum roh atau hukum batinia di dalam hati. Orang yang belum percaya namanya yaitu hati nurani di mana hati nurani ini adalah pancara/manisfestasi dari gambar dan rupa Allah di mana manusia di ciptakan. Hati nurani kini telah rusak karena manusia jatuh ke dalam dosa, setelah manusia jatuh dalam dosa muncullah hukum yang ke 2 yaitu
  2. Hukum daging/hukum dosa adalah hukum yang bertentangan dengan Allah. Pada awalnya hukum daging adalah hukum yang netral pada dasarnya tetapi karena ada dosa hal yang netral itu akhirnya disalah gunakan menjadi hal yang bertentangan dengan Allah itulah sebabnya disebut dengan hukum dosa hal ini bisa kita lihat dalam Gal 5 dan Rom 7 di mana di situ menjelaskan tentang hukum roh dan hukum daging. Tetapi di dalam Roma 7 itu ada yang di sebut hukum akal budi sebagain nous atau hukum itu sendiri. Di dalam hukum akal budi ini di sini akan di disceretion memilah mana logismoi yang baik dan yang tidak.

Di dalamm sekology nous itu sering di sebut sebagai ego (bisa memilih), super ego (nilai-nilai moral yang baik) atau It (cenderung memuaskan keinginan daging). Contohnya makan itu hal yang netral tetapi klau berlebihan akan menghasilkan dosa dalam Roma 8. Itulah sebabnya kita memiliki nous untuk mengajarkan yang namanya disceretion sehingga nous ini memilih yang tepat. Cara untuk menghasilkan nous yang baik adalah kita harus memiliki kerendahan hati, pertobatan, dan bagaimana kita menghasilkan sebuah disceretion? cara kita menghasilkan sebuah disceretion adalah ketika kita bisa melatih nous ini di dalam ketenangan jiwa (silence)/hesychia.

Kita terkadang salah untuk memilih atau merugikan diri kita sendiri ketika kita tergesah-gesah mengambil  yang namanya keputusan. Hal ini bisa terjadi karena di dalam hati kita ada yang namanya hati nurani tetapi di sisi lain hati nurani tidak cukup di mana ia harus bertumbuh menjadi sebuah hukum roh di mana nous yang berperang penting di dalamnya. Dalam Ibrani 5:14 “ tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat”.  Membedakan yang baik dan yang jahat itulah disceretion yang harus kita miliki supaya kita membedakan yang baik dan yang jahat.

Orang yang bisa melakukan discretion adalah orang yang spiritualnya sudah bertumbuh dan bisa memilah, memilih sehingga pada akhirnya dia bisa menggunakan panca inderanya dengan benar. Untuk melihat, mendengar, berbicara, merasakan dalam keadaan benar sesuai dengan kehendak Allah. Jika tubuh tumbuh semakin dewasa maka Tuhan sedang memperlengkapi kita misalnya ketika kita kecil kita tidak bisa membedakan apa ini bahaya apa bukan mungkin kita masih memegang benda-benda seperti pisau, atau berdiri dekat sumur dan lain sebagainya hal ini bisa terjadi karena pancaindera kita belum terlatih. Makanan keras adalah kita masih bisa terlatih untuk menolak yang jahat dan melakukan yang baik itulah yang di sebut dengan disceretion.

Dalam Mat 6:22-23 jika matamu baik/nousmu baik, bagaimana cara menghasilkan nous yang baik yaitu melalui proses discretion, nepsis, silence, hesychia, humility, repetance and prayer.

@ Discretion of philokalia :

Discretion adalah satu karunia dari hikmat khusus Allah yang memampukan kita membedakan roh yang baik dan yang jahat, kebenaran dan kepalsuan/dusta, karena roh-roh jahat selalu menyamar diri mereka dengan menampakkan diri sebagai malaikat-malaikat terang 2 Kor 11:14-15. Rasul Yohanes memerintahkan kita untuk menguji setiap roh bagi melihat kalau-kalau itu dari Allah 1 Yoh 4:1-3. Jadi jika kita salah memilih maka hidup lita keliru.  Istatilah membeda-bedakan roh  dapat kita lihat dalam 1 Kor 12:10 di mana Rasul Paulus mendaftar membeda-bedakan roh-roh sebagai salah satu dari karunia Roh kudus di mana disceretion itu adalah kerja dari roh kita dan berkerja di dalam batin/nous dan hanya roh kudus yang bisa mnolong kita untuk memiliki disceretion.

membeda-bedakan mempunyai konotasi”memilah-milah”, mengadakan perbedaan”, “menghakimi/menguji.” Ini sering disebut sebagai telinga ke-3 atau mata ke-3.

 Untuk dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan, kita memerlukan karunia pembeda-bedaan ini yang adalah salah satu dari kharisma Roh Kudus dan yang tinggal dalam Gereja. Hal ini khususnya benar didalam masyarakat sekuler masa kini, yang telah menurunkan kebenaran Allah dari tahtanya dan masing-masing orang dihimbau untuk mengarang/menemukan kebenarannya sendiri.”Diakrisis”, atau pembeda-bedaan disebut sebagai “ratu dari segala kebajikan” oleh Sophoronius dari Yerusalem.

Yohanes Kassianus menyebutnya sebagai “induk, penjaga, dan pembimbing dari pada semua kebajikan”. Tradisi monastik/kehidupan pertapaan dari Gereja telah selalu mengenali perlunya karunia pembeda-bedaan ini, yang untuknya Gereja selalu berdoa. Para Bapa-bapa rohani dipadang gurun semuanya sadar akan kecenderungan kita untuk menipu diri sendiri dan untuk mengikuti keinginan-keinginan kita sendiri sebagai ganti kehendak Allah.

Namun demikian pembeda-bedaan ini harus didasarkan pada kriteria-kriteria atau garis bimbingan-garis bimbingan tertentu. Garis bimbingan semacam itu ada dalam Gereja. Inilah beberapa diantaranya “SUARA HATI NURANI (Roma 2:14-15) adalah salah satu dari garis bimbingan semacam itu. Js. Yohanes krisostomos menulis, “bukalah pintu-pintu dari suara hati nuranimu dan lihatlah hakim itu duduk dipikiranmu.”

ALKITAB, adalah garis bimbingan yang lain yang membentangkan dihadapan kita kehendak dan kebenaran Allah yang diwahyukan secara ilahi. Garis bimbingan yang lain untuk menolong kita membedakan kebenaran adalah Aturan-Aturan ETIKA\MORAL/AHLAK dari Gereja.

Romo Stanley Harakas menulis,”Aturan-aturan etika/moral/ahlak adalah hikmat yang terakumulasi dari Gereja”. Itu berfungsi untuk melayani kita bagi menyelamatkan untuk terus menerus menghabiskan waktu dan tenaga didalam memutuskan secara baru dalam setiap situasi.”

Masih ada sumber yang sangat baik yang lain yang akan menolong kita dari kepalsuan/dusta adalah bapa rohani kita.

Js. Markus Sang Asketis misalnya mendorong anak rohaninya, Nikholas, untuk: “Melakukan usaha bergaul dengan, serta berada dengan, dan dibawah bimbingan dari bapa-bapa rohani yang berpengalaman, karena adalah berbahaya hidup sendiri, pada dirinya sendiri, tanpa bimbingan atau dengan orang-orang yang tidak berpengalaman didalam peperangan rohani…karena tipu muslihat dan kelicikan dari sijahat itu sangat besar”

 Garis bimbingan yang lain untuk menolong kita membedakan kebenaran adalah doa.”Pembedabedaan roh” adalah suatu karunia dari Roh Suci yang dikaruniakan kepada kita oleh doa. Ini mendorong kita untuk hidup didalam sikap berdoa terus menerus agar mempertahankan keterbukaan yang selalu hadir bagi bimbingan Roh Kudus. Allah telah berjanji untuk memberikan kita Roh Kudus untuk membimbing kita kedalam segala kebenaran (Yohanes 16:13).

Dengan demikian karunia membeda-bedakan yang memampukan kita untuk memilah-milah kebenaran dari kepalsuan/dusta, apa yang dari Roh Kudus dan apa yang dari roh-roh najis, menyatakan dirinya sebagai:

1. SUARA HATI NURANI, suara Allah didalam kita yang memuji kita kalau kita melakukan yang benar dan menghardik kita kalau kita melakukan yang salah (Roma 2:14-15).

2. ALKITAB yang adalah”pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”(Mazmur 119:1-5).

3. ATURAN-ATURAN ETIKA/MORAL/AHLAK Gereja yang merupakan hikmat dari Roh Kudus yang terakumulasi yang berdiam didalam Gereja sepanjang segala abad

4. BAPA ROHANI KITA, yang menghadirkan Roh Allah dan yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat

5. DOA yang mengundang Roh Kudus untuk datang dan untuk memasang kemah-Nya didalam kita. dengan demikian karunia pembeda-bedaan dapat disebut secara paling baik sebagai pembedabedaan yang penuh doa.

6. KEMURNIAN HATI, yang membersihkan mata dari jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat Allah dan kehendakNya yang kudus.”Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah”, demikian kata Yesus (Matius 5:8″). Dosa mengaburkan penglihatan kita akan Allah dan akan kebenaran.

Js. Gregorius dari Nyssa mengatakan, “setiap hawa nafsu mengandung didalamnya benih kematian karena itu menumpulkan roh pembeda-bedaan.” Supaya pembeda-bedaan yang berdaya guna terjadi, hati harus dipelihara didalam suatu status yang dimurnikan melalui pertobatan sehari-hari. Para Bapa dari Philokalia menganggap pembeda-bedaan sebagai mata atau lampu dari jiwa yang menunutun pada jalan Theosis (penyatuan atau panunggalan dengan Allah).

@ Perkataan desert farher tentang discretion

  1. Abba Poemen 60 : kemiskinan these are the working tools of the monastic life ada tiga orang yaitu Nuh (tidak terjebah pada kekayaan), Ayub (menderita dengan penuh kesabaran) dan Daniel (penuh dengan hikmat). Jika ketiga ini ada di dalam diri kita maka Allah ada di dalam diri kita.
  2. Seorang Eleder berkata : kehidupn para biarawa adalah berkerja, taat, meditasi, tidak menghakimi, tidak membidik dari belakang, tidak mengerutuk, sebab itu tertulis kamu yang mengasihi Allah akan membenci hal-hal yang jahat. Kehidupan seorang biarawan tidak melakukan hal-hal yang tidak adil, atau melihat hal-hal yang jahat, menjadi orang yang sok sibuk, tidak suka menghakimi/gosip, tidak sombong dan bertindak sembarangan tetapi penuh dengan discretion.
  3. Abba Anthony berkata bahwa : walaupun ia melatih tubuhnya sedemikian rupa tetapi dia masih jauh dari Allah sebab dia tidak memiliki discretion.
  4. Ada beberapa saudara-saudara yang datang kepada Anthony bercerita kepadanya tentang penglihatan-penglihatan yang mereka lihat lalu mereka bertanya kepada Abba Anthony : apakah penglihatan itu dari iblis?, di mana mereka melihat seekor keledai tetapi mati di tengah jalan jawab Anthony saya tau, tanya mereka mengapa kamu bisa tau Abba? jawab Anthony iblis yang menunjukan kepadakku. Jika kita punya discretion yang baik maka kita bisa membedakan apa itu berasal dari si jahat atau dari Allah.
  5. Anthony 13 berkata : ambillah panah itu dan panalah dan tarik dengan keras maka kata Elder itu jika saya menarik dengan keras maka panahku akan patah. Nah, dari situ kita mesti tahu kapan kita menarik orang, menegur orang dan semuannya itu di perlukan yang namanya discretion.
  6. Seorang elder berkata kepada Anthony : Pray for me, lalu Anthony menjawab bukan aku maupun Allah berbelas kasihan kepadamu selain dirimu sendiri.

Discretion adalah sebuah karunia spiritual yang memungkinkan seseorang untuk membedakan antara jenis-jenis pikiran yang masuk ke dalam pikirannya , untuk menilai mereka secara akurat dan untuk memperlakukanm ereka sesuai dengan itu. Melalui karunia ini seseorang dapat membedakan roh yaitu kemampuan untuk membedakan antara pikiran dan penglihatan yang di ilhami oleh Allah dan saran atau fantasi yang datang dari iblis. ini semacam mata atau lenteran jiwa dengan manusia menemukan jalannya di sepanjang jalan spiritual tanpa jatuh ke ekstrim sehingga termasuk kecapaian kebijaksanaan.

@ Propotion and Measure ( posisi atau ukuran )

Begitu penting kita melatih Discretion ini supaya kita bisa membedakan disiplin spiritual yang saleh dari kerajaan dari yang tirani dan iblis. Tanpa kita menyadari kesalahan kita dan mengetaui pontesi kita yang di berikan oleh roh kudus maka kita tidak bisa memposisikan atau mengukur diri kita apakah yang kita lakukan itu benar apa salah. Betapa pentingnya kita menimbang, membedakan, memilah-milah agar kita berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

Discretion di mana kita harus menjadi hakim atas diri kita, kita menimbang mana yang baik yang sesuai dengan kehendak Allah yang mesti kita kerjakan.

Ada seorang Elder berkata kepada desert farher bagaimana aku bisa bertemu/berjumpa dengan Allah? jawabnya dalam puasa, berjaga-jaga, berkerja keras, blaskasihan dan Discretion. Banyak orang berjuang dengan dagingnya tanpa Discretion tapi hasilnya kosong

Kesimpulan :

Sekarang pilihan ada di tangan anda. Terserah anda memilih jalannya Tuhan apa memilih pengertianmu sendiri yang akhirnya membawa kamu dalam suatu penyesalan, masalah yang akhirnya membuat anda terpuruk bahkan mau bunuh diri.

Ingat : Sekalipun kita nepsis, repetance dengan air mata, humility, mercy, prayer dan silence/hesychia jika kita tidak punya Discretion maka semua yang kita kerjakan adalah sia-sia.

Mulai saat ini mari kita memimbah, memilah, membedakan mana yang baik yang sesuai dengan kehendak Allah.